Perlunya JPO di Jalan Raya Serpong

No GravatarKawasan Serpong merupakan kawasan yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan paling pesat di wilayah Tangerang. Dengan dimotori oleh pembangunan perumahan Bumi Serpong Damai, Serpong yang sebelumnya merupakan kawasan pinggiran berubah menjadi kawasan elit, banyak perumahan untuk kalangan menengah ke atas bertebaran di bilangan Serpong. Pusat-pusat perbelanjaan yang besar pun dibangun untuk mendukung populasi Serpong yang semakin meningkat seperti WTC Serpong, ITC BSD dan Plasa Serpong. Pusat perbelanjaan yang paling gres adalah Summarecon Mall yang terletak di Summarecon Serpong atau kawasan yang dulu dikenal sebagai Gading Serpong. Perkembangan kawasan yang begitu pesat memaksa pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membangun prasarana lalu lintas yang memadai untuk mendukung mobilitas penduduk kawasan Serpong dan sekitarnya. Saya masih ingat ketika pada tahun 1996 pergi ke BSD Plasa dari kawasan Lippo Karawaci, Jalan Raya Serpong masih merupakan jalan kecil dua lajur kanan-kiri yang berlawanan arah. Kondisi lingkungan di sisi jalan sepanjang perjalanan dari Lippo Karawaci ke BSD Plasa masih didominasi oleh tanah kosong. Lalu lintas pun Belum begitu ramai. Keadaan tersebut membuat jarak Lippo Karawaci – BSD Plasa terasa sangat jauh. Akan tetapi, saat ini Jalan Raya Serpong telah menjadi sebuah jalan raya yang besar dan ramai. Pagi hari arus lalu lintas dari arah Serpong menuju ke arah Tangerang (Tol Jakarta – Merak) mulai dari Bunderan Alam Sutera selalu macet karena banyaknya kendaraan yang menuju ke arah tersebut. Pada arah sebaliknya, arus lalu lintas dari Tangerang menuju ke arah Serpong juga ramai tetapi tidak sampai macet. Sebagai komuter yang setiap hari melintasi Jalan Raya Serpong saya selalu mendapati pemandangan di mana para penyeberang jalan kesulitan untuk menyeberang jalan. Ada tiga lajur di sisi kiri dan tiga lajur di sisi kanan sepanjang Jalan Raya Serang. Jalan selebar itu membuat kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi pada saat jalanan tidak macet. Penyeberang jalan tidak akan pernah menyeberang apabila harus menunggu jalanan benar-benar sepi. Sebaliknya, apabila nekad menyeberang, dia akan menghadapi resiko tertabrak kendaraan yang lewat.Saya memandang Pemerintah Kabupaten Tangerang perlu untuk membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Raya Serang. JPO tersebut akan memberi fasilitas penyeberangan yang nyaman bagi penyebrang jalan dan memberikan pengalaman berkendara yang nyaman bagi pengendara yang melintas di sepanjang Jalan Raya Serpong. Selain itu, bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri, JPO dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan rutin dengan menyewakan ruang iklan di kedua sisi JPO. Tentu pemasang iklan akan selalu antri apabila JPO sudah berdiri mengingat sepanjang Jalan Raya Serpong banyak iklan luar ruang yang dipasang. Titik-titik yang memerlukan JPO di antaranya:

  1. Di depan TIFICO. Di lokasi ini banyak karyawan yang menyeberang jalan pada saat jadwal masuk dan pulang kerja.
  2. Di lampu merah Gerbang Gading Serpong. JPO dapat disatukan dengan JPO Tifico. Akan tetapi, kalau tetap akan dibangun sebaiknya dibangun dengan jarak minimal 200m dari lampu merah ke arah Serpong karena saat ini lampu merah Serpong merupakan titik kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh angkot-angkot yang ngetem di sana.
  3. Di depan Plasa Serpong.
  4. Di antara RS As-Sobirin dan Bunderan Alam Sutera
  5. Di Depan WTC Serpong

Tentunya perlu dilakukan studi kelayakan secara lebih bagus untuk melihat di titik-titik mana JPO perlu dibangun di sepanjang Jalan Raya Serpong. Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak perlu menunggu sampai terbentuknya Kota Tangerang Selatan melalui sebuah Undang-Undang karena banyaknya tahap yang akan dilalui oleh pemerintahan baru Kota Tangerang Selatan yang nanti akan dibentuk. Pertama, Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus membangun infrastruktur pemerintahan, di antaranya membangun Pusat Pemerintahan daerah (untuk Gedung Pemkot dan DPRD), melakukan pilkada, dan sebagainya, sehingga bisa-bisa JPO baru akan menjadi perhatian paling cepat lima tahun setelah diundangkannya pembentukan wilayah Kota Tangerang Selatan. Padahal, JPO saat ini sudah dibutuhkan oleh masyarakat. Selain JPO, yang perlu diperhatikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tangerang adalah adanya lubang-lubang di Jalan Raya Serpong yang sangat berbahaya bagi para pelintas. Umumnya, lubang-lubang tersebut berada di lajur paling tengah baik di jalur arah ke Serpong maupun jalur arah ke Tangerang. Oleh karenanya, bagi para pelintas saya anjurkan untuk memilih lajur di sisi pemisah (separator) maupun sisi tepi jalan yang tidak ada lubangnya. Tentunya, di malam hari kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan karena seringkali munculnya lubang baru sangat cepat dan tidak kita sadari.

Underpass Ciledug Sebagai Solusi Mengurangi Kemacetan

No Gravatar

Orang yang tinggal atau yang biasa melewati perempatan Ciledug pasti sudah sangat tahu bahwa jika lewat sana berarti siap-siap terkena kemacetan yang panjang. Mereka pasti sudah bosen mendengar tentang kemacetan yang sering terjadi di perempatan ciledug.. Malah, mereka heran jika perempatan Ciledug tidak macet. “Tumben lancar… Biasanya macet banget”

Penyebab kemacetan ada banyak, diantaranya

  1. Banyaknya angkutan umum yang berhenti sembarangan
  2. Banyaknya kendaraan yang lewat
  3. Trotoar yang digunakan untuk berjualan
  4. Jalur yang saling bersinggungan.

Ini adalah ilustrasi perempatan ciledug dulu

perempatan ciledug yang lama

 

Kali ini saya akan membahas tentang penyebab kemacetan yang keempat.

Seperti sebuah perempatan pada umumnya, maka jika sebuah kendaraan dari satu arah ingin menuju ke arah lainnya, maka ia harus menunggu giliran hingga lampu hijau menyala. Dan kadang lampu hijau belum menyala, kendaraan itu sudah melaju dan mengganggu kendaraan dari arah lain. Kondisi inilah yang sering menyebabkan kemacetan. Kondisi ini akan lebih parah jika lampu lalu lintas tidak berfungsi dan tidak ada polisi yang mengatur jalannya lalu lintas.

Jadi jika ada kendaraan dari arah HOS Cokroaminoto yang ingin ke K.H Hasyim Ashari, maka mereka harus menunggu lampu lalu lintas berwarna hijau dulu. Atau sebaliknya. Hal ini juga berlaku untuk kendaraan dari arah yang lainnya. Akan tetapi tampaknya kondisi ini sudah diperhitungkan oleh Pemda setempat. Mereka membuat solusi yang bagus dan tepat untuk mengatasi kemacetan di Ciledug. Yaitu dengan membuat underpass dari arah HOS Cokroamimoto ke arah K.H Hasyim Ashari. 

Sebagai ilustrasi , ini perempatan ciledug yang baru dengan underpassnya

perempatan ciledug yang baru

Pada perempatan Ciledug yang baru ini, tidak akan terjadi kemacetan karena tidak ada lagi jalur yang bersinggungan. Mobil dari arah HOS Cokroaminoto yang ingin menuju kerah K.H Hasyim Ashari atau sebaliknya akan melalui underpass. Sementara mobil yang dari arah Raden Fattah yang ingin ke Raden Saleh atau sebaliknya akan lewat jalar atas. Untuk mobil yang akan berputar arah juga ada jalur sendiri. Lihat gambar mobil warna ungu dengan jalur wana abu-abu. Jadi, tidak akan ada lagi kemacetan di sana. Sampai saat artikel ini dibuat, kondisi pembuatan underpass sudah mencapai 80% dan diharapkan bulan April mendatang underpass sudah bisa dilewati.

Lapangan Futsal Baru

No GravatarSaat lapangan untuk bermain semakin jarang, sementara kebutuhan hiburan meningkat seiring dengan bertambah banyaknya manusia, kehadiran lapangan indoor menjadi satu solusi pilihan. Demikian juga keberadaan lapangan futsal indoor.

Kepastian jadwal bermain, harga yang fix, tak kuatir akan hujan, becek tak ada ojek menjadi alasan semakin dipilihnya olahraga ini selain karena tak membutuhkan jumlah pemain yang tak terlalu banyak dan juga ukuran lapangan yang tak seluas lapangan sepak bola. Jarak ke tujuan juga menjadi hal yang diperhitungkan.

Warga perumahan kami tadinya main futsal tiap Minggu pagi di lapangan futsal yang ada di Palem Semi, Karawaci. Harus melewati beberapa gerbang tol dan butuh waktu sekitar 1 jam untuk mencapainya. Total butuh waktu 3 jam untuk satu jam permainan ditambah 2 jam perjalanan. Harga sewa lapangan 200 ribu per jam kalau tak salah ingat. Tak apa, toh sebanding dengan kesenangan yang kami peroleh. Selain menjaga stamina juga untuk melampiaskan dendam menjalin hubungan bertetangga. Sistem pembayarannya pun patungan pemain, tak membebankan kas RT yang nyaris selalu defisit.lapangan futsal baru

Untungnya tak lama lagi, tepatnya Jumat, 21 Maret 2008, akan diadakan soft launching lapangan futsal baru di perumahan Puri Beta Selatan. Berdasarkan pandangan mataku, kondisi lapangan baru pada hari Minggu (16/03) masih belum selesai semua. Lokasi parkir belum diaspal, rumput sintetis pun belum terpasang. Agak kaget juga mendapat kabar dari tetangga yang bekerja di pengembang itu bahwa beberapa hari lagi sudah dibuka. Lapangan ini dimiliki pengembang yang sama dengan yang ada di Palem Semi, Karawaci. Dengan berkurangnya jarak tempuh-cukup sambil pemanasan joging 10 menit- sudah tiba di lapangan. Akan lebih baik lagi bila sebagai warga perumahan pembangun yang sama ada diskon khusus.