<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perlunya JPO di Jalan Raya Serpong</title>
	<atom:link href="http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/</link>
	<description>kbbc</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 02:08:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: JPO Baru di Jalan Raya Serpong : Bloger Tangerang</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/comment-page-1/#comment-1431</link>
		<dc:creator>JPO Baru di Jalan Raya Serpong : Bloger Tangerang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 07:06:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/#comment-1431</guid>
		<description>[...] juga bergembira karena apa yang pernah ditulis di website KBBC ini pada 18 Maret 2008 mengenai perlunya JPO di Jalan Raya Serpong telah mulai diwujudkan oleh Pemkot Tangerang Selatan sejak [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] juga bergembira karena apa yang pernah ditulis di website KBBC ini pada 18 Maret 2008 mengenai perlunya JPO di Jalan Raya Serpong telah mulai diwujudkan oleh Pemkot Tangerang Selatan sejak [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hati-hati Melintas Di Jalan Raya Serpong Pada Musim Hujan at Komunitas Bloger Benteng Cisadane</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/comment-page-1/#comment-58</link>
		<dc:creator>Hati-hati Melintas Di Jalan Raya Serpong Pada Musim Hujan at Komunitas Bloger Benteng Cisadane</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 09:00:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/#comment-58</guid>
		<description>[...] ramai dengan kendaraan yang melintas. Mengingat padatnya jalan ini, saya pernah menulis mengenai perlunya dibuat Jembatan Penyeberang Orang di jalan ini, terutama ruas-ruas jalan yang banyak diseberangi oleh [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] ramai dengan kendaraan yang melintas. Mengingat padatnya jalan ini, saya pernah menulis mengenai perlunya dibuat Jembatan Penyeberang Orang di jalan ini, terutama ruas-ruas jalan yang banyak diseberangi oleh [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: irwan pahlipi</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/comment-page-1/#comment-57</link>
		<dc:creator>irwan pahlipi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 03:10:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/#comment-57</guid>
		<description>Soal kemacetan memang sudah menjadi ciri serpong saat ini, gak cuma di jembatan kebon nanas nuju Tangerang/tol saja, tetapi melingkupi seluruh wilayah sibuk kab tangerang. Bukan cuma kondisi jalan rusak, sempit, dan fasilitas seperti JPO yang yang memang gak ada, tapi juga mental pemakai dan aparat. Kita bisa lihat kemacetan dari mulai simpang puspiptek/muncul, setiap hari macet panjang. Dulunya dari simpang viktor yang sering macet, tapi karena jalan viktor-ciater rusak tahunan dan makin parah, arus tumpah semua ke muncul. Kalo kemacetan akibat jalan sempit, ada benarnya juga, tapi bisa juga jalan yang dipersempit akibat banyak yang parkir/berhenti di tengah jalan. Dulu simpang muncul sempit, setelah diperlebar tetap macet karena banyak yang parkir, berhenti, muter di persimpangan. Contoh lain, di seberang depan ITC-BSD, sebegitu lebar jalannya kadang macet juga hanya akibat ber-tumpuk2nya angkot parkir nunggu penumpang, parkir di 2 jalur, posisi malang melintang, dan dari parkir saat jalan lagi langsung masuk jalur kanan tanpa pertimbangkan kendaraan lain yang lagi melaju. Ini makanya sering dijaga satpam di sana, juga dikasih pembatas. Hal ini juga dapat ditemui di depan WTC, TIFICO, Giant, dll.
Hal lain penyebab macet adanya U-turn di sekitar WTC dan BJ Mart BSD, banyaknya kendaraan terjebak karena kebiasaan jalan di jalur kanan, ternyata ada barisan yang mau muter di U-turn, akhirnya maksa kembali masuk jalur tengah, bertumbukan dengan yang ada di jalur tengah tsb, akhirnya macet. Kebiasaan jelek lain, mau muter di U-turn, tapi ambil jalur tengah sehingga menghambat semua kendaraan di jalur tengah tsb. Kelakuan menyebalkan ini mengherankan, sering dilakukan oleh orang2 yang bermobil cukup mahal, tapi kelakuan kayak tukang becak.
Yang paling sering ditemui dimana2 adalah angkot yang berhenti mendadak di tengah jalan, kendaraan lain suruh tunggu atau keluarkan tangan nyuruh kendaraan lain ber-jejal2 masuk ke jalur kanan , atau maksa kendaraan lain masuk ke jalur berlawanan (di serpong banyak jalan 2 arah tanpa pembatas). Karakter ini dapat ditemui di hampir semua wilayah Tangerang kita ini. Mbok ya minggir aja jangan di jalan, tunggu penumpang sampe pagi juga gak apa, tapi jangan ngetem di tengah jalan, kan ganggu kendaraan lain. Saking egoisnya, sudah di tengah jalan, maksa orang lain masuk jalur berlawanan, kadang kendaraan lain ngalah, bahkan gak nglakson mungkin sudah cape karena sudah jamak perilaku tsb, tapi kan mesti nuggu jalur lawan sepi supaya bisa masuk, tapi si angkot malah marah2 karena semua kendaraan di belakangnya gak nurut perintahnya, mestinya begitu dia nyuruh masuk jalur berlawanan, semuanya mesti manut langsung jalan masuk jalur berlawanan meski jalur tersebut lagi ramai, meski beresiko tabrakan atau bikin macet. Kebiasaan lain, angkot kalo lagi nyari penumpang berjalan amat pelan, mungkin 5km/jam, padahal jalanan sempit. Atau suka jalan mundur lagi. Gak peduli samasekali sekelilingnya, mungkin mereka berasumsi, kalo gak ngawur, gak rebutan, gak zalim, ya gak dapat makan. Sebagai penumpang terusterang saya cape kalo sering berhenti, mundur lagi, ngetem, jalan pelan banget, kapan nyampenya, belum sering diakal2i onglkosnya, gak jelas, kadang kembalian dikurang2i, makanya lebih baik beli sepedamotor, mungkin juga sebagian besar orang lain berpikir seperti ini daripada cape duit cape hati, tapi sering ada ketakutan juga dengansegitu banyak sepedomotor penuhi jalan, sebagian besar gak mau tertib, kadang dengan segala kebrutalannya juga.
Karena itu wajar sepedamotor menjadi penyebab macet juga. Sepedamotor sering masuk jalur berlawanan, nyerobot antrean di simpang bahkan di depan hidung polantas cuek aja, atau penuhi jalur berlawanan waktu sedang tunggu lampu merah, bahkan gak mau kurangi kecepatan atau berhenti untuk kasih orang lain menyeberang, baik pejalan kaki ataupun kendaraan lain, meskipun kendaraan lain sudah kasih jalan. Benar2 seperti air, semua tempat kosong diisi. Sering membingungkan mereka ini seharusnya jalan di kiri atau di kanan sih, sering kita temui sepedamotor masuk dan jalan di jalur berlawanan, ada di sebelah kanan dan kiri kendaraan yang sedang berjalan di jalur tsb. Sepedamotor tidak pernah takut kecelakaan, seenaknya jalan di jalur berlawanan, begitu ada kendaran lain di jalur itu, cukup sedikit goyang tapi tetap di jalur berlawanan, atau maksa kendaraan tsb minggir, itu kalo gak ada sepedamotor juga di kiri kendaraan tadi. Kebiasaan lain adalah motong kendaraan lain baik dari kiri maupun dari kanan, mendadak, ngebut. Gerombolan sepedamotor seperti di film mad max menjadi sosok mengerikan, seruduk2, selap selip, bukan hanya jadi momok bagi pengendara mobil saja, tapi juga bagi pengendara sepedamotor spt saya, yang mencoba berkendara dengan akal sehat dan aman.
Pejalan kaki juga punya kontribusi bikin macet, pada tempat2 yang mudah nyeberang, benar2 seenaknya nyeberang, bahkan tanpa melihat kiri kanan.
Dan yang juga bikin macet terutama di jalan2 sempit adalah truk raksasa sebesar dinosaurus, dengan muatan lebih tinggi dari baknya, biasanya truk tanah. Karena muatan berlebih, jalannya amat pelan, body amat besar menyulitkan kendaraan lain mendahului, sambil tumpahkan tanah2 ke sekeliling. Kalo di jalan yg lebar dikit, langsung booking jalur paling kanan langganannnya, semua harus maklum dan ikuti aturannya. Tapi kalo lagi kosong, mau secepat2nya, semua harus minggir kasih jalan mereka. Dengan muatan seberat itu, sangat wajar jalan2 di serpong langsung rusak lagi meski baru diperbaiki.
Selama ini infrastruktur yang selalu disalahkan (memang salah juga), sering fasilitas diperbaiki untuk &#039;menyelamatkan&#039; kebiasaan buruk yang gak pernah mau berubah, contohnya fly over ciputat. Intinya satu, gunakan akal sehat di jalan raya, jangan egois mau seenaknya. Petugas sudah gak bisa diandalkan untuk jaga ketertiban, bisa jadi juga framethought-nya juga gak nyampe. Contohnya, yang bikin macet di depan hidungnya, akibatnya yang digerak2 suruh jalan, mana mungkin arus kendaraan bisa jalan kalo angkot berhenti di tengah jalan, kan kelihatan di depan matanya penyebabnya. Sering banyak yang komentar, sudah jangan saling salahkan, cari aja solusinya. Bener juga, kalo ada angkot berhenti di tengah jalan, jangan disalahkan, cari solusinya supaya gak macet, usahakan kendaraan di belakangnya masuk jalur lawan berjejal2 dengan dari arah lawan, yang penting meski susah payah masih bisa jalan, inikan solusinya supaya gak macet total, setidaknya sampe si angkot bersedia jalan lagi dengan legowo. Kalo gak boleh nyalahkan, ya jangan juga nyalahkan infrastrukturnya, cari aja solusinya. Negeri ini, bangsa ini, baik kalangan jelata hingga elit, gak pernah mau nyalahkan atau disalahkan, atau nyari kesalahan yang membuat masalah itu ada, cukup akibatnya aja dicoba cari jalan keluarnya, tanpa perlu mencabut akar masalahnya, karena itu masalah gak pernah selesai, hanya mencoba berkelit dari akibatnya. Jadi, kalo anak panas akibat radang, makanya dikompres saja, atau makan obat penurun panas, tapi radangnya gak perlu diobati. Karena memang gak mau berubah perangai, gak mau nyadari kesalahan, gak perbaiki diri maupun kolektif. Jadi selamanya akan banyak masalah yang itu2 aja, gak selesai2, padahal masalah lain tetap akan timbul, menambah masalah yang sudah ada yang gak ada juntrungannya akan selesai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Soal kemacetan memang sudah menjadi ciri serpong saat ini, gak cuma di jembatan kebon nanas nuju Tangerang/tol saja, tetapi melingkupi seluruh wilayah sibuk kab tangerang. Bukan cuma kondisi jalan rusak, sempit, dan fasilitas seperti JPO yang yang memang gak ada, tapi juga mental pemakai dan aparat. Kita bisa lihat kemacetan dari mulai simpang puspiptek/muncul, setiap hari macet panjang. Dulunya dari simpang viktor yang sering macet, tapi karena jalan viktor-ciater rusak tahunan dan makin parah, arus tumpah semua ke muncul. Kalo kemacetan akibat jalan sempit, ada benarnya juga, tapi bisa juga jalan yang dipersempit akibat banyak yang parkir/berhenti di tengah jalan. Dulu simpang muncul sempit, setelah diperlebar tetap macet karena banyak yang parkir, berhenti, muter di persimpangan. Contoh lain, di seberang depan ITC-BSD, sebegitu lebar jalannya kadang macet juga hanya akibat ber-tumpuk2nya angkot parkir nunggu penumpang, parkir di 2 jalur, posisi malang melintang, dan dari parkir saat jalan lagi langsung masuk jalur kanan tanpa pertimbangkan kendaraan lain yang lagi melaju. Ini makanya sering dijaga satpam di sana, juga dikasih pembatas. Hal ini juga dapat ditemui di depan WTC, TIFICO, Giant, dll.<br />
Hal lain penyebab macet adanya U-turn di sekitar WTC dan BJ Mart BSD, banyaknya kendaraan terjebak karena kebiasaan jalan di jalur kanan, ternyata ada barisan yang mau muter di U-turn, akhirnya maksa kembali masuk jalur tengah, bertumbukan dengan yang ada di jalur tengah tsb, akhirnya macet. Kebiasaan jelek lain, mau muter di U-turn, tapi ambil jalur tengah sehingga menghambat semua kendaraan di jalur tengah tsb. Kelakuan menyebalkan ini mengherankan, sering dilakukan oleh orang2 yang bermobil cukup mahal, tapi kelakuan kayak tukang becak.<br />
Yang paling sering ditemui dimana2 adalah angkot yang berhenti mendadak di tengah jalan, kendaraan lain suruh tunggu atau keluarkan tangan nyuruh kendaraan lain ber-jejal2 masuk ke jalur kanan , atau maksa kendaraan lain masuk ke jalur berlawanan (di serpong banyak jalan 2 arah tanpa pembatas). Karakter ini dapat ditemui di hampir semua wilayah Tangerang kita ini. Mbok ya minggir aja jangan di jalan, tunggu penumpang sampe pagi juga gak apa, tapi jangan ngetem di tengah jalan, kan ganggu kendaraan lain. Saking egoisnya, sudah di tengah jalan, maksa orang lain masuk jalur berlawanan, kadang kendaraan lain ngalah, bahkan gak nglakson mungkin sudah cape karena sudah jamak perilaku tsb, tapi kan mesti nuggu jalur lawan sepi supaya bisa masuk, tapi si angkot malah marah2 karena semua kendaraan di belakangnya gak nurut perintahnya, mestinya begitu dia nyuruh masuk jalur berlawanan, semuanya mesti manut langsung jalan masuk jalur berlawanan meski jalur tersebut lagi ramai, meski beresiko tabrakan atau bikin macet. Kebiasaan lain, angkot kalo lagi nyari penumpang berjalan amat pelan, mungkin 5km/jam, padahal jalanan sempit. Atau suka jalan mundur lagi. Gak peduli samasekali sekelilingnya, mungkin mereka berasumsi, kalo gak ngawur, gak rebutan, gak zalim, ya gak dapat makan. Sebagai penumpang terusterang saya cape kalo sering berhenti, mundur lagi, ngetem, jalan pelan banget, kapan nyampenya, belum sering diakal2i onglkosnya, gak jelas, kadang kembalian dikurang2i, makanya lebih baik beli sepedamotor, mungkin juga sebagian besar orang lain berpikir seperti ini daripada cape duit cape hati, tapi sering ada ketakutan juga dengansegitu banyak sepedomotor penuhi jalan, sebagian besar gak mau tertib, kadang dengan segala kebrutalannya juga.<br />
Karena itu wajar sepedamotor menjadi penyebab macet juga. Sepedamotor sering masuk jalur berlawanan, nyerobot antrean di simpang bahkan di depan hidung polantas cuek aja, atau penuhi jalur berlawanan waktu sedang tunggu lampu merah, bahkan gak mau kurangi kecepatan atau berhenti untuk kasih orang lain menyeberang, baik pejalan kaki ataupun kendaraan lain, meskipun kendaraan lain sudah kasih jalan. Benar2 seperti air, semua tempat kosong diisi. Sering membingungkan mereka ini seharusnya jalan di kiri atau di kanan sih, sering kita temui sepedamotor masuk dan jalan di jalur berlawanan, ada di sebelah kanan dan kiri kendaraan yang sedang berjalan di jalur tsb. Sepedamotor tidak pernah takut kecelakaan, seenaknya jalan di jalur berlawanan, begitu ada kendaran lain di jalur itu, cukup sedikit goyang tapi tetap di jalur berlawanan, atau maksa kendaraan tsb minggir, itu kalo gak ada sepedamotor juga di kiri kendaraan tadi. Kebiasaan lain adalah motong kendaraan lain baik dari kiri maupun dari kanan, mendadak, ngebut. Gerombolan sepedamotor seperti di film mad max menjadi sosok mengerikan, seruduk2, selap selip, bukan hanya jadi momok bagi pengendara mobil saja, tapi juga bagi pengendara sepedamotor spt saya, yang mencoba berkendara dengan akal sehat dan aman.<br />
Pejalan kaki juga punya kontribusi bikin macet, pada tempat2 yang mudah nyeberang, benar2 seenaknya nyeberang, bahkan tanpa melihat kiri kanan.<br />
Dan yang juga bikin macet terutama di jalan2 sempit adalah truk raksasa sebesar dinosaurus, dengan muatan lebih tinggi dari baknya, biasanya truk tanah. Karena muatan berlebih, jalannya amat pelan, body amat besar menyulitkan kendaraan lain mendahului, sambil tumpahkan tanah2 ke sekeliling. Kalo di jalan yg lebar dikit, langsung booking jalur paling kanan langganannnya, semua harus maklum dan ikuti aturannya. Tapi kalo lagi kosong, mau secepat2nya, semua harus minggir kasih jalan mereka. Dengan muatan seberat itu, sangat wajar jalan2 di serpong langsung rusak lagi meski baru diperbaiki.<br />
Selama ini infrastruktur yang selalu disalahkan (memang salah juga), sering fasilitas diperbaiki untuk &#8216;menyelamatkan&#8217; kebiasaan buruk yang gak pernah mau berubah, contohnya fly over ciputat. Intinya satu, gunakan akal sehat di jalan raya, jangan egois mau seenaknya. Petugas sudah gak bisa diandalkan untuk jaga ketertiban, bisa jadi juga framethought-nya juga gak nyampe. Contohnya, yang bikin macet di depan hidungnya, akibatnya yang digerak2 suruh jalan, mana mungkin arus kendaraan bisa jalan kalo angkot berhenti di tengah jalan, kan kelihatan di depan matanya penyebabnya. Sering banyak yang komentar, sudah jangan saling salahkan, cari aja solusinya. Bener juga, kalo ada angkot berhenti di tengah jalan, jangan disalahkan, cari solusinya supaya gak macet, usahakan kendaraan di belakangnya masuk jalur lawan berjejal2 dengan dari arah lawan, yang penting meski susah payah masih bisa jalan, inikan solusinya supaya gak macet total, setidaknya sampe si angkot bersedia jalan lagi dengan legowo. Kalo gak boleh nyalahkan, ya jangan juga nyalahkan infrastrukturnya, cari aja solusinya. Negeri ini, bangsa ini, baik kalangan jelata hingga elit, gak pernah mau nyalahkan atau disalahkan, atau nyari kesalahan yang membuat masalah itu ada, cukup akibatnya aja dicoba cari jalan keluarnya, tanpa perlu mencabut akar masalahnya, karena itu masalah gak pernah selesai, hanya mencoba berkelit dari akibatnya. Jadi, kalo anak panas akibat radang, makanya dikompres saja, atau makan obat penurun panas, tapi radangnya gak perlu diobati. Karena memang gak mau berubah perangai, gak mau nyadari kesalahan, gak perbaiki diri maupun kolektif. Jadi selamanya akan banyak masalah yang itu2 aja, gak selesai2, padahal masalah lain tetap akan timbul, menambah masalah yang sudah ada yang gak ada juntrungannya akan selesai.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iwan Catur Kusworo</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/comment-page-1/#comment-56</link>
		<dc:creator>Iwan Catur Kusworo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 03:24:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/#comment-56</guid>
		<description>Saya juga sangat setuju dengan usulnya untuk pengadaan JPO di Jl Raya Serpong. Buset dah.. kendaraannya kenceng-kenceng. Hari ini saya baru pertama kali ke daerah sini, nganterin istri yang ada keperluan di gedung Adira Finance. Sambil nunggu saya nyari warnet... nemu.. tapi mesti nyeberang jalan dulu. Dari awal saya memang sudah bertanya-tanya.. jalan selebar dan seramai ini masa gak ada jembatan penyeberangannya sih... tapi emang bener gak ada.. Wah.. akhirnya, berjuang untuk menyeberang.. Alhamdulillah saya berhasil sampai seberang dengan selamat dan bisa memberikan comment di sini.
Salam kenal..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga sangat setuju dengan usulnya untuk pengadaan JPO di Jl Raya Serpong. Buset dah.. kendaraannya kenceng-kenceng. Hari ini saya baru pertama kali ke daerah sini, nganterin istri yang ada keperluan di gedung Adira Finance. Sambil nunggu saya nyari warnet&#8230; nemu.. tapi mesti nyeberang jalan dulu. Dari awal saya memang sudah bertanya-tanya.. jalan selebar dan seramai ini masa gak ada jembatan penyeberangannya sih&#8230; tapi emang bener gak ada.. Wah.. akhirnya, berjuang untuk menyeberang.. Alhamdulillah saya berhasil sampai seberang dengan selamat dan bisa memberikan comment di sini.<br />
Salam kenal..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: &#160; Kemacetan Jalan Raya Serpong&#160;&#8212;&#160;www.serpong.org</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/comment-page-1/#comment-55</link>
		<dc:creator>&#160; Kemacetan Jalan Raya Serpong&#160;&#8212;&#160;www.serpong.org</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 20:02:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/#comment-55</guid>
		<description>[...] Terlepas dari bergabai upaya yang akan dilakukan, yang jelas sampai hari ini jalan tersebut masih macet dan mudah-mudahan pemerintah dan swasta dapat secepatnya mengurangi kemacetan di jalan protokol tersebut. Pembangunan Jl. Tol Alam Sutera juga diperkirakan akan mengurangi beban Jalan Raya serpong ini sehingga dapat mengurangi kemacetan. Selain masalah kemacetan, masyarakat Serpong saat ini juga dihadapkan pada bahaya pada saat menyebrang jalan raya Serpong. Sebuah ulasan menarik dibuat oleh Moh. Arif Widarto seorang warga Tangerang dalam tulisannya tentang perlunya Jembatan Penyebrangan orang di Jalan raya serpong ini.  [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Terlepas dari bergabai upaya yang akan dilakukan, yang jelas sampai hari ini jalan tersebut masih macet dan mudah-mudahan pemerintah dan swasta dapat secepatnya mengurangi kemacetan di jalan protokol tersebut. Pembangunan Jl. Tol Alam Sutera juga diperkirakan akan mengurangi beban Jalan Raya serpong ini sehingga dapat mengurangi kemacetan. Selain masalah kemacetan, masyarakat Serpong saat ini juga dihadapkan pada bahaya pada saat menyebrang jalan raya Serpong. Sebuah ulasan menarik dibuat oleh Moh. Arif Widarto seorang warga Tangerang dalam tulisannya tentang perlunya Jembatan Penyebrangan orang di Jalan raya serpong ini.  [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arif</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/comment-page-1/#comment-54</link>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 12:13:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/#comment-54</guid>
		<description>Bupati dan Wabup baru kan sudah dilantik. Mudah-mudahan mereka mau mendengar.

Bagaimana kalau kita surati secara resmi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bupati dan Wabup baru kan sudah dilantik. Mudah-mudahan mereka mau mendengar.</p>
<p>Bagaimana kalau kita surati secara resmi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Triyani</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/comment-page-1/#comment-53</link>
		<dc:creator>Triyani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 11:24:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/#comment-53</guid>
		<description>Mudah2an didenger sama pihak yang berwenang..
sedih banget kalo mau nyebrang di jln raya serpong. Kalo depan WTC matahari, depan serpong plasa masih mending ada pak satpam yang bantuin pejalan kaki.. kalo di titik2 lainnya... bahkan sudah diatas zebra cross saja.. masih ga bisa nyebrang krn mobil + motor pada ngebut :(

kalo ada JPO lebih nyaman...
sambil berdo&#039;a mudah2an setelah ada JPO fungsinya bener2 buat jembatan penyeberangan :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mudah2an didenger sama pihak yang berwenang..<br />
sedih banget kalo mau nyebrang di jln raya serpong. Kalo depan WTC matahari, depan serpong plasa masih mending ada pak satpam yang bantuin pejalan kaki.. kalo di titik2 lainnya&#8230; bahkan sudah diatas zebra cross saja.. masih ga bisa nyebrang krn mobil + motor pada ngebut <img src='http://blogerbenteng.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>kalo ada JPO lebih nyaman&#8230;<br />
sambil berdo&#8217;a mudah2an setelah ada JPO fungsinya bener2 buat jembatan penyeberangan <img src='http://blogerbenteng.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Payjo</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/comment-page-1/#comment-52</link>
		<dc:creator>Payjo</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 09:48:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/#comment-52</guid>
		<description>Betul Oom.
Saya paling sering nyebrang di As-shobirin sama di WTC Serpong. Parah banget, mobil-mobil kenceng semua.

Pernah sampe 20 menit nggak bisa nyeberang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul Oom.<br />
Saya paling sering nyebrang di As-shobirin sama di WTC Serpong. Parah banget, mobil-mobil kenceng semua.</p>
<p>Pernah sampe 20 menit nggak bisa nyeberang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kw</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/comment-page-1/#comment-51</link>
		<dc:creator>kw</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 05:55:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/2008/03/18/perlunya-jpo-di-jalan-raya-serpong/#comment-51</guid>
		<description>betul, aku gak nemu jembatann penyeberangan waktu itu. pernah sii ke serpong, bsd terus ke arah ( ngga tahu). melewati jalanan berdebu karena ceceran pasir yang di jual di sebelah kanan kiri jalan. untung ada pedagang kaki lima yang jual kaca mata murah.

komplainnya ke pengembang kali ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul, aku gak nemu jembatann penyeberangan waktu itu. pernah sii ke serpong, bsd terus ke arah ( ngga tahu). melewati jalanan berdebu karena ceceran pasir yang di jual di sebelah kanan kiri jalan. untung ada pedagang kaki lima yang jual kaca mata murah.</p>
<p>komplainnya ke pengembang kali ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
