Underpass Ciledug Sebagai Solusi Mengurangi Kemacetan

No Gravatar

Orang yang tinggal atau yang biasa melewati perempatan Ciledug pasti sudah sangat tahu bahwa jika lewat sana berarti siap-siap terkena kemacetan yang panjang. Mereka pasti sudah bosen mendengar tentang kemacetan yang sering terjadi di perempatan ciledug.. Malah, mereka heran jika perempatan Ciledug tidak macet. “Tumben lancar… Biasanya macet banget”

Penyebab kemacetan ada banyak, diantaranya

  1. Banyaknya angkutan umum yang berhenti sembarangan
  2. Banyaknya kendaraan yang lewat
  3. Trotoar yang digunakan untuk berjualan
  4. Jalur yang saling bersinggungan.

Ini adalah ilustrasi perempatan ciledug dulu

perempatan ciledug yang lama

 

Kali ini saya akan membahas tentang penyebab kemacetan yang keempat.

Seperti sebuah perempatan pada umumnya, maka jika sebuah kendaraan dari satu arah ingin menuju ke arah lainnya, maka ia harus menunggu giliran hingga lampu hijau menyala. Dan kadang lampu hijau belum menyala, kendaraan itu sudah melaju dan mengganggu kendaraan dari arah lain. Kondisi inilah yang sering menyebabkan kemacetan. Kondisi ini akan lebih parah jika lampu lalu lintas tidak berfungsi dan tidak ada polisi yang mengatur jalannya lalu lintas.

Jadi jika ada kendaraan dari arah HOS Cokroaminoto yang ingin ke K.H Hasyim Ashari, maka mereka harus menunggu lampu lalu lintas berwarna hijau dulu. Atau sebaliknya. Hal ini juga berlaku untuk kendaraan dari arah yang lainnya. Akan tetapi tampaknya kondisi ini sudah diperhitungkan oleh Pemda setempat. Mereka membuat solusi yang bagus dan tepat untuk mengatasi kemacetan di Ciledug. Yaitu dengan membuat underpass dari arah HOS Cokroamimoto ke arah K.H Hasyim Ashari. 

Sebagai ilustrasi , ini perempatan ciledug yang baru dengan underpassnya

perempatan ciledug yang baru

Pada perempatan Ciledug yang baru ini, tidak akan terjadi kemacetan karena tidak ada lagi jalur yang bersinggungan. Mobil dari arah HOS Cokroaminoto yang ingin menuju kerah K.H Hasyim Ashari atau sebaliknya akan melalui underpass. Sementara mobil yang dari arah Raden Fattah yang ingin ke Raden Saleh atau sebaliknya akan lewat jalar atas. Untuk mobil yang akan berputar arah juga ada jalur sendiri. Lihat gambar mobil warna ungu dengan jalur wana abu-abu. Jadi, tidak akan ada lagi kemacetan di sana. Sampai saat artikel ini dibuat, kondisi pembuatan underpass sudah mencapai 80% dan diharapkan bulan April mendatang underpass sudah bisa dilewati.

5 comments so far

  1. TriyaniNo Gravatar March 18, 2008 11:26 am

    ya.. semoga underpass Ciledung tsb bisa segera digunakan :)

    sbg pengguna jalan raya tsb dan sering kali muter lewat palem ganda asri, kadang2 kesihan jg sama penghuni Palem Ganda.. jalanan komplek mrk jadi Ancur krn byk-nya kendaraan yg ambil jalan pintas melalui komplek mrk utk hindari kemacetan di perempatan :)

  2. edyNo Gravatar March 19, 2008 3:03 am

    mudah-mudahan underpass punya drainase yg bagus
    jadi ga ada genangan air kalo ujan deras

  3. arifNo Gravatar March 22, 2008 7:33 pm

    Semoga cepat selesai dan kita bisa segera say good bye to jam di Ciledug.

  4. bonarNo Gravatar March 28, 2008 9:03 pm

    wah, masih belum selesai ya?
    padahal sudah cukup lama ya pembangunannya (3 tahun?) ?
    mudah2an ya nanti kalo udah selesai memang bisa memecahkan masalah kemacetan di sekitar jalan itu ;)

    aku warga tangerang juga nih, tapi selama 3 tahun terakhir “pindah” ke negeri antah berantah… :D

  5. […] dengan underpass ciledug ?, baik pemerintah dan masyarakat berharap underpass ini sebagai obat mujarab mengurangi kemacetan, […]

Leave a comment

Please be polite and on topic. Your e-mail will never be published.