Mari Pilih Walikota Baru Untuk Tangerang
Secara resmi, berdasarkan KTP yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Tangerang, maka saya terdaftar sebagai penduduk Kota Tangerang, sementara sebagian waktu saya habiskan di Kabupaten Tangerang. Seperti Pilkada sebelumnya yaitu untuk Gubernur Banten dan Bupati Tangerang, saya tidak pernah memilih karena saya tidak pernah terdaftar dalam Daftar Pemilih.
Tetapi, saya juga mempunyai alasan lain, dalam setiap pemilu, saya tidak pernah menemukan ada tujuan khusus yang hendak dicapai oleh setiap calon kepala daerah dan saya masih ragu terhadap komitmen para calon terhadap pemberantasan korupsi. Pada umumnya saya hanya melihat janji surga dari setiap kandidat dan hanya terdapat poster besar dari tiap kandidat yang sedang tersenyum manis di setiap pojok jalan.
Saya percaya bahwa Kota dan Kabupaten Tangerang memerlukan pemimpin baru yang tidak hanya bisa memerintah tetapi juga mengelola. Mereka harus mengerti tujuan apa yang hendak dicapai oleh mereka.
Poster dari Walikota ada di mana-mana, dari sekolah hingga pasar, tetapi ya tidak ada isinya kecuali hanya sekedar poster. Kita juga bisa melihat poster dari para calon lain dalam ukuran yang lebih kecil, tetapi sekali lagi, tetap saja poster dan tidak ada cerita lain.
Saya memang hanya sekedar pemilih yang masuk kategori massa mengambang, tetapi saya juga menginginkan adanya debat publik yang mendidik antara para calon agar masyarakat mempunyai pandangan yang luas dalam menilai tujuan dari para calon.
Apakah anda setuju dengan saya?
kalo emang dapet jatah sbg pemilih, pasti saya akan datang ke tempat pemilihan dan mencoblos smuanya, biar adil
iya tuh, sekarang banyak banget poster bapak walikota. Jujur aja, aku baru tau kalo walikota Tangerang adalah Bapak Wahidin Halim. Apa cuma aku saja ya yang kurang gaul? Atau memang banyak orang yang tidak tahu seperti diriku ini?
setuju !! jangan poster aja di banyakin, coba adakan debat publik, biar kami semua tau yang mana yang kami harus pilih, klo engga gitu ya bener apa kata Oom capalang, toblos semuanya
Debat publik sangat penting tetapi karena para calon, mulai dari Lurah sampai Presiden adalah orang-orang yang tidak siap bertanding dengan akal budi melainkan hanya mengandalkan uang dan okol, mereka tidak berani debat publik. Hanya yang bersifat amanah dan memiliki intelektualitas tinggi yang berani mengikuti debat publik.
Pihak KPU Tangerang sendiri juga sepertinya tidak punya inisiatif untuk mengadakan debat publik. Atau…pihak KPU sudah ada niat tapi “dibungkam” para calon? Who knows?
jadi kapan pilkada nya ???