Pelatihan Blog KBBC

April 29, 2008

Kali ini KBBC (Komunitas Bloger Benteng Cisadane) akan mengadakan Pelatihan membuat blog dengan engine wordpress. Pelatihan akan diadakan di Multiplus Kisamaun, Tangerang pada tanggal 11 Mei 2008. GRATISSSSSSSSSS

pelatihan-blog-kbbc

  • Diutamakan pelajar SMU (atau sederajat) dan mempunyai minat untuk ngeblog
  • Peserta dibatasi hanya 30 orang yang dibagi dalam 3 sesi dan masing2 sesi 10 orang
  • Satu peserta satu komputer
  • Durasi 2 jam
  • Pendaftaran dibuka secara online di http://blogerbenteng.com/pelatihan-blog/
  • Tidak dipungut biaya sedikitpun
  • snack bagi peserta
  • Printout materi
  • Pengajar berpengalaman

Catat ya Tempat, hari dan tanggalnya
Tempat : Multiplus Kisamaun, Tangerang
Hari : Minggu, 11 Mei 2008

Cepetan daftar karena tempat terbatas

Link terkait :

  • Pelatihan Blog KBBC @Caplang.net
  • Woro-woro pelatihan ngeblog gratis ada di sini @indrio.wordpress.com

    http://indrio.wordpress.com/2008/04/29/woro-woro-pelatihan-ngeblog-gratis-ada-disini/

  • Review Kopdar dan Donor Darah

    April 8, 2008

    Kopdar yang dilaksanakan tanggal 6 April dimulai pada pukul 08:30. Beberapa peserta kumpul di dekat Kantor Pajak dan ada juga yang langsung menuju TKP, yaitu PMI Tangerang.

    Peserta yang datang pada acara Kopdar dan donor darah kali ini :

    Ini foto PMI
    pmi tangerang

    foto-foto di dalam PMI

    di PMI tangerang

    Dari yang hadir tersebut, ada 5 orang yang mengikuti donor darah.

    oom anggara

    payjo

    oom Ajo

    yudistira

    Ada pesan dari PMI neh

    pesan PMI

    Acara donor darah selesai pada pukul 11. Kemudian berpindah lokasi ke Pizza HUT di Jl Daan Mogot, Tangerang. Di sana kami membicarakan tentang logo yang akan kami gunakan dan juga agenda bulan Mei mendatang.

    di pizza hut

    Agenda Mei 2008

    KBBC akan mengadakan [censored]. Tunggu tanggal mainnya pertengahan Mei! Penasaran? Punya blog dan tinggal di Tangerang? Silakan gabung ke milis KBBC. :)

    Cetak Biru Kota Tangerang Selatan: Mimpi Seorang Warga di Siang Bolong

    April 3, 2008

    Oleh: Ari Juliano Gema

    Saya dengar pengesahan Undang-Undang tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan oleh DPR RI tinggal menunggu waktu. Sebagai seorang warga pendatang di Kecamatan Ciputat, daerah yang menjadi calon kuat ibukota Tangerang Selatan (Tangsel), tentu saja saya memiliki harapan besar akan lahirnya kota baru ini.

    Sebuah kota baru seharusnya juga membawa harapan baru. Harapan saya, atau mungkin lebih tepat dibilang mimpi saya, kota baru ini akan dibangun dengan belajar dari kota-kota lain yang telah mampu menunjukkan prestasinya masing-masing.

    Di bawah ini adalah daftar mimpi saya, yang biar keren saya sebut saja sebagai ”Cetak Biru Kota Tangerang Selatan”:

    1. Pakta Integritas
      Siapapun walikota Tangsel nanti, saya bermimpi beliau akan memulai tugasnya dengan mengajak aparat pemerintah kota, sektor swasta, profesional dan unsur masyarakat lainnya untuk bersama-sama menandatangani Pakta Integritas yang pada pokoknya memuat janji semua pihak untuk mendukung aparat pemerintah kota memberikan pelayanan terbaik bagi warga kota, tanpa memberikan ruang sedikitpun bagi segala bentuk praktek korupsi, kolusi dan nepotisme di lingkungan pemerintah kota Tangsel. Dalam pelaksanaan Pakta Integritas, aparat pemerintah kota akan mendapatkan insentif yang akan disesuaikan dengan keuangan daerah atas janji mereka untuk ”bersih dan tidak korupsi”, namun akan menerima sanksi yang berat apabila terbukti melanggar janji mereka tersebut. Hal ini sudah berhasil dilakukan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sejak tahun 2003.
    2. Sistem Administrasi Satu Atap (SAMSAT)
      Warga butuh pelayanan dari pemerintah kota yang cepat, tepat dan murah. Sangat menyenangkan dan membantu sekali apabila untuk mengurus perizinan, pendaftaran dan pembayaran iuran, pajak ataupun pungutan pemerintah lainnya, dapat dilakukan di satu tempat. Konsep SAMSAT bukan hal yang baru. Banyak kota dan kabupaten di Indonesia sudah berhasil mempraktekannya. Pemerintah kota Tangsel tinggal belajar dari beberapa kota dan kabupaten tersebut, untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi kota Tangsel. Untuk mengawasi pelayanan publik tersebut, pemerintah kota dapat memfasilitasi dibentuknya suatu lembaga ombudsman yang beranggotakan unsur pengusaha, akademisi dan masyarakat umum. Lembaga ini akan menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat terhadap pelayanan publik yang buruk agar dapat segera diperbaiki. Hal ini sudah dilakukan di Kabupaten Solok, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Sragen.
    3. Forum Konsultasi Publik
      Agar setiap peraturan yang berlaku di wilayah kota Tangsel dapat diterima dan dipatuhi oleh warganya, pemerintah kota dan DPRD kota Tangsel yang akan dibentuk nanti harus rajin mengadakan konsultasi publik sebelum membuat dan mengesahkan peraturan atau kebijakan yang berlaku di kota Tangsel. Pada forum konsultasi publik, masyarakat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memberikan tanggapan dan masukan terhadap suatu rancangan peraturan atau kebijakan. Dengan adanya forum ini, resistensi terhadap suatu peraturan atau kebijakan yang akan dikeluarkan dapat diminimalisir, yang pada gilirannya penegakan hukum menjadi efektif dan mencapai tujuan yang optimal. Pemerintah kota dapat belajar dari Kabupaten Tomohon yang telah berhasil menyelenggarakan forum konsultasi publik yang efektif dalam setiap proses pembentukan peraturan di daerahnya. Read more