Siapa yg pembajak, siapa yang dibajak
May 31, 2008
Tahun 2000, kebetulan ada teman saya yang pesan DVD film itu dari keluarganya yang diluar negeri. Dan waktu itupun sepertinya pemberitaan mengenai film itu tidak terlalu ramai (setidaknya yang saya rasakan waktu itu). Tapi setelah berita bahawa film itu akan diputar di Cinemax, kok malah jadi banyak yang berdiskusi soal film itu. Mulai dari pendapat yang mengatakan bahwa suatu kewajaran apabila produk2x Microsoft sering dibajak karena toh pada awal karirnya, mereka juga membajak produk orang lain.
Loh ... ini kok ngaco ya :-p .
Seingat saya, difilm itu Bill Gates dan rekan2x nya tidak membajak produk orang lain. Mereka hanya membeli sebuah OS yang kemudian diklaim sebagai produk mereka dan kemudian dijual kembali ke IBM. Ingat, mereka membeli dengan harga yang wajar disaat itu.
Kemudian, dikusi dilanjurkan dengan pendapat bahwa Microsoft membajak ide GUI dari Apple, dan Apple membajak ide Mouse dari Xerox.
Waaah, ide kok bisa dibajak ya :-))
Dalam sebuah bisnis, tentunya menjadi hal yang wajar apabila suatu ide / strategi ditiru oleh orang lain. Toh pada perkembangannya GNU/Linux pun meniru tampilan GUI dari Windows ataupun MacOS . Toh, hal itu bukan dijadikan sebuah kekurangan dari GNU/Linux, justru saya sebagai pengguna GNU/Linux bangga sekali apabila tampilan saya bisa sangat mirip dengan MacOS (soalnya blm mampu beli Mac yang asli).
Pada realitas di Indonesia, yang disebut pembajak itu adalah pihak2x yang menggunakan suatu produk dengan cara2x yang tidak sah, dan biasanya adalah dengan cara menggunakan suatu produk software yang belisensi tanpa mau membayar dengan harga yang sudah ditentukan. Dengan alasan bahwa harga lisensi produk itu terlalu mahal, kemudian kita membenarkan tindakan penggunaan software yang tidak sah itu.
Akhir akhir ini, saya berusaha untuk mengabaikan istilah "Membajak" atau "Pembajak" atau istilah2x lain yang serupa dengan itu dalam menyikapi suatu cara penggunaan software. Bagi saya pribadi suatu pilihan itu bukan terletak pada apakah harus atau tidaknya membajak suatu produk, tapi lebih kepada kenapa saya menggunakan suatu software. Seperti misalnya saya memilih GNU/Linux sebagai OS dikomputer yang saya pakai, itu bukan karena saya tidak mampu untuk membeli Microsoft Windows, atau bukan pula karena saya tidak mau membajak produk itu. Tapi saya menganggap bahwa GNU/Linux lebih bisa membantu pekerjaan saya sehari-hari dibandingkan produk yang lain itu. Dengan alasan ini pula, maka apabila suatu saat, misalnya, saya harus membayar untuk menggunakan GNU/Linux, maka tidak ada masalah untuk itu. Atau jika saya tidak mampu, maka saya akan coba mencari produk lain yang lebih terjangkau oleh saya.
Intinya adalah bukan hanya persoalan harga jika GNU/Linux digunakan oleh orang2x. Namun lebih kepada faktor kebebasan yang melekat padanya. Dan kebebasan itu tidak dapat dihargai oleh berapapun nilai uangnya.
Kalu begitu sekarang mengenai 'pembajakan' ide. Bagaimana kita menyikapi hal itu ?
Kalo menurut saya, silahkan saja apabila anda ingin 'membajak' ide orang lain. Jika anda merasa bahwa anda bisa membuat karya yang lebih baik dari orang itu kenapa tidak anda sedikit meniru ide tersebut untuk kemudian anda kembangkan sendiri. Toh Microsoft dan Apple pun melakukan hal itu kan ? :-p
Siapa tahu dimana depan anda bisa menyaingi 2 perusahaan tersebut.
Bung Rano Karno, Tolong Jalan Di Cukanggalih Dibeton
May 29, 2008
Jalan rusak adalah pengalaman warga di wilayah Jabodetabek setiap musim hujan. Kabupaten Tangerang pun tidak kalah dengan tetangganya — Jakarta, Bekasi, Depok maupun Bogor — dalam hal jalan rusak. Sebagai warga Kabupaten Tangerang saya meminta kepada pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak tersebut.
Sebenarnya, tidak cukup hanya memperbaiki saja tetapi Pemerintah Kabupaten Tangerang sebaiknya memiliki rencana strategis agar jalanan di wilayah Kabupaten Tangerang tidak selalu rusak di musim hujan. Kapan Kabupaten Tangerang akan membangun sebuah Universitas Negeri kalau setiap tahun dananya hanya dipergunakan untuk memperbaiki jalan?
Penyebab utama jalan rusak di wilayah Kabupaten Tangerang adalah air. Air yang tidak mengalir ke mana-mana dan hanya diam menggenang saja di jalan. Karena sebagaian besar jalan yang ada adalah jalan yang beraspal tipis — mungkin aspalnya dimakan pemborong atau orang PU — maka genangan air tersebut akan mengelupas aspal. Kita semua tahu bahwa aspal yang saat ini dipergunakan untuk membuat jalan adalah salah satu produk turunan dari minyak bumi. Namanya minyak diberi air, minyaknya akan mengambang ke atas karena berat jenisnya lebih rendah dari air.
Apa yang ditonton ‘Hacker’ ?
May 23, 2008
Kalo mo nonton lengkap film nya silahkan telnet ke alamat towel.blinkenlights.nl.
And kalo mo yang lebih gampang silahkan buka halaman ini
Bakso Sesepan
May 23, 2008
Ada bakso enak di BSD, kalau masuk dari arah terminal Trans BSD, lurus aja ke arah tol BSD – Bintaro. Nanti ketemu perempatan pertama belok kiri, lalu lurus aja, letaknya di sebelah kanan. Terletak satu lokasi sama Apotik “maaf lupa namanya” dan Martabak (yang ini juga lupa). Kalau rekan sudah melewati jembatan rel kereta berarti anda kelewatan.
Ada bakso urat dan bakso biasa, saya sih lebih senang bakso biasa. Rasakan kelezatannya. Saya yakin rekan akan ketagihan seperti saya.
Pak Bupati, mohon perhatikan keselamatan pengguna jalan
May 21, 2008
Pak Bupati Tangerang, mohon perhatikan keselamatan pengguna jalan, kalau pak Bupati sempat berjalan-jalan di wilayah Serpong, tidakkah anda perhatikan begitu tidak terangnya lampu penerangan jalan dan begitu banyaknya jalan berlubang.
Lampu penerangan jalan yang tidak cukup terang dan juga jalan berlubang di mana-mana tentu membawa konsekuensi minimnya keselamatan pengguna jalan, bahkan juga berujung pada kematian. Kenapa tidak juga anda berusaha memperbaiki? Apakah tidak ada pos di APBD untuk membenahi sarana-sarana tersebut?
Pondok Kemangi
May 19, 2008
Saya menyukai rumah makan ini, selain makanannya yang enak dan renyah, harganyapun cukup masuk akal. Rumah makan ini terletak di Jalan Raya Serpong menuju BSD setelah Alam Sutera dan sebelum Rumah Makan Sarang Kepiting.
Coba deh makan disana, saya yakin anda pasti ketagihan seperti saya. Satu-satunya hal yang mengganggu adalah di Rumah Makan itu tidak ada Sertifikasi Halal dari MUI atau BPOM yang dapat terlihat oleh saya.
Serbu Repo Kambing di IGOS Summit II
May 19, 2008

Saya adalah pengagum berat segala hal yang berhubungan dengan Kambing. Dari mulai sate kambing, soto, sampai nasi kebuli yang sangat weeeenak itu. Begitu juga soal aktifitas saya diinternet, kambing adalah salah satu menu utama saya. Kambing disini bukan seperti kambing2x lainnya yang mengembik. Tapi kambing ini sangat pintar, karena berisi berbagai sumber informasi dan repository software2x FOSS.
Sudah mulai menangkap maksud saya soal Kambing ini ?
Yah, tebakan anda mungkin betul. Yang saya maksud ini adalah sebuah mirror software2x FOSS yang merupakan persembahan dari Universitas Indonesia, Depok. Saya tebak, anda pastinya juga salah satu penikmat menu2x yang Kambing ini sajikan kan ? Anda mungkin sering mendonlot distro2x GNU/Linux yang terbaru dari sini, atau mungkin melakukan update2x, atau mungkin mendonlot software2x FOSS populer.
Nah, sekarang anda bisa juga menikmati menu2x Kambing tersebut sambil berleha2x diacara IGOS Summit II nanti, karena Kambing akan memboyong SELURUH mirrornya untuk dibiarkan untuk 'diperkosa' ramai2x oleh anda semua. Kambing berjanji untuk melayani para maniak FOSS untuk mengkopi seluruh repository dalam bentuk CD(masih ada apa ??), DVD, dan HD. Bahkan apabila anda kebetulan membawa laptop yang dilengkapi dengan perangkat WiFi, anda bisa juga mengkopinya dengan cara itu. Tidak memiliki perangkat WiFi ??? Nda masalah, nantinya anda juga bisa siapkan kabel untuk dicolokkan ke HUB/Switch yang tersedian juga disitu.
Pokoknya, dateng dan serbu Kambing di IGOS Summit II besok sampai para pengelolanya kewalahan.
Hahahahahahaha
Siap2x YTH pengelola .... Kambing yang satu ini juga nda akan terlewatkan oleh saya.
*Pasang ancang2x*
Salah kaprah dimana-mana
May 17, 2008

Menjelang acara IGOS Summit II tanggal 27 Mei besok, dimana2x kini sering orang bicara mengenai Opensource ataupun Free Software. Apalagi kemudian dengan kedatangan omm Bl Gates kemarin, hampir bebagai media massa membicarakan mengenai hal ini. Namun saya sedikit miris jika mendengar media2x massa saat saat menjoba menjelaskan kepada masyarakat mengenai makna Opensource dan Free Software. Banyak sekali kekeliruan atau penyimpangan makna pada maksud dari kata Free Software dan Opensource, seperti seringnya mereka salah menafsirkan makna kata Hacker dan Cracker. Maka pada artikel kali ini saya mencoba untuk meluruskan beberapa kekeliruan mengenai hal ini.
Free Software != OpenSource
Seringkali orang menyamakan makna Free Software dengan Opensource, padahal dua nama ini mengandung filosofi yang berbeda. Menurut Richard M. Stallman, makna utama Free Software adalah gerakan yang mendahulukan "Kebebasan (Freedom)" dalam pembuatan, pengunaan, dan pendistribusian sebuah software komputer, maka menurut Eric Raymond Opensource adalah sebuah gerakan untuk mengajak orang untuk membagi kode sumber software komputer yang dimilikinya kepada orang lain. Jadi jika Free Software lebih ditekankan pada aspek filosofi, maka Opensource lebih ditekankan pada aspek praktis. Namun walau kedua hal tersebut berbeda, bukan berarti kedua gerakan itu saling berseberangan.
Free/Opensource Software != Gratis
Mungkin anda mengira bahwa software2x F/OSS itu gratis. Walau pada umumnya kita bisa mendapatkannya dengan gratis, namun harus juga dipahami bahwa makna "free" disini bukan berarti gratis, namun lebih kepada kebebasan(freedom). Pilihan apakah sebuah software itu gratis ataukah berbayar ditentukan oleh si pembuat dan pengguna dari software itu. Pembuat software bisa saja menentukan bahwa software yang dibuat itu harus dibayar oleh orang yang menggunakannya, dan para pengguna juga dapat menentukan pilihan untuk membayar software tersebut atau menggunakan software lain yang berharga lebih murah atau bahkan gratis. Yang harus dipastikan dalam sebuah free software adalah kebebasan si pengguna untuk menggunakan, memodifikasi dan menyebarkannya kembali kepada orang lain.
Linux != Sistem Operasi
Sering kali orang menyangka bahwa Linux adalah sebuah sistem operasi seperti Windows. Padahal Linux itu sendiri 'hanya' berupa program komputer yang menjadi bagian dari sebuah sistem operasi, atau tepatnya Linux adalah sebuah kernel. Sistem operasi komputer adalah kumpulan dari berbagai macam program/software yang saling bekerja sama untuk menjalankan perangkat keras komputer. Jadi Linux dibantu dengan banyak program inilah yang menjadi sebuah sistem operasi, bukan linux itu sendiri. Sebuah sistem operasi bebas yang sering kita gunakan sehari-hari lebih tepat jika dipanggil dengan nama GNU/Linux. GNU itu sendiri adalah bagian dari gerakan Free Software yang membuat banyak sekali program yang mendukung kernel Linux untuk senjalankan perangkat keras komputer.
Hmm, saya pikir untuk sementara ini cukup saya meluruskan tiga kekeliruan yang sering dibuat oleh media massa kita dewasa ini. Semoga dilain waktu tidak lagi terjadi kekeliruan2x semacam ini.
Hacking Wii Remote
May 16, 2008
Agenda KBBC Bulan Juni, Berkunjung Ke Banten Lama
May 16, 2008
Pada saat pelatihan blog 11 Mei 2008 yang lalu, beberapa anggota KBBC yang hadir bersepakat mengagendakan kunjungan ke Situs Banten Lama sebagai kegiatan KBBC bulan Juni 2008. Rencananya, kunjungan ke Banten Lama akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2008.
Komunitas Bundaran Hotel Indonesia melalui Colonel Seven menyatakan siap untuk memeriahkan acara tersebut. Komunitas BHI akan membawa junjungan CahAndong yang sedang merantau ke Jakarta untuk turut serta.
Saat ini, KBBC sedang menggodok teknis perjalanan ke Banten Lama secara internal. KBBC menyadari bahwa para anggota KBBC adalah mereka yang memiliki ikatan dengan Tangerang baik secara fisik maupun emosional. Memiliki ikatan dengan Tangerang berarti memiliki ikatan dengan (Provinsi) Banten. Kami menduga banyak orang Tangerang yang belum tahu di mana letak Kantor Gubernur Banten yang berada di Kota Serang. Bahkan lebih jauh, kami juga menduga bahwa banyak orang Tangerang yang belum pernah mengunjungi obyek-obyek wisata di seputar Banten.


