Pengalaman Perpanjang STNK di Polsek

No Gravatar

Berikut pengalaman isteri cantik dari suami ganteng saat memperpanjang STNK mobil yang masih dalam proses cicilan di Polres terdekat. Sebelumnya harus meminta fotokopi BPKB dari leasing terkait beserta cap/keterangan. Kemudian langsung saja menuju Polres…

Lokasi 1: tempat fotokopi
Segala berkas yang diperlukan difotokopi dan disusun di sini. HARUS di tempat ini dan tak boleh di tempat lain. Membayar dengan tarif yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan fotokopi di tempat lain. Mungkin karena ada jasa tambahan menyusun semua berkas sesuai prosedur yang ditetapkan. Juga bonus petunjuk langkah berikutnya melewati proses verifikasi karena kendaraan kredit dengan biaya Rp. 25.000. Tak lupa tukang fotokopi menanyakan apakah perlu bantuan untuk mempercepat proses.

“Tidak, makasih. Saya coba sendiri saja,” jawab isteri cantik.

Lokasi 2: loket verifikasi
Petugas menyambut dengan ramah, melihat berkas-berkas yang tersusun rapi. Saat melihat nopol yang tercantum dikatakan bahwa ini nomor pesanan dan harus diurus terlebih dahulu di Jakarta dan blablabla. Langsung isteri memotong bahwa tadi di tempat fotokopi katanya harus membayar Rp 25.000. Petugas akhirnya berhenti blablabla, menerima pembayaran dan memberi petunjuk langkah berikutnya. Tak lupa cheat untuk mempercepat proses ditawarkan.

“Makasih, pak. Saya coba sendiri aja,” jawab isteri cantik lagi.

Lokasi 3: loket pembayaran
Setelah menyerahkan segala berkas kemudian harus menunggu. Petugas di tempat kembali menawarkan jalan singkat menuju surga mempercepat proses. Kembali isteriku menolak. Ternyata tak butuh waktu lama; setengah jam kemudian sudah dipanggil dan STNK baru sudah diperoleh. Petugas mengatakan bahwa plastik pembungkusnya ada di lokasi 1: tukang fotokopi.

Lokasi 4: kembali ke tukang fotokopi
“Pak, saya mau minta plastiknya,” kata isteri.

“Ini, Bu. Harganya sekian,” jawabnya.

:shock: “Lho mesti bayar? Plastik saya yang tadi mana?” tanya isteri.

“Plastik punya Ibu sudah jelek,” jawabnya.

“Udah jelek bijimane mangsut lo??,” tanggapan suami ganteng sambil tertawa pahit setelah mendengar cerita isteri cantik di rumah.

Jadi pengalaman, bahwa sekarang ini mencoba menjalani prosedur yang resmi tak lagi sesulit beberapa tahun lalu. Jangan khawatir, selalu ada pertolongan yang bisa didapat. Kan orang Indonesia sudah terkenal dengan sikap siap menolong sesama :lol:

Pesan moral: saat fotokopi, jangan lupa mencabut dan menyimpan plastik pembungkus STNK sebelum menyerahkan ke tukang fotokopi.

14 comments so far

  1. caplangNo Gravatar June 4, 2008 11:54

    saya ga ikutan soalnya ada keperluan laen hee

  2. [...] [http://blogerbenteng.com/2008/06/04/pengalaman-perpanjang-stnk-di-polsek/] Filed under: Indonesia. Tag(s): perpanjang STNK sendiri [...]

  3. iman brotosenoNo Gravatar June 4, 2008 12:43

    selalu ada celah untuk hal hal seperti ini.
    * ya bagi bagi rejeki

  4. TriyaniNo Gravatar June 4, 2008 13:54

    yang penting ikhlas yaa mas :D

    Jadi inget, aku lagi mau “test case” ngurusin Roya ke BPN Tangerang nih.. udah dua bulan pending masih blm sempet juga :(

    *sambil bikin jadwal baru hari Kamis minggu depan* :)

  5. hanggadamaiNo Gravatar June 4, 2008 14:01

    namanya juga orang indonesia :lol:

  6. waterbommNo Gravatar June 4, 2008 15:54

    indahnya kebersamaan..

  7. awayNo Gravatar June 4, 2008 16:21

    dalam waktu dan jam yang sama aku juga perpanjang STNK motor. Prosedurnya juga hampir sama. Hanya saja aku harus cek fisik karena untuk perpanjang plat nomor. Cek fisik motor bayar Rp 20.000

  8. FaNZNo Gravatar June 4, 2008 18:04

    Huahahaha
    Ada aja celah bwt nyari tambahan
    :lol:

  9. FikarNo Gravatar June 4, 2008 18:41

    indonesia ya kyk gitu itu :)

  10. ogiNo Gravatar June 4, 2008 20:26

    begitulah indonesia,
    aku perpanjangan sim, biaya yang dikeluarkan hampir 2 kali biaya resminya.
    Tapi biaya siluman itu tak nampak kalau ilegal, karena dibuat seolah-olah legal dan emang prosedurnya

  11. nengbikerNo Gravatar June 4, 2008 22:13

    loh masi mbulet ya?
    di malang loh uda ga perlu pake fotokopian.
    dan ga perlu nunggu lama. maksimal 15 menit deh.

    *senangnya…*

  12. danielNo Gravatar June 5, 2008 11:11

    itu namanya tidak menyia-nyiakan kesempatan mas…:D

  13. Moh Arif WidartoNo Gravatar June 5, 2008 12:29

    Wah… yang di Malang itu asyik bener ya?

    Kapan Tangerang bisa seperti itu? Sedang membayangkan betapa nikmatnya kalau pelayanan publik serba cepat, nyaman dan murah.

  14. AnggaraNo Gravatar June 11, 2008 9:19

    hmm, itu masih aja soal fotokopian harus disana, aneh

Leave a comment

Please be polite and on topic. Your e-mail will never be published.