Ini Dia Lubang-Lubang Itu, Pak Wabup Tangerang

No Gravatar

Pada saat menulis permintaan kepada Bung Rano Karno agar jalan yang melintasi Cukanggalih di beton, saya menjanjikan akan memberikan foto-foto mengenai lubang-lubang yang dalam — ada yang sampai 30cm — di ruas jalan itu sebagai bukti. Saya tidak mau dikatakan mengada-ada dan mendiskreditkan Pemkab Tangerang dengan mempublikasikan sesuatu yang tidak riil.

Tadi pagi, sekalian berangkat ke kantor saya sempatkan mengambil gambar keadaan jalan tersebut. Mumpung masih basah karena hujan semalam, di mana kita semua nanti akan bisa melihat benar atau tidaknya bagian yang saya klaim digenangi air seluruh badan jalannya ketika turun hujan cukup lebat.

Saya sampaikan bahwa saya tidak bermaksud mendiskreditkan Pemkab Tangerang. Saya mempublikasikan foto-foto tersebut agar publik tidak merasa saya bohongi.

Di bawah ini foto-foto yang saya ambil pagi hari ini.

Foto di atas menunjukkan posisi pada saat keluar dari kompleks Perumahan Citra Raya Tangerang menuju Cukanggalih. Baru keluar Citra Raya kita sudah disambut lubang yang cukup dalam.

Maju sedikit dari foto pertama, kita akan mendapati lubang-lubang lagi.

Pada foto kedua terlihat mobil dan motor di kejauhan. Nah, foto di atas adalah perwujudan permukaan jalan itu dari dekat.

Menengok ke belakang dari foto ketiga adalah lubang-lubang yang terlihat di foto kedua. Di seberang tembok adalah wilayah Perumahan Citra Raya Tangerang.

Sebuah lubang yang pasti akan dihindari oleh semua pengendara motor dan mobil kecil.

Butuh keterampilan berkendara yang baik untuk melewati ruas jalan di atas. Ketika basah berlumpur kondisinya lumayan licin.

Di atas adalah bagian yang saya klaim sebagai tertutup air seluruh badan jalannya ketika hujan turun cukup deras. Silakan dilihat sendiri. Genangan air tersebut adalah sisa-sisa hujan malam sebelumnya.

Pembangunan Gracia Business Center di Cukanggalih.

Tetap di lokasi ketika mengambil gambar reklame Gracia Business Center menengok ke arah kanan.

Kini, pemandangan apabila menengok ke arah kiri. Di depan mobil juga ada lubang tetapi saya tidak ambil gambarnya. Cukuplah gambar-gambar di atas menunjukkan betapa parahnya jalan yang melintasi Cukanggalih. Ruas selanjutnya gambarnya ada pada tulisan sebelumnya.

-oOo-

Ditulis oleh Moh Arif Widarto untuk Pemkab Tangerang

5 comments so far

  1. iman brotosenoNo Gravatar June 7, 2008 1:00 am

    dulu pernah Bang Ali menyambut Gubernur Jabar, waktu itu Solichin GP..langsung dibawa ke balairoom Gedung Balaikota. Ditunjukan Peta DKI dan Jabar kepada Mang Ihin. Bang Ali meminta agar Tangerang, Depok dan Bekasi diserahkan menjadi bagian Jakarta, karena Bang Ali mengganggap mereka tidak bisa berdiri sendiri, dan sebagai daerah penyangga mestinya juga tumbuh bersama jakarta. Tentu saja permintaan ini ditolak Mang Ihin. Bahkan dia sempat marah dan menyindir Bang Ali. ” Kenapa nggak seluruh Jawa Barat diambil saja “.
    Intinya mungkin sebagai daerah penyangga, mereka juga bingung dananya. Tangerang khan secara lokasi dipakai oleh Jakarta dan Banten. Kalau duitnya Banten, kok Jakarta enak banget. Kalau duitnya Jakarta, kok Banten nggak nyumbang..
    Hmm..

  2. awayNo Gravatar June 9, 2008 10:25 am

    parah banget tuh kondisi jalannya

  3. PayjoNo Gravatar June 10, 2008 12:31 pm

    Sebelumnya saya tidak tahuCukanggalih itu yang sebelah mana. tapi setelah melihat fotonya, saya baru sadar itu tempat yang sering saya lewati.

    Keadaanya memang sudah parah, semenjak saya masih sekolah. Ditambah lebar ruas yang tidakbegitu lebar. Hujan becek, panas penuh debu.

  4. AnggaraNo Gravatar June 11, 2008 9:17 am

    itu lubang atau sumur ya kang?

  5. caplangNo Gravatar June 17, 2008 10:25 am

    hati-hati juga lewat jalan kaya gitu kalo udah gelap
    biasanya kendaraan akan milih jalan yg mulus
    bisa jadi tabrakan kan…

Leave a comment

Please be polite and on topic. Your e-mail will never be published.