Donor Darah IV KBBC

February 19, 2009

Kembali KBBC mengadakan donor darah bagi anggotanya. Boleh juga mengajak sanak saudara. Jangan lupa, hari Minggu, 22 Februari 2009 mulai jam 10 pagi ya. Tempatnya? PMI Kab. Tangerang di Jl. Mayjen Sutoyo sana. Di bawah ini ada petanya juga. Itu yang ada gambar kaca pembesarnya.

CP:
Edy 0818987339
Payjo 08999102766

Perlukah Kebijakan Afirmatif dalam Menetapkan Caleg Terpilih?

February 17, 2009

oleh Ari Juliano Gema

Pemilu sudah tinggal beberapa minggu lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih disibukkan dengan berbagai persiapan menjelang pemilu. Salah satunya adalah mempersiapkan peraturan dalam rangka menetapkan calon anggota legislatif (caleg) terpilih. Hal ini adalah sebagai tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 22-24/PUU-VI/2008, yang membuat Pasal 214 Undang-Undang No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD (UU Pemilu) menjadi tidak berlaku.

Pasal 214 tersebut pada dasarnya mengatur bahwa calon anggota DPR/DPRD terpilih ditetapkan dengan mempertimbangkan nomor urut dalam daftar calon tetap (DCT). Sehingga bagi caleg yang memiliki nomor urut paling kecil memiliki peluang besar untuk terpilih sebagai anggota legislatif dari partainya. Namun, dengan terbitnya putusan MK tersebut, yang mana MK memberikan pertimbangan bahwa penetapan anggota DPR/DPRD terpilih seharusnya berdasarkan pada perolehan suara terbanyak, maka penetapan caleg terpilih dengan mempertimbangkan nomor urut menjadi tidak berlaku lagi.

Kebijakan Afirmatif

Sebelum putusan MK tersebut terbit, UU Pemilu telah mengakomodir kebijakan afirmatif, yaitu memberikan aturan khusus dalam rangka mendorong partisipasi perempuan agar memiliki keterwakilan yang memadai dalam lembaga legislatif. Hal ini bisa terlihat dalam beberapa ketentuan UU Pemilu, yaitu antara lain: (i) mensyaratkan partai politik menyertakan sekurang-kurangnya 30% keterwakilan perempuan pada kepengurusan di tingkat pusat agar dapat menjadi peserta pemilu; (ii) mensyaratkan partai politik mengajukan daftar bakal caleg yang memuat paling sedikit 30% keterwakilan perempuan; dan (iii) nama-nama caleg dalam daftar bakal caleg tersebut disusun berdasarkan nomor urut dimana setiap 3 orang bakal caleg terdapat sekurang-kurangnya 1 orang bakal caleg perempuan.

Dengan begitu, apabila Pasal 214 UU Pemilu masih berlaku, banyak pihak menganggap bahwa caleg perempuan yang masuk dalam “tiga besar” nomor urut terkecil DCT punya peluang besar untuk terpilih sebagai anggota legislatif. Peluang ini menjadi tidak ada dengan terbitnya putusan MK tersebut. Bagi sebagian kalangan, dengan terbitnya putusan MK tersebut kebijakan afirmatif menjadi tidak ada artinya lagi.

Menanggapi hal itu, KPU bermaksud membuat peraturan mengenai penetapan caleg terpilih dengan tetap mengakomodir kebijakan afirmatif tersebut. Apabila kebijakan afirmatif diakomodir, maka jika ada satu partai politik meraih tiga kursi di suatu daerah pemilihan, kursi ketiga akan diserahkan kepada caleg perempuan.

Tetap Suara Terbanyak

Menurut saya, kebijakan afirmatif seharusnya cukup sampai tahap penyusunan dan pengajuan daftar bakal caleg oleh partai politik. Alasannya sederhana. Pertama, putusan MK sudah sangat jelas dan tegas dalam pertimbangannya bahwa penetapan caleg terpilih seharusnya dengan memperhatikan suara terbanyak, dan bukan dengan mempertimbangkan nomor urut dalam DCT. Putusan MK juga sama sekali tidak menyinggung bahwa penetapan dengan suara terbanyak itu harus memperhatikan kebijakan afirmatif.

Kedua, penetapan caleg terpilih dengan mengakomodir kebijakan afirmatif berpeluang menimbulkan perselisihan antar caleg dalam satu partai politik. Logikanya, caleg mana yang bersedia digantikan oleh caleg lain setelah mengetahui bahwa jerih payahnya berkampanye ternyata dapat menghasilkan satu kursi di DPR/DPRD. Perselisihan antar caleg ini dapat menghambat proses penetapan caleg terpilih, yang pada gilirannya dapat menghambat penyelesaian proses pemilu legislatif.

Ketiga, rasionalitas dalam memilih caleg menjadi tidak berlaku dengan kebijakan afirmatif itu. Logikanya, untuk apa pemilih bersusah payah mencari dan memilih caleg yang berkualitas apabila ternyata caleg yang dipilihnya itu mungkin tidak dapat menjadi anggota legislatif karena diganti oleh caleg lain berdasarkan kebijakan afirmatif.

Oleh karena itu, peraturan dalam bentuk apapun yang mengatur mengenai penetapan caleg terpilih seharusnya tetap mempertimbangkan suara terbanyak saja. Percayakan saja kepada pemilih untuk menggunakan hak pilihnya secara rasional. Kalau memang caleg perempuan yang diusulkan partai politik benar-benar berkualitas, maka pemilih tentu akan dengan sukarela memilihnya.
Apabila caleg perempuan merasa bahwa caleg laki-laki akan berbuat curang untuk menghalangi peluangnya menjadi anggota legislatif, maka laporkan saja kepada pihak yang berwenang. Dengan begitu, gender tidak perlu dijadikan keistimewaan untuk memperoleh kursi di DPR/DPRD. Yang penting adalah kualitas dari masing-masing caleg dan kepercayaan pemilih terhadap caleg yang bersangkutan.

Balap Liar Di Citra Raya Tangerang Setiap Minggu Sore

February 16, 2009

Malam Minggu, Minggu pagi dan Minggu sore adalahsaat-saat di mana Citra Raya menjadi sebuah tempat yang ramai. Pada malam Minggu, mulai dari sekitar pukul empat sore, Citra Raya dipadati oleh para muda-mudi yang bermalam Minggu. Kebanyakan muda-mudi itu berasal dari luar Citra Raya, yaitu berasal dari wilayah di sekitar Citra Raya. Selain menghabiskan malam Minggu dengan pasangannya, ada juga komunitas sepeda motor yang selalu mejeng di Citra Raya. Mereka sudah memiliki lokasi sendiri-sendiri untuk mejeng. Ada klub Mio, Thunder, Satria FU, Scorpio, Jupiter, Tiger, dan lain-lain. Bahkan, ada juga pecinta sepeda onthel, yang mejeng di Bundaran III. Mungkin karena melihat potensi keramaian itu maka pengembang Citra Raya membangun kawasan Mardi Gras di sekitar Bundaran III itu. Saat ini Mardi Gras sudah beroperasi dan akan dibangun lagi kios-kios tahap kedua.

Minggu pagi lain lagi keramaiannya. Bukan lagi muda-mudi yang menghabiskan malam minggu melainkan warga yang berolah raga pagi. Berbeda dari malam Minggu, pada Minggu pagi banyak pula warga Citra Raya sendiri yang berolah raga. Selain banyak yang berolah raga, banyak pula pedagang yang berjualan pada kesempatan ini mulai dari pedagang jajanan, topi, pakaian, boneka, barang-barang plastik (macam tupperware) sampai ke tanaman hias. Keramaian ini akan berlangsung sampai kira-kira pukul 8:30 pagi. Namun, agar Citra Raya bisa tetap ramai sepanjang hari, pengembang telah membangun Water World yang juga sudah beroperasi. Arena permainan air yang cocok untuk membawa keluarga berekreasi. Tarif masuknya Rp20.000 untuk warga Citra Raya dan Rp25.000 untuk umum.

Read more

Minggu yang Menegangkan, Gue tak sendirian, Nunggu pissa sampe jamuran

February 6, 2009

seminggu gatel ga posting karena UAS. Lambreta banged dah ni kampus. coz kampus-kampus yang laen udah pada libur bahkan udah ada yang mulai semester baru gue malah baru UAS. n finnaly sibuklah minggu-minggu ini. oke sedikit menjelaskan gimana keadaan soal UAS :

hari senin : Akuntansi Biaya (Hajar yang bikin soal)
hari selasa : Perilaku Konsumen (Tabokin yang bikin peraturan cuma 90 menit)
hari rabu : Kepemimpinan (Puja yang bikin soal)
hari kamis : Akuntansi Manajemen (Mutilasi yang bikin soal)
hari jumat : Bank dan lembaga keuangan (Hajar yang bikin soal) 
(mana ada tragedi gue di sangaka nyontek gara-gara menyampaikan kertas contekan temen gue, SIALAN!!)

well, gue juga mo cerita soal status gue sekarang yang udah keluar dari kelompok perjombloan indonesia. hehehhe. hu um gue udah jadian. sama siapa?? huekekekke sama orang yang itu juga. siapa dia?? oke gue jawab. iya jadian sama dimas.

WHAT??? 

iya I know tapi perasaannya emang gini gimana donk?? dan akhirnya di putuskan lah untuk menjalin hubungan sama dimas hihihihihi. doakan saja hal yang dulu-dulu tak terulang lagi amien..!!

gue baru aja pulang dari perjalanan bersama teman-teman kongkow. tapi kali ini nambah 2 anggota ayu and dimas. kan biasanya cuma gue sama denis doank kali ini 2 orang ini minta ikutan hehehehe. cari-cari makan lah biasa hobi gue bersama denis.

tadinya gue rencanain ngajak denis ke roti bakar 88 di kisamaun. tapi harus berbelok ke pissa menara di daerah kisamaun juga karena kita ga kedapetan tempat duduk oy...dan karena takut kemaleman jadilah milih cari tempat makan laen. tapi keknya kita (tepatnya gue doank) salah milih tempat coz nunggu pissanya itu luama banget keknya klo di jadiin sinetron komedi hasil obrolan ketawaan gue sama denis, ayu n dimas bisa jadi sinetron 20 episode tanpa iklan.

dan sambil nunggu paling gue poto-poto hehehehhehehehehe

SELAMAT MAKAN.....!!

dan tragedi aneh gue rasakan pada saat gue bayar hasil makan kita berempat. gue udah ngitung" 1 orang kena Rp 17.500 ( 1 orang makan pizza Rp 12.500, 2 botol fresh tea @ 2.500) dan di totalin 4 orang yang makan harusnya jadi Rp 70.000 donk?? nah pas gue tanya si mbak pissa menara (MPM)

Gue : Semuanya berapa mba??
MPM : fresh teanya berapa ??
Gue : 8 botol mba, bener kan dim??
Dimas : iya tadi nambah 4 botol lagi
MPM : semuanya jadi ENAM PULUH RIBU
Gue : oh enam puluh ribu
Gue : ngitung duit secara recehan sepuluh and duapuluh ribuan
Gue : ha?? berapa mba??
MPM : Enam puluh ribu mba
Gue : *mikir "ko segitu??"
Gue : *kasih uang 60 ribu
MPM : ngambil uang, ngitung dan " trimakasih"
Gue : sama sama mba
Gue : *jalan keluar
Gue : lah trus ini uang sapa 10 ribu??
Dimas : ya udah pegang aja
Gue : dih pegang gimana??
Dimas : udah...
Gue : woy yu...ini uang lo bukan??
Ayu : bukan tadi lo dah kembaliin gue goceng
Gue : lo nis?? eh denis kan gue yang bayarin ya lupa gue
Gue : uang dimas nih
Dimas : udah mita pegang aja
Gue : oh....ko 60 ribu ya? padahal gue ngitung ngitung satu orang harusnya 17.500 loh
Dimas : udah ntar kemaleman pulangnya
Gue : .......

sampe sekarang gue masih penasaran si mba pissa menara keknya salah ngitung deh..aduh klo kurang kan kesian dia ntar keuntunganya berkurang juga. nah loh....!! kan gue ga enak.....!!!
mba klo kurang bilang ya?? bales postingan saya ini mba...! oke mba,,,


oke thats all cerita hari ini. trimakasih selamat menikmati hari ini....!! salam ci..luk...ba....muuuuuaaaaccchhhh..!!

Hati-hati Melintas Di Jalan Raya Serpong Pada Musim Hujan

February 5, 2009

Jalan Raya Serpong merupakan jalan yang padat. Jalan yang menghubungkan Tangerang dengan Serpong ini sudah jauh berbeda dari keadaan sepuluh tahun yang lalu. Saat ini setiap sisi jalan memiliki tiga lajur jalan yang selalu ramai dengan kendaraan yang melintas. Mengingat padatnya jalan ini, saya pernah menulis mengenai perlunya dibuat Jembatan Penyeberang Orang di jalan ini, terutama ruas-ruas jalan yang banyak diseberangi oleh masyarakat.

Jalan Raya Serpong nyaman dilintasi pada musim kemarau. Sebagaian besar ruas jalan terasa mulus kecuali di depan WTC Serpong dan Giant Serpong yang banyak benjolan. Di ruas jalan di depan Giant Serpong bahkan sering terjadi kecelakaan yang menimpa pengguna sepeda motor. Mungkin karena jalanan yang benjol-benjol, pengendara sepeda motor yang melintas dengan kecepatan tinggi akan terlompat dan kemudian terpeleset. Namun, sekali lagi, sebagian besar ruas jalan ini nyaman di lewati.

Itu di musim kemarau. Sebaliknya, di musim hujan, saya sarankan Anda untuk berhati-hati apabila melintasi Jalan Raya Serpong karena di musim hujan permukaan jalan yang tadinya mulus akan menjadi berlubang-lubang. Tahun lalu saya pernah terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam. Tahun ini pun sudah mulai banyak lubang di permukaan jalan ini, baik di jalan yang menuju ke Tangerang maupun yang menuju ke Serpong.

Walaupun Anda sering melintas di jalan ini, saya sarankan untuk tetap berhati-hati karena jalanan yang kemarin masih rata tanpa lubang dapat muncul lubang pada hari ini. Kita tidak tahu apakan kemarin malam terjadi hujan lebat di jalan tersebut yang mengakibatkan timbulnya lubang di jalan dengan cepat.