Jembatan Penyeberangan Orang di WTC dan Permasalahannya

January 21, 2010

Jika Anda pernah ke mall WTC Serpong, Kota Tangerang Selatan, maka disana Anda akan menjumpai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang baru saja selesai dibangun sekitar akhir tahun 2009 kemarin.

JPO WTC1

Suasana jembatan saat masih dalam tahap pembangunan. Pengambilan gambar diambil pada tanggal 14 Juli 2009. Foto: Koleksi Pribadi

Jembatan tersebut mempunyai beberapa fungsi. Selain memberikan jaminan keamanan bagi orang yang hendak menyeberang, juga berfungi sebagai alat pemasukan untuk pemerintah daerah. Betapa tidak, reklame Djarum Super dan A Mild yang terpampang cukup besar itu telah memakan badan jembatan penuh. Anda tahu berapa ratus juta untuk space sebesar itu?

Masih ada fungsi lain yakni memberikan “kebebasan” kepada seseorang untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Salah satu caranya adalah mengemis di sepanjang jembatan. Ya!! dialah gepeng (gelandangan dan pengemis). Dalam sehari rata-rata saya menemukan 2 pengemis yakni di ujung saat kita naik dan di ujung satunya saat kita hendak turun.

Pemandangan seperti ini jelas merugikan kita sebagai pengguna jalan. Sungguh ironi memang. Dalam Mall WTC menyuguhkan hedonisme, sementara di luar masih terjadi kesenjangan yang jelas terlihat.

6 Responses to “Jembatan Penyeberangan Orang di WTC dan Permasalahannya”

  1. Payjo on January 21st, 2010 9:25 pm

    Dulu sewaktu masih dalam proses pengerjaan, saya dan Beib sempat heran, koq tiang penyangga badan JPO nggak dibikin penuh. Sisanya yang masih panjang dibiarka. Kirain saya dananya di mark-up :lol:

    Eh ga taunya emang disisain buat tiang penyangga reklame raksasa. Hadoh.

    [Balas]

  2. antown on January 24th, 2010 7:04 pm

    artinya itu udah awal direncanakan ya sama mereka. reklame itu berubah2 lho temanya, entah berapa bulan atau minggu sekali

    [Balas]

  3. Moh Arif Widarto on January 27th, 2010 12:04 pm

    JPO memang harus dimanfaatkan oleh Pemkot sebagai sarana untuk mendapatkan pemasukan. Saya tidak keberatan dengan hal tersebut. Akan tetapi, semestinya tidak sampai menutup pandangan pengguna JPO.

    Pemandangan seperti ini jelas merugikan kita sebagai pengguna jalan. Sungguh ironi memang. Dalam Mall WTC menyuguhkan hedonisme, sementara di luar masih terjadi kesenjangan yang jelas terlihat.

    Om Anton, yang merugikan pengguna jalan itu penggunaan JPO sebagai ruang reklame atau pengemis yang ada di JPO itu?

    [Balas]

  4. pandeg on January 30th, 2010 9:36 am

    lumayan tuh pemasukannya dari situ om

    [Balas]

  5. lambang on March 1st, 2010 3:32 pm

    kadang fasilitas penyeberangan jalan di buat untuk buang air kecil di malam hari bagi pengguna. coba dech anda cium! kadang bau pesing waktu lewat. (hanya sebagian saja!)

    [Balas]

  6. haru on March 4th, 2010 1:08 pm

    fasilitas penyebrangan hendaklah digunakan semksimal mungkin sayang kalau gk di manfaatkan?

    [Balas]

Got something to say?