Jalan Raya Serang Ruas Cikupa – Bitung Lebar Tapi Sempit
Jalan Raya Serang ruas Cikupa – Bitung sebenarnya merupakan jalan yang lebar. Jalan ini memiliki dua arah dan di setiap arahnya memiliki dua lajur. Sehingga, total lajur di Jalan Raya Serang ini ada empat lajur. Jalan yang lebar bukan?
Sayangnya, untuk ruas Cikupa – Bitung, lebar badan Jalan Raya Serang tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna jalan. Di ruas Cikupa – Bitung terlalu banyak truk yang parkir di sisi jalan, baik di sisi jalan pada arah ke Tangerang maupun pada sisi jalan arah ke Tigaraksa.
Yang lebih celaka lagi, Jalan Raya Serang ruas Cikupa – Bitung ini didominasi oleh dua garis utuh di tengahnya. Garis utuh di tengah jalan menjadi tanda larangan bagi kendaraan untuk melintasi garis tersbut dan menjadi tanda batas tepi jalan. Apabila pemakai Jalan Raya Serang ruas Cikupa – Bitung paham akan arti dua garis utuh di tengah jalan, mereka tidak akan melintasi kedua garis utuh di tengah untuk mendahului kendaraan yang berada di depannya. Sayangnya, karena banyak truk yang parkir di sisi jalan, mendahului kendaraan yang berada di depan kendaraan kita melalui sisi kiri sangat tidak nyaman. Akibatnya, banyak pengendara sepeda motor maupun mobil yang melanggar dua garis utuh di tengah jalan.
Saya berharap Polres Kabupaten Tangerang proaktif untuk menertibkan truk yang parkir liar di sepanjang Jalan Raya Serang ruas Cikupa – Bitung. Apabila Polres Kabupaten Tangerang tidak dapat menertibkan truk yang parkir liar tersebut, alternatifnya adalah mengganti dua garis utuh di tengah Jalan Raya Serang dengan dua garis putus-putus supaya pemakai jalan dapat mendahului kendaraan yang lambat di depannya melalui bagian tengah jalan. Kedua gambar di atas cukuplah menjadi bukti mengenai apa yang saya tulis di atas mengenai banyaknya truk yang parkir di sisi Jalan Raya Serang dang dua garis utuh di tengah jalan tersbut.
Related posts:





No Comments
Trackbacks/Pingbacks