Tangerang Raya

MARI TENGOK DIA SI PELUKIS JALANAN …

Kolong Seni Ciputat

Bapak yang satu ini punya cita-cita dalam setiap karya lukisnya; membangun karakter bangsa. Pada sebuah kanvas ia tumpahkan segala kegelisahan hidup. Pendiriannya tegas, selalu ingin berada di jalanan. Di tengah keramaian pasar, tiang pancang flyover yang memantulkan suara bising, karyanya terus mengalir membawa nostalgia manusia yang termanis. Semuanya ia lakukan dengan bersandar pada satu pilihan hidup; bekerja dengan hati.

Siang itu cuaca agak mendung. Di bawah jalan layang Ciputat, sejumlah kendaraan melintas menerbangkan debu, memberi isyarat kepada manusia agar lekas pergi dari sana. Meski begitu, beberapa pedagang sepatu, tukang ojek, dan pernak-pernik lainnya tak bergeming. Mereka justru mangkal tepat di bawah flyover sepanjang pasar Ciputat tersebut demi mendapatkan sejumput rupiah.

Tak terkecuali dengan Pak Bambang (54), bersama “lapak” lukisannya yang memajang berbagai lukisan wajah orang terkenal di Indonesia mau pun dunia. “G Masken, Kolong Seni: Membangun Karakter Bangsa” tertulis di sebuah papan berwarna biru. Di sebelahnya terbentang spanduk, “DEMO  MELUKIS, G Masken, Kolong Seni Ciputat, Tangerang Selatan.” Pada saat yang sama, ia sedang serius melukis wajah seorang calon wali kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. “Saya memang dari keluarga pelukis,” katanya sambil menjelaskan sang Ayah yang juga seorang pelukis. Pak Bambang telah menekuni tidak saja seni lukis, melainkan beberapa jenis kesenian lain, seperti musik dan dekorasi. Karirnya berawal dari Pasar Seni Jaya Ancol pada tahun 1975.

Melukis Karakter

Memilih di Jalanan

Apa artinya menghabiskan waktu di jalanan bagi Pak Bambang? Berisik dengan suara kendaraan, lalu-lalang orang, dan debu yang membikin penampilan kusam, padahal ia bisa saja menyewa tempat yang lebih nyaman untuk memamerkan lukisannya? Dengan senyuman, ia menjawab,” Saya senang berinteraksi dengan orang-orang di sini. Bisa menumbuhkan saling peduli. Dari situ saya melatih kepekaan untuk berkarya,” ujarnya. Baginya, terlalu rendah untuk para seniman mematok apa yang mereka kerjakan dengan standar perut atau rupiah. Ia lebih menilai berkutat di jalanan-lah kenikmatan hidup itu didapat. “Kerja itu kenikmatan, gimana kita menikmati hidup. Banyak orang yang sudah mapan, punya uang, rumah, dan sebagainya, tapi hatinya tetep ‘ga puas. Karena mereka merasa hidup mereka monoton,” lanjutnya lagi. Karya yang Pak Bambang jual adalah berkisar Rp 400.000 s/d Rp 5.000.000.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari caranya bekerja. Ia mengingatkan perlunya setiap orang mementingkan rasa (hati) dalam melakukan pekerjaannya. Ia menolak pengutamaan materi, sebelum seseorang menciptakaan suatu karya yang kreatif, penuh inovasi, dan bermutu. Lebih jauh, ia sangat merisaukan kehidupan zaman sekarang dimana banyak orang sudah memupuskan mimpi-mimpinya demi kesempatan yang sesaat. Kalau mau dibilang, seperti kebanyakan gaya politikus bangsa ini. Mencari-cari kesempatan sampai dapat kekuasaan, kemudian lupa apa yang ia janjikan. “Padahal, kan, (mereka) jadi budak materi,” tegasnya.

Seorang Pak Bambang membangun cita-citanya dari balik air mata sang Bunda. Sempat ia perlihatkan, kedua lukisan orang tuanya tersebut. Pada lukisan sang Ayah tertulis, “Bapakku, ya … Guruku.” Buat sang Ibu ia torehkan, “Air Mata Ibu Cermin Cita-Citaku.” Dua buah lukisan yang penuh pendalaman sejarah, nostalgia.

Di sela obrolan, berhenti sebuah mobil Avanza, pelanggan Pak Bambang. Keduanya lantas membicarakan sesuatu, si pelanggan pun kemudian segera pergi setelah melihat-lihat beberapa lukisan. Dia bercerita, beberapa mahasiswa dari UIN Jakarta dan BSI juga pengamen-pengamen muda sering kali mampir ke tempatnya guna belajar musik atau lukisan. Dengan gayanya ia menceritakan, “Pengamen pun harus jadi pengamen professional. Mereka ke sini, ingin belajar musik, saya sebutin tiga syarat. Pertama, kamu harus berani kelaparan dan kekurangan bensin. Kedua, kamu harus niat jadi professional. Ketiga, kamu harus kuat, karena semua ini tidak mudah!”

Selain melukis dan memamerkannya di kolong jalan layang Ciputat, Pak Bambang pun punya kesibukan lain, mengajar private lukis kepada anak-anak jalanan di Rumah Singgah di kawasan Plumpang, Jakarta Utara. Ia memliki keluarga, seorang istri dan dua orang anak (kuliah dan SMP). Namun demikian, pilihannya tetap sama, yakni di jalanan. Apakah berharap calon wali kota Tangerang Selatan, Airin, membeli lukisannya, kemudian memberikan tempat untuknya? “Ya, silahkan aja. Meski pun ibu Airin memberikan saya tempat untuk melukis, saya terima. Tapi satu; biarkan saya di jalan.”

Langit Ciputat pun semakin mendung diiringi orang-orang yang bergegas mempercepat langkahnya. Pak Bambang kembali duduk di hadapan sebuah kanvas. Melanjutkan pekerjaannya. Melukis kehidupan.

Pak Bambang

Related posts:

  1. Mari Pilih Walikota Baru Untuk Tangerang
  2. Ini Dia Lubang-Lubang Itu, Pak Wabup Tangerang

5 Comments

  1. Salut untuk pejuang jalanan, yg penting tertib dan tidak mengganggu pengguna jalanan yang lain

  2. salut juga dengan artikel ini. semoga ada lagi yang bisa menulis seperti ini lagi di sini.

    • makasih Oom

  3. Jempol untuk Bayulogi.

  4. thx buat bayulogi

Leave a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

Twitter KBBC KBBC Facebook Group Join KBBC RSS Blogger Benteng
JADWAL TRANSPORTASI TANGERANG DAN SEKITARNYA

JADWAL KRL SERPONG - JAKARTA

NO. KA SRP KBY PLM THB KET
521 05:10 05:37 05:44 05:50 COM LINE
523 05:35 06:02 06:09 06:25 COM LINE
731 06:10 06:37 06:44 06:50 EKONOMI
JADWAL KRL JAKARTA - SERPONG
NO. KA MRI THB KBY SRP KET
5651/5652 04:40 04:55 05:05 05:29 COM LINE
5653/5654 05:30 05:45 05:55 06:19 COM LINE
522 - 05.55 06.09 06.36 COM LINE
Selengkapnya...

Jalur: BSD CITY – PD Indah Mal – Ratu Plaza – Plaza Senayan

JADWAL

HARI KERJA

HARI SABTU

HARI MINGGU

BSD CITY

RATU PLAZA

BSD CITY

RATU PLAZA

BSD CITY

RATU PLAZA

PAGI

05.30

06.30

07.00

08.10

08.45

09.45

05.50 06.50 07.30 08.40 09.30 10.30
06.10 07.10 08.00 09.10 10.15 11.15

SIANG

09.15

10.15

10.15

11.15

11.15

12.15

10.15 11.15 11.15 12.15 12.15 13.15
11.15 12.15 12.15 13.15 13.15 14.15

SORE

16.15

17.15

15.25

16.25

14.55

15.55

16.35 17.35 15.55 16.55 15.55 16.55
16.55 17.55 16.25 17.25 16.55 17.55
Selengkapnya...

Rute : Summarecon - BENHIL

Hari: Senin s.d Jumat

Hari: Sabtu

HALTE/SMS

BENHILL

HALTE/SMS

BENHILL

05:45

-

07.30

09.00

06.00 - 10.15 11.30
06.15 - 16.00 17.30
06.30 -
07.30 09,00
08.00 10.30
10.00 11.30
Selengkapnya...
Internet Sehat ASEAN Blogger Blogger Nusantara Topi Bambu