Nge-Blog Adalah . . . . ?
Saya mulai lagi nge-blog di ‘blog’, biasanya saya menulis di note facebook. Saat mulai nge-blog, saya dipertanyakan, “kedalam kategori apa saya ini? Terlambat nge-blog atau tidak?”
Saya membicarakan soal hal tersebut ke beberapa teman, ada yang bilang ‘saya terlambat’ dan ada juga yang bilang ‘tidak ada kata terlambat’. Tapi tentu kedua jawaban itu ada dijelaskan dengan ilmiah.
Pertama, soal ‘saya terlambat’ untuk kembali nge-blog. Kata teman saya itu, sebenarnya pamor blogger itu sudah redup seiring kemunculan Facebook dan Twiter. Masa kejayaan blog berada di tahun 2003 sampai 2007, setelah itu tidak lagi. Namun masih banyak yang nge-blog, hanya saja traffic-nya tidak sepadat di era kejayaan.
Pada dasarnya nge-blog itu bertujuan untuk memberikan informasi, gagasan, atau pun hanya sekadar menuangkan pemikiran. Dan nge-blog itu juga dibagi bertujuan untuk ‘diri sendiri’, ‘publik’, atau pun komunitas. Jadi tinggal pilih tujuan awal nge-blog itu apa. Tujuan itu bisa di pakai untuk mencari ‘benang merah’ dalam blog itu sendiri.
Bahkan blog bisa menjadi ‘alat’ 3 pilar utama Indonesia, Eksekutif, Yudikatif, dan Legislatif. Blog juga bisa dijadikan alat perpolitikan Indonesia. Misalnya saja yang terjadi saat Pemilihan Umum Presiden 2004. Seorang calon presiden mengundang sebuah komunitas blog, dan ceramah di depan mereka. Si capres itu menganggap blog adalah kendaraan yang kuat. Gagasan dan political view sang capres bisa disosialisasikan dalam blog itu. Ongkos politiknya pun akan lebih murah dibanding berbicara di depan wartawan yang belum tentu gagasannya akan ditulis sesuai keinginannya.
Di era kejayaan blog, blogger diperdayakan oleh pihak swasta untuk menuliskan produk-produk. Misal, Yamaha ingin mengeluarkan sebuah produk baru. Mereka butuh sebuah publikasi langsung agar tulisan ataupun foto-foto produknya dapat di buat di jaringan internet. Maka Yamaha mengundang sebuah komunitas blogger. Biasanya jumlahnya tidak banyak, masih terbilang puluhan. Mereka pun dibayar untuk menuliskan informasi tentang produk itu sendiri.
Namun, saat ini kejayaan blog sudah berakhir, atau saya lebih suka menyebutnya berkurang. Tapi, ada benarnya juga penjelasan teman saya itu, masyarakat virtual lebih suka mengutak-atik pemiliran dan gagasannya lewat Twitter ataupun Facebook. Hal itu dikarenakan pembacanya (follower dalam Twitter) jelas dan bisa dihitung. Lagi pula sasarannya jelas. Tidak dengan blog yang kita tidak pernah tahu siapa saja yang sudah lihat posting-an kita.
Kedua, soal ‘saya tidak terlambat’. Pada dasarnya nge-blog itu adalah suka-suka dan bebas-bebas saja menyampaikan sebuah gagasan pemikiran. Teman saya yang menyampaikan pemikiran ini begitu yakin dengan istilah ‘dunia maya tidak pernah ada batasan’, maka ia menganggap blog itu adalah dunia ekspresif yang akan hidup hingga kiamat.
Dalam argumentasinya, teman saya menyatakan beberapa hal:
- Blog adalah sebuah media pertukaran gagasan, ide, dan teori kehidupan
- Blog bersifat abadi dan akan menjadi media informasi dan komunikasi
- Blog bisa sebagai pembunuh dan pemberi kehidupan abadi bagi si blogger
- Blog merupakan perjalanan hidup dari si blogger
Obrolan terus berlanjut, saya pun mulai bosan dengan teori itu, lalu saya bertanya, “apa yang harus diperhatikan dalam nge-blog?” Dan teman saya bilang, “lu googling aja, keluarkan kata kunci ‘tips ngeblog’. Beres perkara.” Hahahaha, saya pun tertawa.
Tapi memang banyak sekali tips-tips nge-blog, mungkin jumlahnya ratusan. Karena dalam hal ini, blog bukan sebuah benda baru di kehidupan modern ini. Namun paling tidak saya mempunyai beberapa tips dan trik yang mungkin bisa dicoba.
Judul Itu Nyawa
Tidak terlalu berlebihan saat saya ungkapkan seperti itu, karena judul itu ibarat kepala dan mata sebuah posting-an. Judul itu harus menarik, provokatif, akrab, tidak sulit dicerna, tidak memakai bahasa sulit, tidak lebih dari 8 suku kata.
Menulis selayaknya seperti bercerita
Saya ingat soal istilah lama soal dunia jurnalistik, “kita bisa menulis, karena terbiasa menulis.” Saya membenarkan istilah itu, dan terbukti. Menulis di blog itu tidak membutuhkan keahlian khusus dan harus belajar menulis sebelumnya. Tulislah apa yang ada di dalam pikiran, dan tuangkan dalam bahasa sendiri. Dalam dunia blogger, tulisan bersifat bebas. Anda bisa menulis apa saja dan dengan gaya apapun. Tuliskan tentang pengalaman, ilmiah dan sebagainya.
Perhatikan banyaknya tulisan
Sebuah prestasi dalam menulis blog, di saat tulisan tersebut di baca. Setelah itu tulisan di komentari, dan akhirnya dibuat sebuah kutipan untuk sebuah karya lain. Maka itu, menulis blog juga sebaiknya memperhatikan sifat pembaca yang kita tuju. Jangan sampai tulisan yang kita buat justru membuat si pembaca menjadi sulit mencerna. Maka itu jangan memakai bahasa yang kaku atau terlalu santai dalam tulisan, buat pembaca Anda santai dan nyaman saat membaca. Biasakan membuat tulisan yang fokus (tidak berbelit), panjang tulisan pun harus dibatasi meski dunia maya adalah dunia tidak terbatas. Misal, panjang tulisan cukul maksimal 20 paragraf, dan masing-masing paragraf terdiri dari 2-5 kalimat, dan masing-masing kalimat terdiri maksimal dari 10 kata. Hal itu bisa membuat pembaca santai.
Perhatikan keindahan tulisan
Faktor keindahan tulisan yang dimaksud bisa mencakup seberapa menarik pembahasan, pemilihan suku kata, ejaan, pemakaian kalimat dan sebagainya. Perhatikan juga tanda baca.
Gambar peristiwa
Jika memungkinkan tulisan yang Anda posting diberikan foto untuk menggambarkan peristiwa. Gambar tersebut setidaknya akan membawa si pembaca ikut serta dalam cerita Anda.
Terlepas dari kelima trik tersebut, nge-blog adalah sebuah kebebasan. Buatlah tulisan Anda bernyawa!
Related posts:




