Evaluasi Diri Menyambut Pergantian Tahun Baru 2012
Sobat KBBC, sesungguhnya peredaran waktu, detik ke menit, menit ke jam, jam ke hari, hari ke minggu, minggu ke bulan, bulan ke tahun, tahun ke umur kita, semuanya adalah kesempatan untuk instropeksi diri bahkan retrospeksi diri, apa yang telah kita lakukan dan apa yang akan kita lakukan. Sungguh jatah umur kita tak seorang pun yang tahu. Kadang yang muda Iebih dulu diambil yang Maha Kuasa, yang tua kemudian. Tetapi umumnya memang yang tua duluan dan yang muda kemudian.
Silahkan, seandainya Anda mau duluan dan saya belakangan, atau sebaliknya, saya belakangan dan Anda duluan.
Tetapi esensinya bukan panjang-pendeknya kesempatan, bukan panjang-pendeknya umur, tetapi bisakah memanfaatkan umur itu sendiri. Oleh karena itu, menjelang awal tahun 2012 ini, marilah kita meneliti diri kita masing-masing, tentang tiga hal:
Evaluasi waktu
Waktu yang lalu, sekarang, dan yang akan datang, harus selalu menjadi obyek koreksi. Cobalah jujur, waktu yang lalu yang sekian banyak kita pergunakan itu, bermanfaat atau tidak. Lebih banyak dosa atau pahala. Durhaka atau setia kepada Allah SWT. Mari kita obyektif, mengaku sejujurnya bahwa waktu yang lalu lebih banyak kita sia-siakan. Waktu sekarang ini mari kita jadikan ‘entry point’.
Selanjutnya adalah waktu tersisa. Takutlah kepada Allah SWT, bahwa genggaman waktu ada di Tangan Allah SWT, bukan di kesehatan kita, bukan di fisik kita. Yang terbaik adalah orang yang diberkahi umurnya, maka kalau kita berdoa janganlah minta panjang umur, tetapi mintalah umur yang berkah. Ada kata hikmah yang patut kita renungkan:
“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari masa lalu, maka dia beruntung. Dan barang siapa hari ini sama seperti kemarin, maka dia rugi, Dan barangsiapa hari ini lebih jelek dari kemarin, maka dia termasuk dholim”
Evaluasi Perilaku
Waktu akan bisa berarti jika ada perilaku. Perilaku ada tiga dimensi:
- Perilaku fikiran. Jangan pernah berfikir negatif, kadang orang senang mikir, tetapi kemudian lupa akhirat, lupa neraka. Dimensi fikiran ada tiga, dimensi wahyu, dimensi fikir, dan dimensi realitas, yang semuanya bisa menjadi bahan fikiran, tetapi kalau menyangkut benar dan salah, maka acuannya adalah wahyu, bukan akal dan bukan realitas.
- Lisan/ucapan. lnilah kata kunci surga atau neraka. Nabi Muhammad SAW ditanya, apa penyebab yang paling banyak orang masuk neraka? Rasulullah SAW menjawab : mulut atas dan mulut bawah. Memang dosa paling banyak itu dari mulut. Coba kalau kita timbang-timbang, mulai pagi hingga sekarang, yang paling banyak bekerja adalah mulut.
- Dimensi perilaku/tindakan. ini juga menentukan, apapun yang kita fikirkan, apapun yang kita ucapkan, akan berhenti di situ kalau tidak ada tindakan. Oleh karena itu marilah kita cocokkan tindakan kita dengan ucapan kita. Harga diri manusia, tergantung cocok tidaknya ucapan dengan tindakan.
Evaluasi Relasi
Ada tiga dimensi. Individual, Sosial dan Vertikal. Kalau kita berfikir tentang diri kita, kaitannya relasi diri sendiri, maka yang terpenting kuncinya adalah sehat. Usahakan diri ini sehat. Karena dengan sehat adalah modal segalanya. Sehat adalah nikmat yang tertinggi dalam hidup kita, tidak ada yang tahu kecuali orang sakit. Kita yang dalam kondisi sehat ini tidak terasa kalau sehat itu nikmat, tetapi orang yang sakitlah yang tahu bagaimana nikmatnya sehat.
Relasi sosial, kuncinya adalah kemaslahatan. Relasi vertikal kepada Allah SWT, kuncinya adalah taat. Apapun yang kita lakukan kita dasari hati yang taat dan ikhlas karena Allah SWT. Jadi dalam kehidupan ini yang terpenting adalah perhitungan kita harus serba ukhrowi. Dunia ini lahan, dan sesungguhnya orang yang pandai mengatur hati, tidak ada kehidupan yang dimensinya hanya duniawi, tetapi bisa diukhrowikan. Jadi semua bisa bernilai ukhrowi walaupun berbentuk duniawi.
Selamat re-introspeksi.
Related posts:





Mantab artikelnya,
dan juga dapat pesan dari tetangga :
Hidup itu belajar…
Belajar besyukur meski kekurangan
Belajar memahami meski tak sehati
Belajar ikhlas meski tak rela
Belajar bersabar meski tak kuat
Belajar instropeksi meski tak pernah salah
Maka dari itu tetap belajar untuk dijalan yg benar….
Belajar yang baik untuk menjadi yg terbaik ….
(^_^)v
karena hidup ini sudah ada rumusnya dan jalanya tinggal manusianya yang memilihnya
tapi evaluasi gak hanya diakukan saat pergantian tahun doang dong, btw thanks infonya
Setuju dengan Stupid Monkey. Evaluasi diri ini bisa kita lakukan setiap saat. Poin-poin Evaluasi yang disampaikan Mas Bagus bisa kita jadikan pedoman melakukan evaluasi diri.