Itu Memang untuk Giant

July 21, 2010

Menanggapi kiriman saya berjudul Giant Citra Raya Tangerang Dibangun Hanya Sekitar 500 Meter dari Pasar Cikupa, ada seorang pengunjung blog KBBC ini yang bertanya sebagai berikut:

“yakin tuh buat giat ??”

Mungkin maksudnya, “yakin tuh buat giant??”.

Nah, melalui kiriman ini saya ingin menegaskan bahwa bangunan yang sedang dikerjakan itu memang untuk Giant. Sebelumnya, saya mendapatkan informasi mengenai akan dibangunnya gedung untuk jaringan hypermarket dari Grup Hero tersebut dari seorang pemasar di Bagian Pemasaran Citra Raya Tangerang sekitar awal tahun. “Grup Hero dan Citra Raya Tangerang sudah deal untuk membangun Giant di dekat Gerbang Citra Raya Tangerang.” Dus, informasinya cukup valid buat saya.

Tidak sampai pertengahan tahun, proyek pembangunan Gedung Giant Citra Raya Tangerang sudah dimulai. Saya pun melaporkannya melalui tulisan yang tautnya saya sediakan di awal kiriman ini. Untuk membuktikan bahwa yang sedang dibangun itu memang bangunan untuk Giant, di bawah ini saya berikan foto plang proyek tersebut beserta sebuah spanduk dari Grup Hero. Semoga para pengunjung blog KBBC semakin jelas.

Sedikit informasi dari plang di atas:

NAMA PEMILIK: PT HERO SUPERMARKET TBK

JENIS BANGUNAN: GIANT SUPERSTORE

LOKASI: DS CIKUPA, KEC CIKUPA

Spanduk di atas tentu menjelaskan secara lebih tuntas mengenai apa yang sedang di bangun di lokasi tersebut. Lalu pertanyaannya adalah, “apakah pembangunan Giant Superstore yang hanya berjarak kira-kira 500 meter dari sebuah pasar tradisional, yaitu Pasar Cikupa itu tidak menyalahi aturan?”. Nah, soal itu yang belum terjawab. Saya sendiri belum sempat meneliti peraturan hukum atas pendirian sebuah superstore/hypermarket.

Giant Citra Raya Tangerang Dibangun Hanya Sekitar 500 Meter dari Pasar Cikupa

June 15, 2010

Sebuah hiper market akan hadir di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Hiper market di bawah bendera Hero Group tersebut, yaitu Giant, saat ini sedang dalam proses pembangunan. Sebagai warga Citra Raya Tangerang saya merasa bahwa Citra Raya Tangerang menjadi semakin komplit. Akan tetapi, sebagai warga Kabupaten Tangerang saya juga sedikit bertanya-tanya, kok bisa sebuah hiper market di bangun dengan jarak hanya sekitar 500 meter dari pasar tradisional, yaitu Pasar Cikupa.

lokasi giant citra raya tangerang

Berikut foto-foto proses pembangunan Giant Citra Raya Tangerang.

giant-citra-rayagiant-citra-raya (1)  giant-citra-raya (3) 

Apakah Pemerintah Kecamatan Cikupa berencana memindahkan kembali Pasar Cikupa yang membuat macet Jl. Raya Serang yang melintas di depannya? Entahlah.

JPO Dan Kemacetan

June 7, 2010

Seperti yang telah kita ketahui bersama, sepanjang jalan Serpong – Kota Tangerang kini sedang dibangun banyak sekali jembatan Penyeberangan Orang atau disingkat JPO. Ini karena ramainya kendaraan yang setiap hari melewati jalan ini.

Ditambah jalan Serpong – Kota Tangerang menjadi sentra industri. Banyak tempat hiburan, pusat perbelanjaan sampai dengan pabrik industri berdiri. Efeknya banyak penyeberang jalan mondar-mandir sembarangan. Selama ini hanya ada 3 JPO untuk penyebrang jalan.

Guna mengatasi kurangnya jumlah JPO, maka dibangunlah JPO baru di beberapa titik.

JPO baru yang sudah jadi dan digunakan adalah

  • JPO di depan Mall WTC Matahari Serpong
  • JPO di depan PT. Pratama

Sementara yang sedang dalam proses pengerjaan adalah

  • JPO di depan RS. As Shobirin
  • JPO di bundaran Alam Sutera
  • JPO di lampu merah Gading Serpong
  • JPO di depan Batalyon Kavaleri 09 Serbu (Kobra)

Ternyata kehadiran JPO menambah seperti koin bersisi dua. Di satu sisi JPO memberikan fasilitas bagi penyeberang jalan untuk bisa menyeberangi jalan dengan rasa aman dan nyaman. Tapi di satu sisi kemunculan JPO malah dimanfaatkan oleh para sopir-sopir angkot menarik penumpang.

Lihat saja JPO di depan PT. Pratama. Setiap jam masuk atau pulang karyawan, terjadi kemacetan parah di sini. Hal yang sama juga terjadi di JPO WTC Serpong

Ada baiknya ditempatkan polisi atau petugas lalu lintas di sana dan menindak tegas para sopir angkot yang menunggu penumpang demi kelancaran dan kenyamanan pengguna jalan.

JPO Baru di Jalan Raya Serpong

April 22, 2010

Warga Kota Tangerang Selatan boleh bergembira karena Pemkot Tangerang Selatan telah membangun Jembatan Penyeberangan Orang di depan WTC Matahari Serpong. Sebagai bagian dari komunitas Tangerang, Komunitas Bloger Benteng Cisadane juga bergembira karena apa yang pernah ditulis di website KBBC ini pada 18 Maret 2008 mengenai perlunya JPO di Jalan Raya Serpong telah mulai diwujudkan oleh Pemkot Tangerang Selatan sejak 2009.

Pasca tulisan KBBC itu, dibangun JPO di depan WTC Matahari Serpong. KBBC pun melaporkan hal tersebut pada 3 Juni 2009 melalui tulisan berjudul Pembangunan JPO di depan WTC Serpong.

Kini, ada satu lagi JPO yang sudah selesai dibangun. JPO ini terletak di depan PT Pratama di mana banyak karyawan PT Pratama yang menyeberang Jalan Raya Serpong di lokasi tersebut.

JPO di depan PT Pratama Serpong

Yang lebih menggembirakan lagi, di sepanjang Jalan Raya Serpong saat ini sedang dibangun tiga JPO lagi yang berlokasi di depan Plasa Serpong, di depan Rumah Sakit Ash-Shobirin dan di dekat Batalyon Kavaleri 09 Serbu.

pembangunan JPO di Plaza serpong

pembangunan JPO di dekat Yonkav 09/BU

Sayangnya, penulis masih melihat penyeberang jalan yang tidak memanfaatkan JPO yang dibangun di depan WTC Matahari Serpong. Pengelola WTC Matahari Serpong sebaiknya membantu mendidik masyarakat pengguna jalan untuk memanfaatkan JPO yang telah dibangun. Salah satu cara yang dapat dipergunakan adalah dengan memerintahkan petugas keamanan yang menyeberangkan mobil di depan WTC Matahari Serpong untuk selalu menghimbau penyeberang agar menyeberang melalui JPO. Yang penulis lihat, petugas keamanan ini justru sering membantu orang menyeberang bukan di JPO.

Untuk keamanan dan kenyamanan bersama, Komunitas Bloger Benteng Cisadane menghimbau agar penyeberang jalan memilih JPO untuk menyeberang. JPO itu dibangun untuk kita pergunakan, bukan untuk hiasan kota belaka.

Menjadi Penglaju di Tangerang Selatan

April 16, 2010

Tinggal di seputaran Tangerang Selatan, khususnya kawasan di sekitar Serpong – Bintaro sunggh merupakan kenyamanan tersendiri. Betapa tidak beragam fasilitas transportasi umum yang relatif nyaman bagi para penglaju dari kawasan Tangerang Selatan menuju Jakarta.

Meski memang, sarana transportasi ini belum terintegrasi secara penuh dengan moda transportasi dalam kota Tangerang Selatan maupun Jakarta, namun hal ini cukup membantu anda yang penat dengan kemacetan yang membara dalam perjalanan dari Tangerang Selatan ke arah Jakarta.

Read more

Jalan Raya Serang Ruas Cikupa – Bitung Lebar Tapi Sempit

April 9, 2010

Jalan Raya Serang ruas Cikupa – Bitung sebenarnya merupakan jalan yang lebar. Jalan ini memiliki dua arah dan di setiap arahnya memiliki dua lajur. Sehingga, total lajur di Jalan Raya Serang ini ada empat lajur. Jalan yang lebar bukan?

Sayangnya, untuk ruas Cikupa – Bitung, lebar badan Jalan Raya Serang tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna jalan. Di ruas Cikupa – Bitung terlalu banyak truk yang parkir di sisi jalan, baik di sisi jalan pada arah ke Tangerang maupun pada sisi jalan arah ke Tigaraksa.

truk-parkir-di-sisi-jalan-raya-serang-1

Yang lebih celaka lagi, Jalan Raya Serang ruas Cikupa – Bitung ini didominasi oleh dua garis utuh di tengahnya. Garis utuh di tengah jalan menjadi tanda larangan bagi kendaraan untuk melintasi garis tersbut dan menjadi tanda batas tepi jalan. Apabila pemakai Jalan Raya Serang ruas Cikupa – Bitung paham akan arti dua garis utuh di tengah jalan, mereka tidak akan melintasi kedua garis utuh di tengah untuk mendahului kendaraan yang berada di depannya. Sayangnya, karena banyak truk yang parkir di sisi jalan, mendahului kendaraan yang berada di depan kendaraan kita melalui sisi kiri sangat tidak nyaman. Akibatnya, banyak pengendara sepeda motor maupun mobil yang melanggar dua garis utuh di tengah jalan.

truk-parkir-di-sisi-jalan-raya-serang-2

Saya berharap Polres Kabupaten Tangerang proaktif untuk menertibkan truk yang parkir liar di sepanjang Jalan Raya Serang ruas Cikupa – Bitung. Apabila Polres Kabupaten Tangerang tidak dapat menertibkan truk yang parkir liar tersebut, alternatifnya adalah mengganti dua garis utuh di tengah Jalan Raya Serang dengan dua garis putus-putus supaya pemakai jalan dapat mendahului kendaraan yang lambat di depannya melalui bagian tengah jalan. Kedua gambar di atas cukuplah menjadi bukti mengenai apa yang saya tulis di atas mengenai banyaknya truk yang parkir di sisi Jalan Raya Serang dang dua garis utuh di tengah jalan tersbut.

Pembangunan JPO di depan WTC Serpong

June 3, 2009

Apabila Anda ingat salah satu kiriman saya mengenai perlunya JPO di Jalan Raya Serpong yang pernah saya tulis maka Anda saat ini perlu bergembira karena Jalan Raya Serpong akan memiliki sebuah JPO (jembatan penyeberangan orang) yang baru dibangun.

JPO ini dibangun di lokasi kelima yang saya sebutkan dalam kiriman tersebut, yaitu di depan WTC Serpong.

Sebagai orang yang mengusulkan agar dibangun JPO di Jalan Raya Serpong, saya menyambut baik pembangunan JPO tersebut. Saya tidak tahu apakah JPO tersebut dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang Selatan atau pihak WTC Serpong. Saya pun tidak tahu apakah JPO tersebut dibangun karena adanya kiriman saya tersebut. Akan tetapi, saya merasa gembira karena siapa pun yang membangun, akhirnya menyediakan fasilitas penyeberangan yang aman untuk penduduk.

Jembatan Penyeberangan Orang jelas sangat dibutuhkan di Jalan Raya Serpong mengingat Jalan Raya Serpong yang lebar terdiri dari tiga lajur di setiap arah dan memiliki lalu lintas yang sangat padat. Setiap hari saya melewati Jalan Raya Serpong sehingga saya menyaksikan sendiri kepadatan lalu lintas di jalan tersebut. Tentunya, JPO tidak hanya diperlukan di depan WTC Serpong. Paling tidak, ada lima lokasi yang saya usulkan pada kiriman terdahulu, yaitu:

  1. Di depan TIFICO. Di lokasi ini banyak karyawan yang menyeberang jalan pada saat jadwal masuk dan pulang kerja.
  2. Di lampu merah Gerbang Gading Serpong. JPO dapat disatukan dengan JPO Tifico. Akan tetapi, kalau tetap akan dibangun sebaiknya dibangun dengan jarak minimal 200m dari lampu merah ke arah Serpong karena saat ini lampu merah Serpong merupakan titik kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh angkot-angkot yang ngetem di sana.
  3. Di depan Plasa Serpong.
  4. Di antara RS As-Sobirin dan Bunderan Alam Sutera
  5. Di Depan WTC Serpong

Mudah-mudahan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera dapat membangun JPO di lokasi-lokasi yang lain.

Hati-hati Melintas Di Jalan Raya Serpong Pada Musim Hujan

February 5, 2009

Jalan Raya Serpong merupakan jalan yang padat. Jalan yang menghubungkan Tangerang dengan Serpong ini sudah jauh berbeda dari keadaan sepuluh tahun yang lalu. Saat ini setiap sisi jalan memiliki tiga lajur jalan yang selalu ramai dengan kendaraan yang melintas. Mengingat padatnya jalan ini, saya pernah menulis mengenai perlunya dibuat Jembatan Penyeberang Orang di jalan ini, terutama ruas-ruas jalan yang banyak diseberangi oleh masyarakat.

Jalan Raya Serpong nyaman dilintasi pada musim kemarau. Sebagaian besar ruas jalan terasa mulus kecuali di depan WTC Serpong dan Giant Serpong yang banyak benjolan. Di ruas jalan di depan Giant Serpong bahkan sering terjadi kecelakaan yang menimpa pengguna sepeda motor. Mungkin karena jalanan yang benjol-benjol, pengendara sepeda motor yang melintas dengan kecepatan tinggi akan terlompat dan kemudian terpeleset. Namun, sekali lagi, sebagian besar ruas jalan ini nyaman di lewati.

Itu di musim kemarau. Sebaliknya, di musim hujan, saya sarankan Anda untuk berhati-hati apabila melintasi Jalan Raya Serpong karena di musim hujan permukaan jalan yang tadinya mulus akan menjadi berlubang-lubang. Tahun lalu saya pernah terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam. Tahun ini pun sudah mulai banyak lubang di permukaan jalan ini, baik di jalan yang menuju ke Tangerang maupun yang menuju ke Serpong.

Walaupun Anda sering melintas di jalan ini, saya sarankan untuk tetap berhati-hati karena jalanan yang kemarin masih rata tanpa lubang dapat muncul lubang pada hari ini. Kita tidak tahu apakan kemarin malam terjadi hujan lebat di jalan tersebut yang mengakibatkan timbulnya lubang di jalan dengan cepat.

Jembatan Kebon Nanas Tambah Lebar

January 29, 2009

Tahukah Anda bahwa penduduk yang tinggal di seputaran Serpong yang setiap paginya harus menuju ke arah Tangerang atau Tol Jakarta – Tangerang selalu mengalami kemacetan? Ya, kemacetan. Kemacetan yang panjang mulai dari Jembatan Kebon Nanas yang kadang-kadang sampai ke Bundaran Alam Sutera. Setiap paginya dan di sebagian sore hari sepertinya Jalan Raya Serpong tidak mampu mengalirkan kendaraan karena padatnya lalu lintas. Sempitnya Jembatan Kebon Nanas yang memotong di atas Tol Jakarta – Tangerang dirasakan sebagai penyebab utama kemacetan di jalan ini. Oleh karenanya, Jembatan Kebon Nanas diperlebar di sisi Serpong menuju Tangerang.

image

Pada 15 Januari 2009 yang lalu, Jembatan Kebon Nanas telah diresmikan oleh Gubernur Banten Ratu Atut. Jembatan Kebon Nanas ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang selalu dihadapi oleh warga Serpong setiap pagi pada saat akan memulai aktivitas.

Read more

Tangerang Selatan, Dimanakah Dikau

December 17, 2008

Kabarnya DPR telah mengesahkan pembentukan Kota Tangerang Selatan, lalu saya iseng mencari semua hal yang berhubungan dengan Tangerang Selatan. Dan ketemu beberapa diantaranya adalah di wiki, kemudian di sini (sayang tidak jelas siapa yang punya domainnya), dan di blog wordpress. Yang lucu kalau masuk ke tangerangselatan.info atau tangsel.com yang ketemu malah situs musik.

Mudah2an nanti dibangun dengan baik situsnya yaa

Next Page »