Tak Kenal Maka Tak Sayang

June 29, 2010

“Tak Kenal Maka Tak Sayang” idioms para playboy kelas wahid ini terpaksa kami gunakan untuk sesi kopdar kali ini. Walau beberapa dari anggota KBBC ada yang sudah pada kenal dan sudah terlebih dahulu datang pada kopdar rutin sebelumnya, tapi kali ini ada juga beberapa anggota baru (yang sebetulnya tidak juga baru, hanya mati suri saja) turut hadir.

Pada kopdar kali ini kami berniat untuk mengenal Banten, tempat mistis yang kami tempati ini lebih dekat lagi. Dengan empat mobil kami berangkat menuju Serang. Kami ingin berkunjung ke Rumah Dunia dan Banten Lama. Rombongan Kami yang terdiri dari Mbak Triyani, Payjo, Sang Pangeran, Mbak Ari dan putrinya, Cahyana, Dessy Herviana, Mas Hermawan, Mas Susanto, Mbak Sulis (istri Mas Susanto, penulis buku Bunda Luar biasa), dua putri Mas Susanto, Bu Risma, Bu … (siapa namanya, Bu?), Antown, Peri Cantik, Om Andi Sakab, istri Om Andi, Bintang (momongan Om andi), Kang Kombor, Yu Kombor dan Dhenok, disambut oleh senyum manis Mbak Tias Tatanka (istri Mas Gol A Gong yang juga ibu dari Rumah Dunia), keramahan para relawan dan kehangatan Mas Gol A Gong.

Mas Gol A Gong yang memiliki nama asli Heri Hendriana Haris, adalah merupakan salah satu alasan kunjungan KBBC ke Rumah Dunia. Bagi kami para blogger yang berjiwa penulis dan berniat memiliki jiwa penulis ini, beliau itu ibarat master. Sudah banyak artikel, cerita bahkan buku yang beliau ledakkan. Siapa tidak kenal Balada Si Roy pada tahun ‘80-an. Atau “Tembang Kampung Halaman” yang dirilisnya kembali pada bulan Februari lalu. Sebagai seorang pendekar literasi dari Ciloang, mas Gong pun menembakkan anak-anak panahnya kepada kami. Beliau memberikan banyak tips menarik untuk menjadi penulis.Seperti yang di hujamkan langsung kepada salah satu blogger kami, “Selalu menulis 2 jam / hari.”

Penyerahan Cinderamata dari KBBC kepada Rumah Dunia

Penyerahan Cinderamata dari KBBC kepada Rumah Dunia

Setelah selesai foto bersama, dan menyerahkan cinderamata berupa buku dan plakat, kami pamit dan menculik Mas Kaban untuk memandu kami menuju Banten Lama. Mas Kaban dengan senang hati berniat memanjakan perut kami dengan hidangan khas banten. Namun sayang dua tempat nasi Rabek yang kami kunjungi enggan memanjakan perut kami disiang hari itu. Karena mereka baru buka sore hari. Akhirnya kami bersantap di Sate Asmawi.

Selesai makan kami lanjutkan perjalanan menuju situs situs Banten Lama. Perbenhetian pertama kami adalah Mesjid Kuno di Kaujon. Setelah melaksanakan shalat Dzuhur, rombongan menuju Musium Kepurbakalaan – Banten Lama -. Sungguh menakjubkan mengetahui bahwa Banten, yang dahulu disebut Bantam oleh orang Eropa dan Portugeese ini, memiliki nilai sejarah yang tinggi. Ternyata Banten tak hanya menyimpan sejuta kisah mistis yang tak selesai di bicarakan tetapi juga memiliki sejarah dan akar budaya yang seharusnya juga tak lekang dari pembicaraan generasi ke generasi. Bhawa Banten ternyata memiliki Gua, bahwa Banten ternyata memiliki monumen / tugu / bangunan bersejarah yang tak tergantikan oleh seribu mall komersil.. Bahwa Suku Baduy itu memiliki filosofi yang menarik untuk digugu dan ditiru… Bahwa Ujung Kulon menjadi cagar budaya yang sudah terlanjur di pinang oleh WWF…

…. haduh masih banyak potensi dan topik gosip mengenai daerah Banten. Banten yang dulu hingga kini masyarakatnya bergantung pada laut walau entah kenapa kasus pencurian ikan masih menjadi kasus paling mendominasi di banten..

Mari kita dukung visi pemerintah banten : “Banten sebagai destinasi pariwisata yang berbudaya, profesional dan kompetitif

Setelah pemandu museum, yang empat bulan lagi akan pensiun selesai mencuci otak kami dan menitipkan warisan budaya ini kepada kami untuk di catatkan pada blogger ini, kami melanjutkan perjalanan untuk menjenguk Dewi Kuan Im, namum Vihara sedang di renovasi. Dan karena awan menutupi langit dan menjadi sedikit gelap, kami sudahi perjalanan kami dengan membeli sate bandeng. Ini adalah kegiatan ibu ibu.. shopping. Tadinya kami sudah agak khawatir karena takut satenya di borong Mbak Tri. Untung ada mas Kaban, kami di bawa menuju pusat indistrinya langsung.

Museum Kepurbakalaan Banten

Museum Kepurbakalaan Banten

Setelah mengembalikan Mas Kaban dengan utuh ke Rumah Dunia. Kami berpisah dan menuju Rumah Masing-Masing.

Kami merasakan bahwa kopdar adalah satu hal indah tersendiri bagi kami. Kopdar tidak harus mewah. Kopdar tidak harus mahal. Kopdar bukan suatu prestise yang di kejar untuk menggemukkan suatu komunitas. Kopdar kami berdasarkan filosofi para playboy : tak kenal maka tak sayang … Semakin kenal dengan keluarga besar KBBC, juga semakin kenal dengan Bantam.
Setelah kenal, maka timbullah sayang.. setelah sayang, maka …..

KBBC Goes To Rumah Dunia dan Banten Lama

June 16, 2010

Setelah memberikan pelatihan blog di SMK Al Amanah, Setu, Tangerang Selatan pada April 2010 dan Donor Darah pada Mei 2010 maka agenda KBBC pada 27 Juni 2010 adalah berkunjung ke Rumah Dunia dan Banten Lama.

Rumah Dunia adalah sebuah pusat pembelajaran atau learning center yang didirikan oleh Gola Gong dan istrinya, Tias Tatanka. Di Rumah Dunia, kita dapat belajar jurnalistik, sastra, seni rupa, teater dan TV. Yang tidak ketinggalan adalah dunia pustaka, yang merupakan cikal bakal Rumah Dunia. Rumah Dunia terletak di belakang rumah Gola Gong di Komplek Hegar Alam, Ciloang Serang, Banten.

Untuk anak bangsa yang menginjak usia remaja pada kurun waktu 80 – 90an dan pernah membaca serial Balada Si Roy tentu mengenal Gola Gong. Ya, Gola Gong adalah penulis cerita berseri itu. Gola Gong sudah menulis sekitar 25 cerpen, ratusan skenario film dan cerpen.

KBBC direncanakan akan berada di rumah dunia mulai pukul 10:00 WIB sampai dengan 12:00 WIB. Setelah itu, KBBC akan berkunjung ke Banten Lama. Di Banten Lama, KBBC akan mengunjungi reruntuhan Keraton Kaibon, reruntuhan Benteng Surosowan, Masjid Agung Banten dan Vihara Avalokiteswara.

 

Mari kita buka cakrawala bersama KBBC.

Festival Cisadane 2010

June 14, 2010

Festival Cisadane 2010

Festival CisadaneTangerang sebagai kota industri memiliki festival tahunan yang sudah dikenal luas, yaitu Festival Cisadane. Pertama kali festival ini digelar pada tahun 1993 dan sampai sekarang selalu diadakan di pinggiran Sungai Cisadane, tepatnya Jalan Benteng Jaya.

Festival Cisadane biasanya digelar bersamaan dengan perayaan Peh Cun. Perayaan Peh Cun atau hari raya Twan Yang (Duan Wu) dirayakan pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Tionghoa sebagai ucapan syukur.

Tahun 2010 ini, Festival Cisadane kembali digelar yaitu pada tanggal 16-22 Juni 2010 mendatang. Bagi masyarakat Tangerang yang ingin berpartisipasi mengikuti festival tahun ini, berikut adalah persyaratan yang ditetapkan oleh panitia Festival Cisadane 2010.

Sekilas Sejarah Perayaan Peh Cun

Duan Wu Jie atau yang dikenal dengan sebutan Festival Peh Cun di kalangan Tionghoa Indonesia adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Tiongkok. Peh Cun adalah dialek Hokkian buat Pa Chuan (mandarin) yang artinya mendayung perahu, walaupun perlombaan perahu naga di kalangan Tionghoa Indonesia telah tidak umum saat ini, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini.

Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dimulai dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan Bak Cang (Rou Zong = Mandarin) dan perlombaan perahu naga (Hua Long Zhou = Mandarin). Karena dirayakan secara luas di seluruh Tiongkok, maka dalam bentuk kegiatan dalam perayaannya juga berbeda di satu daerah dengan daerah lainnya. Namun persamaannya masih lebih besar daripada perbedaannya dalam perayaan tersebut.

Asal Usul

Dari catatan sejarah dan cerita turun temurun dalam masyarakat Tiongkok, asal usul festival ini dapat dirangkum menjadi 3 kisah :

Peringatan atas Qu Yuan

Qu Yuan (339 SM~277 SM) adalah seorang menteri Raja Huai dari Negara Chu di masa Negara Berperang (Zhan Guo Shi Dai, 475 SM~221 SM). Ia adalah seorang pejabat yang berbakat dan setia pada negaranya. Ia banyak memberikan ide untuk memajukan negara Chu, bersatu dengan negara Qi untuk memerangi negara Qin. Namun sayang, ia dikritik oleh keluarga raja yang tidak senang padanya yang berakhir pada pengusirannya dari ibukota negara Chu. Ia yang sedih karena kecemasannya akan masa depan negara Chu kemudian bunuh diri dengan melompat ke sungai Yu Luo. Ini tercatat dalam buku sejarah “Shi Ji” tulisan sejarahwan Sima Qian.

Lalu menurut legenda, ia melompat ke sungai pada tanggal 5 bulan 5. Rakyat yang kemudian merasa sedih kemudian mencari2 jenazah sang menteri di sungai tersebut. Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri. Kemudian untuk menghindari makanan tersebut dari naga dalam sungai tersebut maka mereka membungkusnya dengan daun-daunan yang kita kenal sebagai Bak Cang sekarang. Para nelayan yang mencari2 jenazah sang menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari perlombaan perahu naga setiap tahunnya.

Peringatan atas Wu Zi-xu

Ini adalah versi lain yang juga populer di pesisir timur Tiongkok. Wu Zi-xu adalah orang negara Chu pada zaman Musim Semi dan Gugur (Chun Qiu Shi Dai, 770 SM~476 SM), namun karena keluarganya dibunuh oleh Raja Chu menyebabkan ia pergi membantu negara Wu menyerang negara Chu. Kerajaan Wu menang perang berkat jasanya. Sayangnya, setelah Raja Wu He Lu meninggal dan digantikan anaknya, anaknya tidaklah begitu menghormati Wu Zi-xu. Wu Zi-xu yang menasehatkan raja baru untuk menyerang negara Yue tidak digubris dan malah ia difitnah oleh menteri negara Wu yang bersekongkol dengan negara Yue mengharuskan ia dihukum mati. Setelah meninggal, jenazahnya kemudian dibuang oleh menteri ke dalam sungai. Sehingga, orang2 kemudian merayakan hari raya Duan Wu untuk memperingatinya.

Bermula dari perayaan suku kuno Yue di Tiongkok Selatan

Perayaan sejenis Duan Wu ini juga telah dirayakan oleh suku Yue di selatan Tiongkok pada zaman Dinasti Qin dan Han. Perayaan yang mereka lakukan adalah satu bentuk peringatan dan penghormatan kepada nenek moyang mereka. Kemudian setelah terasimilasi secara budaya dengan suku Han yang mayoritas, perayaan ini kemudian berubah dan berkembang menjadi perayaan Duan Wu yang sekarang kita kenal.

Kegiatan dan Tradisi

  • Lomba Perahu Naga : Tradisi perlombaan perahu naga ini telah ada sejak zaman Negara Berperang (475 SM~221 SM). Perlombaan ini masih ada sampai sekarang dan diselenggarakan setiap tahunnya baik di Mainland (Hunan), HK, Taiwan maupun di AS. Bahkan ada perlombaan berskala internasional yang dihadiri oleh peserta2 dari luar negeri yang kebanyakan berasal dari Eropa ataupun Amerika Utara. Perahu naga ini biasanya didayung secara beregu sesuai panjang perahu tersebut.
  • Makan Bak Cang (Rou Zong = mandarin) : Tradisi makan bak cang secara resmi dijadikan sebagai salah satu kegiatan dalam festival Duan Wu sejak Dinasti Jin. Sebelumnya, walaupun bak cang telah populer di Tiongkok, namun belum menjadi makanan simbolik festival ini. Bentuk bak cang sebenarnya juga bermacam2 dan yang kita lihat sekarang hanya salah satu dari banyak bentuk dan jenis bak cang tadi. Di Taiwan, di zaman Dinasti Ming akhir, bentuk bak cang yang dibawa oleh pendatang dari Fu Jian adalah bentuk bak cang yang bulat gepeng, agak lain dengan bentuk prisma segitiga yang kita lihat sekarang. Isi bak cang juga bermacam2 dan bukan hanya daging, ada yang isinya sayur2an. Ada pula yang dibuat kecil2 namun tanpa isi untuk kemudian dimakan bersama serikaya (penulis : dulu saya suka makan yang ini karena manisnya serikaya, apalagi buatan ibu sendiri).
  • Menggantungkan Rumput Ai dan Chang Pu : Duan Wu yang jatuh pada musim panas biasanya dianggap sebagai bulan-bulan yang banyak penyakitnya, sehingga rumah2 biasanya melakukan bersih2, lalu menggantungkan rumput Ai (penulis : saya kurang tahu bahasa Indonesia-nya) dan Chang Pu di depan rumah untuk mengusir dan mencegah datangnya penyakit. Jadi, festival ini juga erat kaitannya dengan tradisi menjaga kesehatan di dalam masyarakat Tionghoa.
  • Wu Shi Shui (Air tengah hari) : Tradisi ini cuma ada di kalangan masyarakat yang berasal dari Fujian (Hokkian, Hokchiu, Hakka), Guangdong (Teochiu, Kengchiu, Hakka) dan Taiwan adalah mengambil dan menyimpan air pada tengah hari festival Duan Wu ini, dipercaya dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit bila dengan mandi ataupun diminum setelah dimasak. (penulis : dulu sering dibawa orang tua bermain dan mandi ke sungai di luar kota pada tengah hari festival Duan Wu).

Untuk Perayaan Peh Cun tahun 2010, akan ada pemecahan rekor MURI ( Museum Rekor Indonesia) makan bacang terbanyak dan mendirikan telor terbanyak.

Sumber dari sini, sini dan sini.

Kopdar KBBC Mei 2010 : Nyumbang Darah Lagi

May 19, 2010

Untuk kesekian kalinya, Komunitas Bloger Benteng Cisadane kembali akan mengadakan kegiatan Donor Darah. Sebagai informasi, kegiatan donor darah ini adalah agenda rutin KBBC yang dilakukan setiap 3 bulan sekali yang bertempat di PMI Kabupaten Tangerang.

Setiap pelaksanaan kegiatan donor darah, KBBC secara terbuka mengundang bagi siapa saja yang mau ikut bareng menyumbangkan darah bersama KBBC. Entah itu bloger, fesbuker ato siapa saja. Nanti kita bisa ngobrol-ngobrol dengan tema bebas dan saling menjalin silaturahmi plus sambil beramal menyumbangkan darah.

Lalu kapan acaranya? Berikut adalah detail acara donor darahnya.

Donor Darah KBBC Bulan Mei 2010

Waktu

Minggu, 30 Mei 2010

Pukul 10:00 s/d selesai

Tempat

PMI Kabupaten Tangerang

Jln. Mayjen Sutoyo No.1 Tangerang 15111Banten

Ph.  021 5523 582

Fax. 021 5523 582

Contact Person

Payjo  : 08988 724590

Kang Kombor  : 0815 11711 204

Sampai jumpa di acara donor darah, semuanya!.

Para Instruktur Pelatihan Blog KBBC di SMK Al-Amanah

April 22, 2010

Berikut ini adalah para instruktur pelatihan blog KBBC di SMK Al-Amanah, Pocis, Setu, Tangerang Selatan.

Pembawa materi, mulai dari atas: Om AwayOm Anggara, Om Ajo, Om Caplang, Om Kombor.

om away om anggaraom ajo

om caplang

Instruktur lain, mulai dari atas: Om Payjo, Sang Pangeran, Tante Riri, Om Suranto, Uzanc dan Mbak Triyani. Khusus untuk foto yang ada Mbak Triyani, urutannya dari kiri ke kanan adalah Tante Riri, Mbak Triyani dan Om Away.

Om Payjo

sang pangeran

tante riri

om suranto

uzanc

mbak triyani

Kopdar Taman Kota KBBC 20100131

February 1, 2010

Cuaca sedikit mendung. Hari yang telah ditentukan telah tiba. Saatnya kopdar bersama blogger Tangerang. Tak ada bawaan istimewa dalam tasku, kecuali beberapa pena dan buku sketsa, senjata andalanku.

Jika kita berangkat dari arah kebon nanas untuk menuju ke Taman Kota bisa naik angkot apapun yang ke arah serpong, lalu turun di jembatan setelah BSD Plaza. Naik lagi angkot hijau bergaris pink (baca: merah muda)-paduan warna yang sungguh tak nyaman di mata. Ongkos naik angkot hanya sepertiga dari satu porsi nasi warteg dengan telor dan sayur, yakni dua ribu rupiah.

Tampak jauh kulihat Aki Herry tampak bersemangat. Payjo tetap merapat–dengan beibnya. Sepertinya aku sedikit terlambat. Sudah jam 10 lewat.

Pada kopdar kali ini datang beberapa tamu istimewa, yakni Aki Herry, Topiq, Kang Hermawan, Uzanc cs, Kang Bahtiar bersama Istri, Mas pendiri komunitas Hacker Cisadane dan beberapa lainnya yang saya lupa namanya. Deuh, maafkan saya. Kalo sama Mas Edy Caplang, saya tak kan lupa hehe

Hujan rintik-rintik yang membasahi bumi tak menghalangi kami menghentikan diskusi. Mulai dari pembahasan redesain web KBBC dan logonya (kalo sempat), donor darah, hostingan murah, hingga pembahasan pelatihan blog yang akhirnya disepakati di sekolahnya si Uzanc.

Apa lagi ya? oh iya, ada gorengan, Fanta, kamera, narsis dan canda tawa. Ah pokoknya seru dah. Sayang saya tak bisa lama-lama karena keburu ngejar jadwal bus Trans BSD ke arah Jakarta.

Kopdar KBBC Januari 2010

January 27, 2010

logo_kbbc1-300x244

Menyambut tahun 2010, KBBC kembali mengadakan kopdar rutin bulanan. Untuk bulan Januari 2010 kopdar akan dihelat di Taman Kota. Kopdar ini seperti biasa terbuka untuk bloger Tangerang baik yang sudah bergabung dengan KBBC atau belum.

KOPDAR KBBC JANUARI 2010

Taman Kota 1 BSD City

31 Januari 2010

Pukul 09:30 – selesai

CP
Payjo                  : 08999 1027 66
Kang Kombor : 0815 11711 204
Oom Antown   : 0856 19787 18

Peta lokasi kopdar bisa dilihat di sini

Kopdar KBBC Bulan Juli : Hangat Roti Pinggir Kali

July 4, 2009

logo_kbbcSetelah bulan Juni KBBC tidak mengadakan kopdar rutin bulanan karena kesibukan dari masing-masing anggotanya, bulan Juli ini KBBC kembali mengadakan kopdar. Kopdar kali ini berbeda dengan kopdar-kopdar sebelumnya. Selain karena lokasinya yang bertempat di pusat kuliner Tangerang, tepatnya di Roti Bakar 88 Kisamaun juga karena waktunya yang malam hari. Lebih lengkapnya sbb:

Roti Bakar 88

Tanggal/Hari  : Jumat, 10 Juli 2009

Waktu                : 19:00 – selesai

Tempat             : Roti Bakar 88

Jl. Kisamaun No. 118 Tangerang

Seperti biasa, ada obrolan hangat dan roti bakar nan sedap tentunya. Undangan kopdar ini berlaku untuk semuanya, bloger anggota KBBC maupun non-anggota. Peta lokasi bisa dilihat disini.

CP: 1. Payjo  08999102766

2. Eddy   0818987339

Balap Liar Di Citra Raya Tangerang Setiap Minggu Sore

February 16, 2009

Malam Minggu, Minggu pagi dan Minggu sore adalahsaat-saat di mana Citra Raya menjadi sebuah tempat yang ramai. Pada malam Minggu, mulai dari sekitar pukul empat sore, Citra Raya dipadati oleh para muda-mudi yang bermalam Minggu. Kebanyakan muda-mudi itu berasal dari luar Citra Raya, yaitu berasal dari wilayah di sekitar Citra Raya. Selain menghabiskan malam Minggu dengan pasangannya, ada juga komunitas sepeda motor yang selalu mejeng di Citra Raya. Mereka sudah memiliki lokasi sendiri-sendiri untuk mejeng. Ada klub Mio, Thunder, Satria FU, Scorpio, Jupiter, Tiger, dan lain-lain. Bahkan, ada juga pecinta sepeda onthel, yang mejeng di Bundaran III. Mungkin karena melihat potensi keramaian itu maka pengembang Citra Raya membangun kawasan Mardi Gras di sekitar Bundaran III itu. Saat ini Mardi Gras sudah beroperasi dan akan dibangun lagi kios-kios tahap kedua.

Minggu pagi lain lagi keramaiannya. Bukan lagi muda-mudi yang menghabiskan malam minggu melainkan warga yang berolah raga pagi. Berbeda dari malam Minggu, pada Minggu pagi banyak pula warga Citra Raya sendiri yang berolah raga. Selain banyak yang berolah raga, banyak pula pedagang yang berjualan pada kesempatan ini mulai dari pedagang jajanan, topi, pakaian, boneka, barang-barang plastik (macam tupperware) sampai ke tanaman hias. Keramaian ini akan berlangsung sampai kira-kira pukul 8:30 pagi. Namun, agar Citra Raya bisa tetap ramai sepanjang hari, pengembang telah membangun Water World yang juga sudah beroperasi. Arena permainan air yang cocok untuk membawa keluarga berekreasi. Tarif masuknya Rp20.000 untuk warga Citra Raya dan Rp25.000 untuk umum.

Read more

Taman Kota 1 BSD

December 19, 2008

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata taman? Pasti sebuah area di mana banyak tumbuh-tumbuhan dan tempat yang sejuk. Situasi ini tidak jauh berbeda dengan taman kota BSD ini. Taman Kota ini terletak tidak jauh dari BSD junction. Hanya butuh sekitar 10 menit perjalanan dengan menggunakan sepeda motor dari BSD junction. Letaknya tidak jauh dari Giri Loka 3.
taman kota bsd

Ketika pertama kali masuk ke taman ini, Anda akan disambut dengan sebuah gapura besar bertuliskan “Taman Kota”
gapura taman kota

Di sebelah kiri dan kanan gapura terdapat warung  yang menjual makanan dan minuman. Sekedar informasi saja, teh botol atau fruit tea harganya Rp 4000 sebotol dan mizone harganya Rp 6000. Cukup mahal bukan? Makanya lebih baik bawa makan dan minum sendiri.
Tempatnya pun bersih. Tulisan “Buang Sampah Pada Tempatnya” rasanya dipatuhi oleh pengunjung. Di sana juga terdapat petugas kebersihan
dilarang buang sampah

Suasana di sini sangat teduh karena banyak pohon besar, di antaranya pohon “sapu tangan daun kuning”. Di sana sini terdapat tempat duduk yang terbuat dari batang pohon yang besar.
pohon besar yang membuat tempat menjadi teduh

Terdapat juga tempat bermain untuk anak.
tempat bermain anak

Ada juga tempat bermain pasir dan kalo gak salah ini adalah pasir pantai. Semuanya untuk anak-anak.
pasir pantai

Pokoknya tempat ini enak buat nongkrong dan melepaskan penat setelah lelah bekerja selama seminggu. Yang lebih menarik lagi masuk sini gratis

Next Page »