Kopdar Bloger Tangerang Juli 2010 – Mardi Grass, Citra Raya Tangerang
July 26, 2010

Kemarin pada tanggal 25 juli 2010, komunitas bloger benteng cisadane disingkat KBBC melaksanakan kopdar yang berlokasi di Mardi Grass, Citra Raya Tangerang. Meski sebelumnya sudah diumumkan melalui milis dan ada beberapa anggota yang berhalangan datang kopdar harus tetap berjalan. Karena kopdar kali ini akan membahas acara pelatihan blog yang rencananya akan diadakan di SMAN 1 Balaraja dikenal dengan Nebal.
Jam 09.55 saya [Em Zanu, red] sudah sampai di Mardi Grass, lalu sms Oom Payjo sebagai ketua koordinator ternyata sudah di dalam sedang menikmati segelas kopi + rokok [mantab]. Satu jam kemudian datang Kang Kombor dan tak lama disusul oleh Oom Andi Sakab. Sambil memesan makan dan minuman kami yang hanya berempat yang konfirm dalam milis, langsung saja diskusi tentang pelatihan blog mendatang. Oom Andi mengubungi salah satu temannya dan menetukan tanggal pelatihan yaitu 8 Agustus 2010. Karena target KBBC sebelum bulan puasa harus mengadakan pelatihan blog. Tak disangka-sangka ada seorang lagi yang datang jam 11.30, Mbak Mita. Jadi tambah rame nih.
Banyak yang kami diskusikan dan diselingi guyonan. Yah begitulah asiknya kopdar KBBC. Mungkin temen-temen lain yang berhalangan hadir dalam kopdar kemarin, semoga dalam pelatihan blog besok bisa datang untuk berpartisipasi. Tunggu saja informasi melalui milis dan website.
Oh ya bagi yang belum gabung dengan KBBC, tidak usah malu-malu. KBBC asik banget kok, saya juga dulu sempat berfikir malu jika bergabung.
Artikel lain tentang kopdar KBBC Juli 2010 :
Bloger Benteng – Kopdar KBBC di Mardi Grass Citra Raya Tangerang
Berikut foto-foto yang hanya beberapa jepret dari ponsel Saya dan kang Kombor ;

Dari kiri : Mbak Mita, Om Andi Sakab, Em Zanu, Kang Kombor, Om Payjo

Kang Kombor maen BB

Foto bareng dekat banner, didepan panggung utama Mardi Grass

Gantian Kang Kombor hilang sedang mengambil foto dengan ponselnya
#31. Kopdar KBBC Bulan Juli 2010
July 23, 2010
Saudara-saudara, siap-siap untuk kopdar KBBC!
Setelah bulan lalu KBBC kopdar sambil jalan-jalan ke Rumah Dunia, untuk bulan ini kopdarnya berbeda karena KBBC bakal jalan-jalan! *Apa bedanya coba?*
Kali ini lokasi kopdar KBBC bertempat di daerah Citra Raya Tangerang. Bagi bloger yang kebetulan baca dan mau ikut, silahkan catet waktu dan tempatnya di bawah ini ya.
Nama Kegiatan: Kopdar Akhir Juli 2010
Lokasi Kopdar: Mardi Grass, Citra Raya Tangerang
Hari & Tanggal: Minggu, 25 Juli 2010
Waktu: 10:00 WIB – selesai
Nanti apa saja acara kopdar kali ini? Jadi kopdar kali ini diisi pembahasan untuk kegiatan KBBC bulan Agustus nanti, yaitu pelatihan blog. Setelah pembahasan itu, disambung dengan wisata kuliner karena di Mardi Grass banyak jajanan enak tapi murah. Kalo sempet, ada Water World yang harga tiketnya murah. Siapa tahu ada yang pengen berenang.
Okeh, sampai jumpa di sana!
Filed under: Blog, Bloger Benteng, Bloger Tangerang, Kopdar Bloger Tangerang, Kuliner, Project365, Tangerang
Menelusuri rencana pemekaran Tangerang Barat
July 1, 2010
Pada Tanggal 10 Juli 2010 mendatang, Tangerang bagian barat akan memulai sebuah babak baru perubahan dengan diadakannya rencana rapat koordinasi tim percepatan Tangerang Barat yang kedua. Rencana pemekaran pada daerah Tangerang Barat sendiri sebenarnya telah ada sejak tahun 2007 yang juga bersamaan dengan usulan pemekaran pada daerah Tangerang Selatan yang telah lebih dulu disahkan sebagai Kota Tangerang Selatan pada tanggal 29 Oktober 2008.
Adapun wilayah yang mencakup dalam pemekaran Tangerang Barat terdiri dari 9 kecamatan, yaitu:
2. Cisoka
3. Solear
4. Jayanti
5. Sukamulya
6. Gunung Kaler
7. Mekar Baru
8. Kresek
9. Kronjo
Dalam rapat yang berlokasi di Kp. Cengkok-Sentul Rumah Bpk H.Ardiwinata (Alm) tersebut dihadiri pula oleh tokoh-tokoh masyarakat seperti Suherman Kumis, Durahman, KH. Djasmaryadi, H. Saepul Rizal,Kosasih, Dwi Mulyono, Gilang Sumiarsa, dkk. Sedangkan yang menjadi motor penggeraknya ialah Isbandi sebagai ketua Tim Percepatan Pemekaran Kab. Tangerang Barat atau di singkat TP2TB.
Tujuan diadakan rapat adalah untuk membahas Persiapan Deklarasi Tim Percepatan Tanggal 25 Juli 2010 dan Pematangan Tim. Semoga dengan adanya pembentukan percepatan pemekaran Tangerang Barat ini dapat memberikan hembusan angin dan harapan baru khususnya bagi warga yang berada di wilayah Tangerang Barat.
#18. Festival Cisadane 2010
June 15, 2010
Tangerang sebagai kota industri memiliki festival tahunan yang sudah dikenal luas, yaitu Festival Cisadane. Pertama kali festival ini digelar pada tahun 1993 dan sampai sekarang selalu diadakan di pinggiran Sungai Cisadane, tepatnya Jalan Benteng Jaya.
Festival Cisadane biasanya digelar bersamaan dengan perayaan Peh Cun. Perayaan Peh Cun atau hari raya Twan Yang (Duan Wu) dirayakan pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Tionghoa sebagai ucapan syukur.
Tahun 2010 ini, Festival Cisadane kembali digelar yaitu pada tanggal 16-22 Juni 2010 mendatang. Bagi masyarakat Tangerang yang ingin berpartisipasi mengikuti festival tahun ini, berikut adalah persyaratan yang ditetapkan oleh panitia Festival Cisadane 2010.
- Festival Baca Cerpen
- Festival Baca Puisi
- Festival Menulis Cerita Rakyat
- Festival Kreasi Anak
- Festival Menyanyi Keroncong
Sekilas Sejarah Perayaan Peh Cun
Duan Wu Jie atau yang dikenal dengan sebutan Festival Peh Cun di kalangan Tionghoa Indonesia adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Tiongkok. Peh Cun adalah dialek Hokkian buat Pa Chuan (mandarin) yang artinya mendayung perahu, walaupun perlombaan perahu naga di kalangan Tionghoa Indonesia telah tidak umum saat ini, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini.
Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dimulai dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan Bak Cang (Rou Zong = Mandarin) dan perlombaan perahu naga (Hua Long Zhou = Mandarin). Karena dirayakan secara luas di seluruh Tiongkok, maka dalam bentuk kegiatan dalam perayaannya juga berbeda di satu daerah dengan daerah lainnya. Namun persamaannya masih lebih besar daripada perbedaannya dalam perayaan tersebut.
Asal Usul
Dari catatan sejarah dan cerita turun temurun dalam masyarakat Tiongkok, asal usul festival ini dapat dirangkum menjadi 3 kisah :
Peringatan atas Qu Yuan
Qu Yuan (339 SM~277 SM) adalah seorang menteri Raja Huai dari Negara Chu di masa Negara Berperang (Zhan Guo Shi Dai, 475 SM~221 SM). Ia adalah seorang pejabat yang berbakat dan setia pada negaranya. Ia banyak memberikan ide untuk memajukan negara Chu, bersatu dengan negara Qi untuk memerangi negara Qin. Namun sayang, ia dikritik oleh keluarga raja yang tidak senang padanya yang berakhir pada pengusirannya dari ibukota negara Chu. Ia yang sedih karena kecemasannya akan masa depan negara Chu kemudian bunuh diri dengan melompat ke sungai Yu Luo. Ini tercatat dalam buku sejarah “Shi Ji” tulisan sejarahwan Sima Qian.
Lalu menurut legenda, ia melompat ke sungai pada tanggal 5 bulan 5. Rakyat yang kemudian merasa sedih kemudian mencari2 jenazah sang menteri di sungai tersebut. Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri. Kemudian untuk menghindari makanan tersebut dari naga dalam sungai tersebut maka mereka membungkusnya dengan daun-daunan yang kita kenal sebagai Bak Cang sekarang. Para nelayan yang mencari2 jenazah sang menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari perlombaan perahu naga setiap tahunnya.
Peringatan atas Wu Zi-xu
Ini adalah versi lain yang juga populer di pesisir timur Tiongkok. Wu Zi-xu adalah orang negara Chu pada zaman Musim Semi dan Gugur (Chun Qiu Shi Dai, 770 SM~476 SM), namun karena keluarganya dibunuh oleh Raja Chu menyebabkan ia pergi membantu negara Wu menyerang negara Chu. Kerajaan Wu menang perang berkat jasanya. Sayangnya, setelah Raja Wu He Lu meninggal dan digantikan anaknya, anaknya tidaklah begitu menghormati Wu Zi-xu. Wu Zi-xu yang menasehatkan raja baru untuk menyerang negara Yue tidak digubris dan malah ia difitnah oleh menteri negara Wu yang bersekongkol dengan negara Yue mengharuskan ia dihukum mati. Setelah meninggal, jenazahnya kemudian dibuang oleh menteri ke dalam sungai. Sehingga, orang2 kemudian merayakan hari raya Duan Wu untuk memperingatinya.
Bermula dari perayaan suku kuno Yue di Tiongkok Selatan
Perayaan sejenis Duan Wu ini juga telah dirayakan oleh suku Yue di selatan Tiongkok pada zaman Dinasti Qin dan Han. Perayaan yang mereka lakukan adalah satu bentuk peringatan dan penghormatan kepada nenek moyang mereka. Kemudian setelah terasimilasi secara budaya dengan suku Han yang mayoritas, perayaan ini kemudian berubah dan berkembang menjadi perayaan Duan Wu yang sekarang kita kenal.
Kegiatan dan Tradisi
- Lomba Perahu Naga : Tradisi perlombaan perahu naga ini telah ada sejak zaman Negara Berperang (475 SM~221 SM). Perlombaan ini masih ada sampai sekarang dan diselenggarakan setiap tahunnya baik di Mainland (Hunan), HK, Taiwan maupun di AS. Bahkan ada perlombaan berskala internasional yang dihadiri oleh peserta2 dari luar negeri yang kebanyakan berasal dari Eropa ataupun Amerika Utara. Perahu naga ini biasanya didayung secara beregu sesuai panjang perahu tersebut.
- Makan Bak Cang (Rou Zong = mandarin) : Tradisi makan bak cang secara resmi dijadikan sebagai salah satu kegiatan dalam festival Duan Wu sejak Dinasti Jin. Sebelumnya, walaupun bak cang telah populer di Tiongkok, namun belum menjadi makanan simbolik festival ini. Bentuk bak cang sebenarnya juga bermacam2 dan yang kita lihat sekarang hanya salah satu dari banyak bentuk dan jenis bak cang tadi. Di Taiwan, di zaman Dinasti Ming akhir, bentuk bak cang yang dibawa oleh pendatang dari Fu Jian adalah bentuk bak cang yang bulat gepeng, agak lain dengan bentuk prisma segitiga yang kita lihat sekarang. Isi bak cang juga bermacam2 dan bukan hanya daging, ada yang isinya sayur2an. Ada pula yang dibuat kecil2 namun tanpa isi untuk kemudian dimakan bersama serikaya (penulis : dulu saya suka makan yang ini karena manisnya serikaya, apalagi buatan ibu sendiri).
- Menggantungkan Rumput Ai dan Chang Pu : Duan Wu yang jatuh pada musim panas biasanya dianggap sebagai bulan-bulan yang banyak penyakitnya, sehingga rumah2 biasanya melakukan bersih2, lalu menggantungkan rumput Ai (penulis : saya kurang tahu bahasa Indonesia-nya) dan Chang Pu di depan rumah untuk mengusir dan mencegah datangnya penyakit. Jadi, festival ini juga erat kaitannya dengan tradisi menjaga kesehatan di dalam masyarakat Tionghoa.
- Wu Shi Shui (Air tengah hari) : Tradisi ini cuma ada di kalangan masyarakat yang berasal dari Fujian (Hokkian, Hokchiu, Hakka), Guangdong (Teochiu, Kengchiu, Hakka) dan Taiwan adalah mengambil dan menyimpan air pada tengah hari festival Duan Wu ini, dipercaya dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit bila dengan mandi ataupun diminum setelah dimasak. (penulis : dulu sering dibawa orang tua bermain dan mandi ke sungai di luar kota pada tengah hari festival Duan Wu).
Untuk Perayaan Peh Cun tahun 2010, akan ada pemecahan rekor MURI ( Museum Rekor Indonesia) makan bacang terbanyak dan mendirikan telor terbanyak.
Sumber dari sini, sini dan sini.
Filed under: Blog, Bloger Benteng, Bloger Tangerang, Budaya, Tangerang
Festival Cisadane 2010
June 14, 2010
Festival Cisadane 2010
Tangerang sebagai kota industri memiliki festival tahunan yang sudah dikenal luas, yaitu Festival Cisadane. Pertama kali festival ini digelar pada tahun 1993 dan sampai sekarang selalu diadakan di pinggiran Sungai Cisadane, tepatnya Jalan Benteng Jaya.
Festival Cisadane biasanya digelar bersamaan dengan perayaan Peh Cun. Perayaan Peh Cun atau hari raya Twan Yang (Duan Wu) dirayakan pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Tionghoa sebagai ucapan syukur.
Tahun 2010 ini, Festival Cisadane kembali digelar yaitu pada tanggal 16-22 Juni 2010 mendatang. Bagi masyarakat Tangerang yang ingin berpartisipasi mengikuti festival tahun ini, berikut adalah persyaratan yang ditetapkan oleh panitia Festival Cisadane 2010.
- Festival Baca Cerpen
- Festival Baca Puisi
- Festival Menulis Cerita Rakyat
- Festival Kreasi Anak
- Festival Menyanyi Keroncong
Sekilas Sejarah Perayaan Peh Cun
Duan Wu Jie atau yang dikenal dengan sebutan Festival Peh Cun di kalangan Tionghoa Indonesia adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Tiongkok. Peh Cun adalah dialek Hokkian buat Pa Chuan (mandarin) yang artinya mendayung perahu, walaupun perlombaan perahu naga di kalangan Tionghoa Indonesia telah tidak umum saat ini, namun istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini.
Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dimulai dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan Bak Cang (Rou Zong = Mandarin) dan perlombaan perahu naga (Hua Long Zhou = Mandarin). Karena dirayakan secara luas di seluruh Tiongkok, maka dalam bentuk kegiatan dalam perayaannya juga berbeda di satu daerah dengan daerah lainnya. Namun persamaannya masih lebih besar daripada perbedaannya dalam perayaan tersebut.
Asal Usul
Dari catatan sejarah dan cerita turun temurun dalam masyarakat Tiongkok, asal usul festival ini dapat dirangkum menjadi 3 kisah :
Peringatan atas Qu Yuan
Qu Yuan (339 SM~277 SM) adalah seorang menteri Raja Huai dari Negara Chu di masa Negara Berperang (Zhan Guo Shi Dai, 475 SM~221 SM). Ia adalah seorang pejabat yang berbakat dan setia pada negaranya. Ia banyak memberikan ide untuk memajukan negara Chu, bersatu dengan negara Qi untuk memerangi negara Qin. Namun sayang, ia dikritik oleh keluarga raja yang tidak senang padanya yang berakhir pada pengusirannya dari ibukota negara Chu. Ia yang sedih karena kecemasannya akan masa depan negara Chu kemudian bunuh diri dengan melompat ke sungai Yu Luo. Ini tercatat dalam buku sejarah “Shi Ji” tulisan sejarahwan Sima Qian.
Lalu menurut legenda, ia melompat ke sungai pada tanggal 5 bulan 5. Rakyat yang kemudian merasa sedih kemudian mencari2 jenazah sang menteri di sungai tersebut. Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri. Kemudian untuk menghindari makanan tersebut dari naga dalam sungai tersebut maka mereka membungkusnya dengan daun-daunan yang kita kenal sebagai Bak Cang sekarang. Para nelayan yang mencari2 jenazah sang menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari perlombaan perahu naga setiap tahunnya.
Peringatan atas Wu Zi-xu
Ini adalah versi lain yang juga populer di pesisir timur Tiongkok. Wu Zi-xu adalah orang negara Chu pada zaman Musim Semi dan Gugur (Chun Qiu Shi Dai, 770 SM~476 SM), namun karena keluarganya dibunuh oleh Raja Chu menyebabkan ia pergi membantu negara Wu menyerang negara Chu. Kerajaan Wu menang perang berkat jasanya. Sayangnya, setelah Raja Wu He Lu meninggal dan digantikan anaknya, anaknya tidaklah begitu menghormati Wu Zi-xu. Wu Zi-xu yang menasehatkan raja baru untuk menyerang negara Yue tidak digubris dan malah ia difitnah oleh menteri negara Wu yang bersekongkol dengan negara Yue mengharuskan ia dihukum mati. Setelah meninggal, jenazahnya kemudian dibuang oleh menteri ke dalam sungai. Sehingga, orang2 kemudian merayakan hari raya Duan Wu untuk memperingatinya.
Bermula dari perayaan suku kuno Yue di Tiongkok Selatan
Perayaan sejenis Duan Wu ini juga telah dirayakan oleh suku Yue di selatan Tiongkok pada zaman Dinasti Qin dan Han. Perayaan yang mereka lakukan adalah satu bentuk peringatan dan penghormatan kepada nenek moyang mereka. Kemudian setelah terasimilasi secara budaya dengan suku Han yang mayoritas, perayaan ini kemudian berubah dan berkembang menjadi perayaan Duan Wu yang sekarang kita kenal.
Kegiatan dan Tradisi
- Lomba Perahu Naga : Tradisi perlombaan perahu naga ini telah ada sejak zaman Negara Berperang (475 SM~221 SM). Perlombaan ini masih ada sampai sekarang dan diselenggarakan setiap tahunnya baik di Mainland (Hunan), HK, Taiwan maupun di AS. Bahkan ada perlombaan berskala internasional yang dihadiri oleh peserta2 dari luar negeri yang kebanyakan berasal dari Eropa ataupun Amerika Utara. Perahu naga ini biasanya didayung secara beregu sesuai panjang perahu tersebut.
- Makan Bak Cang (Rou Zong = mandarin) : Tradisi makan bak cang secara resmi dijadikan sebagai salah satu kegiatan dalam festival Duan Wu sejak Dinasti Jin. Sebelumnya, walaupun bak cang telah populer di Tiongkok, namun belum menjadi makanan simbolik festival ini. Bentuk bak cang sebenarnya juga bermacam2 dan yang kita lihat sekarang hanya salah satu dari banyak bentuk dan jenis bak cang tadi. Di Taiwan, di zaman Dinasti Ming akhir, bentuk bak cang yang dibawa oleh pendatang dari Fu Jian adalah bentuk bak cang yang bulat gepeng, agak lain dengan bentuk prisma segitiga yang kita lihat sekarang. Isi bak cang juga bermacam2 dan bukan hanya daging, ada yang isinya sayur2an. Ada pula yang dibuat kecil2 namun tanpa isi untuk kemudian dimakan bersama serikaya (penulis : dulu saya suka makan yang ini karena manisnya serikaya, apalagi buatan ibu sendiri).
- Menggantungkan Rumput Ai dan Chang Pu : Duan Wu yang jatuh pada musim panas biasanya dianggap sebagai bulan-bulan yang banyak penyakitnya, sehingga rumah2 biasanya melakukan bersih2, lalu menggantungkan rumput Ai (penulis : saya kurang tahu bahasa Indonesia-nya) dan Chang Pu di depan rumah untuk mengusir dan mencegah datangnya penyakit. Jadi, festival ini juga erat kaitannya dengan tradisi menjaga kesehatan di dalam masyarakat Tionghoa.
- Wu Shi Shui (Air tengah hari) : Tradisi ini cuma ada di kalangan masyarakat yang berasal dari Fujian (Hokkian, Hokchiu, Hakka), Guangdong (Teochiu, Kengchiu, Hakka) dan Taiwan adalah mengambil dan menyimpan air pada tengah hari festival Duan Wu ini, dipercaya dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit bila dengan mandi ataupun diminum setelah dimasak. (penulis : dulu sering dibawa orang tua bermain dan mandi ke sungai di luar kota pada tengah hari festival Duan Wu).
Untuk Perayaan Peh Cun tahun 2010, akan ada pemecahan rekor MURI ( Museum Rekor Indonesia) makan bacang terbanyak dan mendirikan telor terbanyak.
Sumber dari sini, sini dan sini.
JPO Dan Kemacetan
June 7, 2010
Seperti yang telah kita ketahui bersama, sepanjang jalan Serpong – Kota Tangerang kini sedang dibangun banyak sekali jembatan Penyeberangan Orang atau disingkat JPO. Ini karena ramainya kendaraan yang setiap hari melewati jalan ini.
Ditambah jalan Serpong – Kota Tangerang menjadi sentra industri. Banyak tempat hiburan, pusat perbelanjaan sampai dengan pabrik industri berdiri. Efeknya banyak penyeberang jalan mondar-mandir sembarangan. Selama ini hanya ada 3 JPO untuk penyebrang jalan.
Guna mengatasi kurangnya jumlah JPO, maka dibangunlah JPO baru di beberapa titik.
JPO baru yang sudah jadi dan digunakan adalah
- JPO di depan Mall WTC Matahari Serpong
- JPO di depan PT. Pratama
Sementara yang sedang dalam proses pengerjaan adalah
- JPO di depan RS. As Shobirin
- JPO di bundaran Alam Sutera
- JPO di lampu merah Gading Serpong
- JPO di depan Batalyon Kavaleri 09 Serbu (Kobra)
Ternyata kehadiran JPO menambah seperti koin bersisi dua. Di satu sisi JPO memberikan fasilitas bagi penyeberang jalan untuk bisa menyeberangi jalan dengan rasa aman dan nyaman. Tapi di satu sisi kemunculan JPO malah dimanfaatkan oleh para sopir-sopir angkot menarik penumpang.
Lihat saja JPO di depan PT. Pratama. Setiap jam masuk atau pulang karyawan, terjadi kemacetan parah di sini. Hal yang sama juga terjadi di JPO WTC Serpong
Ada baiknya ditempatkan polisi atau petugas lalu lintas di sana dan menindak tegas para sopir angkot yang menunggu penumpang demi kelancaran dan kenyamanan pengguna jalan.
Donor Darah X Ikastara Tangerang dan Donor Darah IX KBBC
June 2, 2010
Hari Minggu, 30 Mei 2010 yang lalu adalah hari untuk donor darah bagi anggota Ikastara Tangerang dan KBBC. Untuk Ikastara Tangerang, donor darah hari itu merupakan donor darah yang kesepuluh. Sedangkan, untuk KBBC, donor darah yang kesembilan.
Seperti biasa, kegiatan dilaksanakan di PMI Kabupaten Tangerang, di Jl, Mayjen Sutoyo No.1, Kota Tangerang.
Malam Minggu Kang Kombor tidak dapat begadang karena harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya supaya bisa donor darah. Sayang sekali apabila sudah pergi ke PMI untuk donor kemudian tidak bisa donor gara-gara HB kurang atau keadaan yang lain hanya gara-gara kurang tidur.
Pagi sebelum donor darah, Kang Kombor ikut kerja bakti dulu di RT004.RW07 Graha Sevilla. Sebagai warga yang baik, Kang Kombor harus bahu-membahu dengan warga yang lain dalam setiap kegiatan bersama. Namanya juga hidup bermasyarakat. Ya nggak? Kerja bakti dari pukul 08:00 WIB sampai 09:00 WIB. Habis itu ijin Pak RT untuk ke PMI.
Nah, pukul 09:15 WIB, Kang Kombor meluncur ke PMI Kabupaten Tangerang bersama Dhenok. Kami mampir dulu ke Cyndy Toys untuk beli kado karena Dhenok dapat undangan ulang tahun di Bintaro. Jadi, selepas donor darah, Kang Kombor dan Dhenok pun meluncur ke Bintaro.
Kang Kombor sampai di PMI Kabupaten Tangerang kira-kira pukul 10:20 WIB. Di sana sudah ada Andi Sakab, Rizki, dan Payjo. Nggak lama kemudian hadirlah Sang Pangeran. Itu dari KBBC. Dari Ikastara Tangerang hadir Bayu Mursito dan Wepi Tri Haryanto. Widiyanto Saputro sampai di PMI lewat dari pukul 12:00 WIB sehingga tidak sempat bertemu dengan kami.
Berikut di bawah ini foto-foto saat berada di PMI Kabupaten Tangerang.
Dari KBBC
Payjo sudah bisa tersenyum pada donda kelimanya.
Andi Sakab tegang. Ini donda pertamanya. Nanti juga setelah terbiasa akan bisa senyum seperti Payjo.
Rizki masih sempat pamer jempol, hahaha!
Kang Kombor, donda kedelapan.

Menikmati segelas susu dan sebutir telur rebus, hidangan khas PMI Kabupaten Tangerang. Untuk dibawa pulang adalan Viliron.
Dari kiri ke kanan: Rizki, Sang Pangeran, Kang Kombor dan Dhenok, Andi Sakab, Payjo.
Dari Ikastara Tangerang
Wepi dan Bayu Mursito.
Bayu Mursito sedang diambil darahnya.
Wepi sedang mengalirkan darah ke kantong darah.
Kang Kombor mupeng banget sih!
Keluarga Wepi.
Gendhuknya Bayu Mursito.
Widiyanto Saputro tidak ada fotonya karena sampai di PMI Kabupaten Tangerang setelah kami semua pergi.
Kang Kombor prihatin bahwa kegiatan Donor Darah Ikastara Tangerang ternyata tidak diminati oleh para Alumni SMA Taruna Nusantara Tangerang yang berada di wilayah Tangerang. Kegiatan ini selalu sepi. Beda dengan kegiatan lain yang nuansanya senang-senang. Ah, tapi mudah-mudahan kesempatan donor darah di kali yang lain akan rame seperti dulu saat alumni yang sedang belajar di STAN ikutan donor darah.
Jajan Kebab Yuk
June 2, 2010
Pernah dengan Kebab atau justru pernah makan Kebab? Kalau saya sih relatif sering. Ternyata kalau iseng – iseng menjelajahi perut dari mbah gugel. Kebab itu artinya berbagai hidangan daging panggang/bakar yang ditusuk memakai tusukan atau tusukan besi. Dari definisi itu, kebab itu sebenarnya ya dagingnya itu yang proses pengolahannya dibakar atau dipanggang dengan memakai tusukan atau tusukan besi.
Tapi yang sering dilihat kebab ya seperti yang sekarang ini, mirip dengan burger, tapi dengan cara dan jenis yang agak beda, tapi ya tetap saja jadi makanan cepat saji yang cukup populer di Indonesia. Saya sendiri belum pernah merasakan kebab yang asli rasanya bagaimana, karena kebab yang disinikan sudah di buat dalam versi rasa lidah orang – orang Indonesia.
Kalau di Tangerang, saya suka makan kebab di dua tempat dan dua – duanya terletak di Jl, Raden Saleh Raya Kota Tangerang. Yang satu letaknya di Alfa Midi dekat kantor kelurahan Karang Tengah dan yang satu lagi persis di depan RS Bhakti Asih. Saya nggak akan sebut merknya karena takut dikira promo. Tapi sungguh lezat dan bikin ketagihan. Sementara kalau di kota Tangerang Selatan, sampai saat ini saya cuma nemu di dekat shelterbus Trans BSD, dia dekat dengan RS Bunda Delima.
Ketiga Kebab yang saya sebutkan itu punya cita rasa yang berbeda – beda dan cara pengolahan yang beda pula tapi yang jelas ketiganya yummy dan pasti meleleh di lidah. Soal harga, bervariasi dari yang paling murah Rp. 6000 hingga Rp. 11.000
Nah tunggu apa lagi?
Foto diambil dari sini
#13. Kopdar KBBC Mei 2010 : Nyumbang darah lagi
June 1, 2010
Setelah masang pengumuman di sini, jadi tanggal 30 kemarin saya datang ke acara kopdar.
Malam sebelumnya udah siap-siap tidur cepat karena sayarat mendonorkan darah yaitu tidak boleh begadang. Nanti mutu darahnya turun gitu.
Acara jam 10, jadi jam 9 pagi saya berangkat. Jemput pacar dulu tapi ternyata tidak bisa ikut. Ngurusin burung adiknya yang tiba-tiba bengkak katanya. 3 hari yang lalu baru di sunat.
Sampai di gedung PMI jam 10.10 disambut Oom Andi sama Oom Rizky dari Tigaraksa. Ternyata dari jam 9 sudah disana. Jangan salahin saya telat ya, tapi situ kecepetan datangnya
Setelah ngobrol-ngobrol sebentar, Kang Kombor datang disusul Oom Zay tidak lama kemudian. Setelah yakin tidak ada yang datang lagi, langsung hajar donor darah saja.
Eh iya, untuk Oom Andi ini pengalaman pertama. Oom Zay sayangnya terindikasi punya indikasi hepatitis, entah A, B ato C. Jadi batal donor.
Selanjutnya, silahkan lihat foto-foto di bawah ini saja.
- 4 Anggota KBBC yang ikut donor darah. Semangat mereka mewakili seluruh anggota KBBC untuk menolong bagi sesama
Sang Pangeran – Kopdar & Donor Darah Bersama KBBC & Ikastara
Kang Kombor – Donor Darah X Ikastara dan Donor Darah IX KBBC
Filed under: Blog, Bloger Benteng, Bloger Tangerang, Donor Darah, Kopdar Bloger Tangerang, Project365, Tangerang

Legalisasi Prostitusi?
May 25, 2010
Berita dari Asia Calling sungguh menarik, kabarnya Mahkamah Agung India mengusulkan pengesahan prostitusi. Alasannya masih menurut Asia Calling, adalah langkah ini akan melindungi jutaan pekerja seks di India dari pelecehan dan eksploitasi.
Langkah yang menarik dan progresif menurut saya, kenapa? Di banyak negara Asia, pekerja seks adalah bagian dari warga negara yang rentan terhadap perlakuan sewenang – wenang karena profesi pekerjaan mereka bertentangan dengan hukum nasional yang berlaku. Sehingga tak jarang, mereka menjadi korban penangkapan yang sewenang – wenang termasuk menerima perlakuan yang merendahkan saat terjadi penangkapan tersebut oleh aparat penegak hukum
Terlepas dari itu, dalam sistem hukum pidana Indonesia tidak melarang pelacuran yang dilarang adalah germonya atau penyedia tempatnya. Namun di banyak daerah mulai muncul ketentuan Perda Anti Pelacuran seperti di Tangerang. Namun demikian tetap saja, kelompok pekerja seks di Indonesia secara relatif menjadi bagian dari kelompok rentan di Indonesia.
Terlepas dari perdebatan moralitas, saya pikir merekapun berhak untuk dilindungi dari tindak pelecehan dan eksploitasi dari para pemodal yang bergerak di Industri terlarang ini.
Nah, saya sih senang bertanya akankah MARI ataupun MKRI menyadari kenyataan sosial ini? Kalau MKRI saya sudah yakin jawabannya pasti menolak legalisasi prostitusi atas nama moralitas, entah dengan MARI
Filed under: Opini Hukum Tagged: HAM, hukum, India, indonesia, MA India, MARI, MKRI, pekerja seks, perda, pidana, prostisusi, Tangerang












