Live Blogging KBBC

No Gravatar

This is the day! Saatnya Pelatihan Blog KBBC! Para kru KBBC sudah bersiap di mejanya masing-masing, mungkin sedang menyiapkan tulisan di blognya :lol: sambil menunggu kedatangan peserta pelatihan.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Paman Tyo, Pak Didi dan Mbak Susie dari manajemen DagDigDug yang walaupun datangnya permintaan suvenir mendadak tapi tetap bersedia bekerja sama. Suvenir DagDidDug berupa kaos, mug dan stiker siap menunggu untuk dibagikan kepada peserta pelatihan yang terpilih.

Para peserta pelatihan juga akan meninggalkan komentarnya di tulisan ini. Tentu kolom komentar tetap terbuka untuk siapa saja.

So, happy blogging! :)

Pelatihan Blog KBBC

No Gravatar

Kali ini KBBC (Komunitas Bloger Benteng Cisadane) akan mengadakan Pelatihan membuat blog dengan engine wordpress. Pelatihan akan diadakan di Multiplus Kisamaun, Tangerang pada tanggal 11 Mei 2008. GRATISSSSSSSSSS

pelatihan-blog-kbbc

  • Diutamakan pelajar SMU (atau sederajat) dan mempunyai minat untuk ngeblog
  • Peserta dibatasi hanya 30 orang yang dibagi dalam 3 sesi dan masing2 sesi 10 orang
  • Satu peserta satu komputer
  • Durasi 2 jam
  • Pendaftaran dibuka secara online di http://blogerbenteng.com/pelatihan-blog/
  • Tidak dipungut biaya sedikitpun
  • snack bagi peserta
  • Printout materi
  • Pengajar berpengalaman

Catat ya Tempat, hari dan tanggalnya
Tempat : Multiplus Kisamaun, Tangerang
Hari : Minggu, 11 Mei 2008

Cepetan daftar karena tempat terbatas

Link terkait :

Cetak Biru Kota Tangerang Selatan: Mimpi Seorang Warga di Siang Bolong

No Gravatar

Oleh: Ari Juliano Gema

Saya dengar pengesahan Undang-Undang tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan oleh DPR RI tinggal menunggu waktu. Sebagai seorang warga pendatang di Kecamatan Ciputat, daerah yang menjadi calon kuat ibukota Tangerang Selatan (Tangsel), tentu saja saya memiliki harapan besar akan lahirnya kota baru ini.

Sebuah kota baru seharusnya juga membawa harapan baru. Harapan saya, atau mungkin lebih tepat dibilang mimpi saya, kota baru ini akan dibangun dengan belajar dari kota-kota lain yang telah mampu menunjukkan prestasinya masing-masing.

Di bawah ini adalah daftar mimpi saya, yang biar keren saya sebut saja sebagai ”Cetak Biru Kota Tangerang Selatan”:

  1. Pakta Integritas
    Siapapun walikota Tangsel nanti, saya bermimpi beliau akan memulai tugasnya dengan mengajak aparat pemerintah kota, sektor swasta, profesional dan unsur masyarakat lainnya untuk bersama-sama menandatangani Pakta Integritas yang pada pokoknya memuat janji semua pihak untuk mendukung aparat pemerintah kota memberikan pelayanan terbaik bagi warga kota, tanpa memberikan ruang sedikitpun bagi segala bentuk praktek korupsi, kolusi dan nepotisme di lingkungan pemerintah kota Tangsel. Dalam pelaksanaan Pakta Integritas, aparat pemerintah kota akan mendapatkan insentif yang akan disesuaikan dengan keuangan daerah atas janji mereka untuk ”bersih dan tidak korupsi”, namun akan menerima sanksi yang berat apabila terbukti melanggar janji mereka tersebut. Hal ini sudah berhasil dilakukan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sejak tahun 2003.
  2. Sistem Administrasi Satu Atap (SAMSAT)
    Warga butuh pelayanan dari pemerintah kota yang cepat, tepat dan murah. Sangat menyenangkan dan membantu sekali apabila untuk mengurus perizinan, pendaftaran dan pembayaran iuran, pajak ataupun pungutan pemerintah lainnya, dapat dilakukan di satu tempat. Konsep SAMSAT bukan hal yang baru. Banyak kota dan kabupaten di Indonesia sudah berhasil mempraktekannya. Pemerintah kota Tangsel tinggal belajar dari beberapa kota dan kabupaten tersebut, untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi kota Tangsel. Untuk mengawasi pelayanan publik tersebut, pemerintah kota dapat memfasilitasi dibentuknya suatu lembaga ombudsman yang beranggotakan unsur pengusaha, akademisi dan masyarakat umum. Lembaga ini akan menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat terhadap pelayanan publik yang buruk agar dapat segera diperbaiki. Hal ini sudah dilakukan di Kabupaten Solok, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Sragen.
  3. Forum Konsultasi Publik
    Agar setiap peraturan yang berlaku di wilayah kota Tangsel dapat diterima dan dipatuhi oleh warganya, pemerintah kota dan DPRD kota Tangsel yang akan dibentuk nanti harus rajin mengadakan konsultasi publik sebelum membuat dan mengesahkan peraturan atau kebijakan yang berlaku di kota Tangsel. Pada forum konsultasi publik, masyarakat diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memberikan tanggapan dan masukan terhadap suatu rancangan peraturan atau kebijakan. Dengan adanya forum ini, resistensi terhadap suatu peraturan atau kebijakan yang akan dikeluarkan dapat diminimalisir, yang pada gilirannya penegakan hukum menjadi efektif dan mencapai tujuan yang optimal. Pemerintah kota dapat belajar dari Kabupaten Tomohon yang telah berhasil menyelenggarakan forum konsultasi publik yang efektif dalam setiap proses pembentukan peraturan di daerahnya. Read the rest of this entry »

Donor Darah KBBC

No Gravatar

Sesuai dengan kesepakatan awal yang ditetapkan saat Kopdar Kedua sekaligus pembentukan Komunitas Bloger Benteng Cisadane (KBBC), untuk kegiatan bulan April 2008 akan diadakan kegiatan sebagai berikut:

Agenda: Donor Darah dan kopdar ketiga KBBC

Lokasi: PMI Kota Tangerang, Jl. Mayjen Sutoyo No. 15, Tangerang (dekat SMUN 1 Tangerang)

TiKum: depan Gedung DPRD/ Walikota Tangerang/ Masjid Raya Al-Azhom

Tanggal: 6 April 2008

Waktu: jam 08.30-selesai

Kontak: Edy 0818987339, Payjo 08998837064, Ade 0817898400

mayjen_sutoyo_small.JPG
Klik gambar untuk memperbesar

Mari Pilih Walikota Baru Untuk Tangerang

No Gravatar

Secara resmi, berdasarkan KTP yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Tangerang, maka saya terdaftar sebagai penduduk Kota Tangerang, sementara sebagian waktu saya habiskan di Kabupaten Tangerang. Seperti Pilkada sebelumnya yaitu untuk Gubernur Banten dan Bupati Tangerang, saya tidak pernah memilih karena saya tidak pernah terdaftar dalam Daftar Pemilih.

Tetapi, saya juga mempunyai alasan lain, dalam setiap pemilu, saya tidak pernah menemukan ada tujuan khusus yang hendak dicapai oleh setiap calon kepala daerah dan saya masih ragu terhadap komitmen para calon terhadap pemberantasan korupsi. Pada umumnya saya hanya melihat janji surga dari setiap kandidat dan hanya terdapat poster besar dari tiap kandidat yang sedang tersenyum manis di setiap pojok jalan.

Saya percaya bahwa Kota dan Kabupaten Tangerang memerlukan pemimpin baru yang tidak hanya bisa memerintah tetapi juga mengelola. Mereka harus mengerti tujuan apa yang hendak dicapai oleh mereka.

Poster dari Walikota ada di mana-mana, dari sekolah hingga pasar, tetapi ya tidak ada isinya kecuali hanya sekedar poster. Kita juga bisa melihat poster dari para calon lain dalam ukuran yang lebih kecil, tetapi sekali lagi, tetap saja poster dan tidak ada cerita lain.

Saya memang hanya sekedar pemilih yang masuk kategori massa mengambang, tetapi saya juga menginginkan adanya debat publik yang mendidik antara para calon agar masyarakat mempunyai pandangan yang luas dalam menilai tujuan dari para calon.

Apakah anda setuju dengan saya?

Perlunya JPO di Jalan Raya Serpong

No Gravatar

Kawasan Serpong merupakan kawasan yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan paling pesat di wilayah Tangerang. Dengan dimotori oleh pembangunan perumahan Bumi Serpong Damai, Serpong yang sebelumnya merupakan kawasan pinggiran berubah menjadi kawasan elit, banyak perumahan untuk kalangan menengah ke atas bertebaran di bilangan Serpong. Pusat-pusat perbelanjaan yang besar pun dibangun untuk mendukung populasi Serpong yang semakin meningkat seperti WTC Serpong, ITC BSD dan Plasa Serpong. Pusat perbelanjaan yang paling gres adalah Summarecon Mall yang terletak di Summarecon Serpong atau kawasan yang dulu dikenal sebagai Gading Serpong. Perkembangan kawasan yang begitu pesat memaksa pemerintah Kabupaten Tangerang untuk membangun prasarana lalu lintas yang memadai untuk mendukung mobilitas penduduk kawasan Serpong dan sekitarnya. Saya masih ingat ketika pada tahun 1996 pergi ke BSD Plasa dari kawasan Lippo Karawaci, Jalan Raya Serpong masih merupakan jalan kecil dua lajur kanan-kiri yang berlawanan arah. Kondisi lingkungan di sisi jalan sepanjang perjalanan dari Lippo Karawaci ke BSD Plasa masih didominasi oleh tanah kosong. Lalu lintas pun Belum begitu ramai. Keadaan tersebut membuat jarak Lippo Karawaci – BSD Plasa terasa sangat jauh. Akan tetapi, saat ini Jalan Raya Serpong telah menjadi sebuah jalan raya yang besar dan ramai. Pagi hari arus lalu lintas dari arah Serpong menuju ke arah Tangerang (Tol Jakarta – Merak) mulai dari Bunderan Alam Sutera selalu macet karena banyaknya kendaraan yang menuju ke arah tersebut. Pada arah sebaliknya, arus lalu lintas dari Tangerang menuju ke arah Serpong juga ramai tetapi tidak sampai macet. Sebagai komuter yang setiap hari melintasi Jalan Raya Serpong saya selalu mendapati pemandangan di mana para penyeberang jalan kesulitan untuk menyeberang jalan. Ada tiga lajur di sisi kiri dan tiga lajur di sisi kanan sepanjang Jalan Raya Serang. Jalan selebar itu membuat kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi pada saat jalanan tidak macet. Penyeberang jalan tidak akan pernah menyeberang apabila harus menunggu jalanan benar-benar sepi. Sebaliknya, apabila nekad menyeberang, dia akan menghadapi resiko tertabrak kendaraan yang lewat.Saya memandang Pemerintah Kabupaten Tangerang perlu untuk membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Raya Serang. JPO tersebut akan memberi fasilitas penyeberangan yang nyaman bagi penyebrang jalan dan memberikan pengalaman berkendara yang nyaman bagi pengendara yang melintas di sepanjang Jalan Raya Serpong. Selain itu, bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri, JPO dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan rutin dengan menyewakan ruang iklan di kedua sisi JPO. Tentu pemasang iklan akan selalu antri apabila JPO sudah berdiri mengingat sepanjang Jalan Raya Serpong banyak iklan luar ruang yang dipasang. Titik-titik yang memerlukan JPO di antaranya:

  1. Di depan TIFICO. Di lokasi ini banyak karyawan yang menyeberang jalan pada saat jadwal masuk dan pulang kerja.
  2. Di lampu merah Gerbang Gading Serpong. JPO dapat disatukan dengan JPO Tifico. Akan tetapi, kalau tetap akan dibangun sebaiknya dibangun dengan jarak minimal 200m dari lampu merah ke arah Serpong karena saat ini lampu merah Serpong merupakan titik kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh angkot-angkot yang ngetem di sana.
  3. Di depan Plasa Serpong.
  4. Di antara RS As-Sobirin dan Bunderan Alam Sutera
  5. Di Depan WTC Serpong

Tentunya perlu dilakukan studi kelayakan secara lebih bagus untuk melihat di titik-titik mana JPO perlu dibangun di sepanjang Jalan Raya Serpong. Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak perlu menunggu sampai terbentuknya Kota Tangerang Selatan melalui sebuah Undang-Undang karena banyaknya tahap yang akan dilalui oleh pemerintahan baru Kota Tangerang Selatan yang nanti akan dibentuk. Pertama, Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus membangun infrastruktur pemerintahan, di antaranya membangun Pusat Pemerintahan daerah (untuk Gedung Pemkot dan DPRD), melakukan pilkada, dan sebagainya, sehingga bisa-bisa JPO baru akan menjadi perhatian paling cepat lima tahun setelah diundangkannya pembentukan wilayah Kota Tangerang Selatan. Padahal, JPO saat ini sudah dibutuhkan oleh masyarakat. Selain JPO, yang perlu diperhatikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tangerang adalah adanya lubang-lubang di Jalan Raya Serpong yang sangat berbahaya bagi para pelintas. Umumnya, lubang-lubang tersebut berada di lajur paling tengah baik di jalur arah ke Serpong maupun jalur arah ke Tangerang. Oleh karenanya, bagi para pelintas saya anjurkan untuk memilih lajur di sisi pemisah (separator) maupun sisi tepi jalan yang tidak ada lubangnya. Tentunya, di malam hari kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan karena seringkali munculnya lubang baru sangat cepat dan tidak kita sadari.

Underpass Ciledug Sebagai Solusi Mengurangi Kemacetan

No Gravatar

Orang yang tinggal atau yang biasa melewati perempatan Ciledug pasti sudah sangat tahu bahwa jika lewat sana berarti siap-siap terkena kemacetan yang panjang. Mereka pasti sudah bosen mendengar tentang kemacetan yang sering terjadi di perempatan ciledug.. Malah, mereka heran jika perempatan Ciledug tidak macet. “Tumben lancar… Biasanya macet banget”

Penyebab kemacetan ada banyak, diantaranya

  1. Banyaknya angkutan umum yang berhenti sembarangan
  2. Banyaknya kendaraan yang lewat
  3. Trotoar yang digunakan untuk berjualan
  4. Jalur yang saling bersinggungan.

Ini adalah ilustrasi perempatan ciledug dulu

perempatan ciledug yang lama

 

Kali ini saya akan membahas tentang penyebab kemacetan yang keempat.

Seperti sebuah perempatan pada umumnya, maka jika sebuah kendaraan dari satu arah ingin menuju ke arah lainnya, maka ia harus menunggu giliran hingga lampu hijau menyala. Dan kadang lampu hijau belum menyala, kendaraan itu sudah melaju dan mengganggu kendaraan dari arah lain. Kondisi inilah yang sering menyebabkan kemacetan. Kondisi ini akan lebih parah jika lampu lalu lintas tidak berfungsi dan tidak ada polisi yang mengatur jalannya lalu lintas.

Jadi jika ada kendaraan dari arah HOS Cokroaminoto yang ingin ke K.H Hasyim Ashari, maka mereka harus menunggu lampu lalu lintas berwarna hijau dulu. Atau sebaliknya. Hal ini juga berlaku untuk kendaraan dari arah yang lainnya. Akan tetapi tampaknya kondisi ini sudah diperhitungkan oleh Pemda setempat. Mereka membuat solusi yang bagus dan tepat untuk mengatasi kemacetan di Ciledug. Yaitu dengan membuat underpass dari arah HOS Cokroamimoto ke arah K.H Hasyim Ashari. 

Sebagai ilustrasi , ini perempatan ciledug yang baru dengan underpassnya

perempatan ciledug yang baru

Pada perempatan Ciledug yang baru ini, tidak akan terjadi kemacetan karena tidak ada lagi jalur yang bersinggungan. Mobil dari arah HOS Cokroaminoto yang ingin menuju kerah K.H Hasyim Ashari atau sebaliknya akan melalui underpass. Sementara mobil yang dari arah Raden Fattah yang ingin ke Raden Saleh atau sebaliknya akan lewat jalar atas. Untuk mobil yang akan berputar arah juga ada jalur sendiri. Lihat gambar mobil warna ungu dengan jalur wana abu-abu. Jadi, tidak akan ada lagi kemacetan di sana. Sampai saat artikel ini dibuat, kondisi pembuatan underpass sudah mencapai 80% dan diharapkan bulan April mendatang underpass sudah bisa dilewati.

Lapangan Futsal Baru

No Gravatar

Saat lapangan untuk bermain semakin jarang, sementara kebutuhan hiburan meningkat seiring dengan bertambah banyaknya manusia, kehadiran lapangan indoor menjadi satu solusi pilihan. Demikian juga keberadaan lapangan futsal indoor.

Kepastian jadwal bermain, harga yang fix, tak kuatir akan hujan, becek tak ada ojek menjadi alasan semakin dipilihnya olahraga ini selain karena tak membutuhkan jumlah pemain yang tak terlalu banyak dan juga ukuran lapangan yang tak seluas lapangan sepak bola. Jarak ke tujuan juga menjadi hal yang diperhitungkan.

Warga perumahan kami tadinya main futsal tiap Minggu pagi di lapangan futsal yang ada di Palem Semi, Karawaci. Harus melewati beberapa gerbang tol dan butuh waktu sekitar 1 jam untuk mencapainya. Total butuh waktu 3 jam untuk satu jam permainan ditambah 2 jam perjalanan. Harga sewa lapangan 200 ribu per jam kalau tak salah ingat. Tak apa, toh sebanding dengan kesenangan yang kami peroleh. Selain menjaga stamina juga untuk melampiaskan dendam menjalin hubungan bertetangga. Sistem pembayarannya pun patungan pemain, tak membebankan kas RT yang nyaris selalu defisit.lapangan futsal baru

Untungnya tak lama lagi, tepatnya Jumat, 21 Maret 2008, akan diadakan soft launching lapangan futsal baru di perumahan Puri Beta Selatan. Berdasarkan pandangan mataku, kondisi lapangan baru pada hari Minggu (16/03) masih belum selesai semua. Lokasi parkir belum diaspal, rumput sintetis pun belum terpasang. Agak kaget juga mendapat kabar dari tetangga yang bekerja di pengembang itu bahwa beberapa hari lagi sudah dibuka. Lapangan ini dimiliki pengembang yang sama dengan yang ada di Palem Semi, Karawaci. Dengan berkurangnya jarak tempuh-cukup sambil pemanasan joging 10 menit- sudah tiba di lapangan. Akan lebih baik lagi bila sebagai warga perumahan pembangun yang sama ada diskon khusus.