<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KBBC (Komunitas Bloger Benteng Cisadane) &#187; Tempat Rekreasi</title>
	<atom:link href="http://blogerbenteng.com/category/tempat-rekreasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogerbenteng.com</link>
	<description>Tangerang Raya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 03:55:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mulai Terpikir Hidup Ramah Lingkungan di Tangerang Tahun 2012 ?</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2012/01/03/mulai-terpikir-hidup-ramah-lingkungan-di-tangerang-tahun-2012/</link>
		<comments>http://blogerbenteng.com/2012/01/03/mulai-terpikir-hidup-ramah-lingkungan-di-tangerang-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 12:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beatlesmuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fasilitas & Bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[eco blogger]]></category>
		<category><![CDATA[KBBC ECO Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Mulai Terpikir Hidup Ramah Lingkungan di Tangerang Tahun 2012 ?]]></category>
		<category><![CDATA[tangerang eco culture]]></category>
		<category><![CDATA[tangerang go green]]></category>
		<category><![CDATA[TANGERANG RAMAH LINGKUNGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/?p=40773</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin (2/1/2012) malam sempat singgah ke Kabupaten Tangerang, tepatnya mengunjungi Perumahan Citra Raya. Ternyata di sana sudah mulai melirik isu lingkungan. Padahal Kabupaten Tangerang terbilang masih banyak kawasan asri dengan banyak pepohonan. Namun sebenarnya ada masalah yang mengancam Kabupaten Tangerang. Apa? Tidak salah adalah laju pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Hipotesa sederhana-nya, semakin baik pertumbuhan masyarakat Kabupaten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2012/01/393682_10150466891271589_702361588_8938715_1127131096_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-40774 alignleft" title="393682_10150466891271589_702361588_8938715_1127131096_n" src="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2012/01/393682_10150466891271589_702361588_8938715_1127131096_n-300x215.jpg" alt="" width="300" height="215" /></a>Kemarin (2/1/2012) malam sempat singgah ke Kabupaten Tangerang, tepatnya mengunjungi Perumahan Citra Raya. Ternyata di sana sudah mulai melirik isu lingkungan. Padahal Kabupaten Tangerang terbilang masih banyak kawasan asri dengan banyak pepohonan. Namun sebenarnya ada masalah yang mengancam Kabupaten Tangerang. Apa?</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak salah adalah laju pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Hipotesa sederhana-nya, semakin baik pertumbuhan masyarakat Kabupaten Tangerang, maka keinginan memiliki kendaraan pun akan semakin tinggi. Ancaman asap kendaraan bermotor mengancam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya ada masalah lain yang saya keluhkan, yaitu tingkah laku pengguna motor di sana. Tahun lalu saya sedikit memperhatikan, pemotor dan pengendara mobil tidak peka dengan orang menyebrang. Padahal fasilitas pejalan kaki di Citra Raya begitu banyak. Mulai dari trotoar yang rindang dan fasilitas zebra cross, kemudian digenapkan dengan jalur khusus pengguna sepeda. Nah, ini dia penyebrang jalan lewat zebra cross masih terancam dengan pengendara motor yang ugal-ugalan. Kebanyakan dari pengendara itu adalah remaja.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika sudah ada pembangunan wilayah berbasis lingkungan, maka harus juga membangun karakter berbasis lingkungan juga. Sebut saja dengan bergaya hidup hijau.</p>
<p style="text-align: justify;">Caranya tidak sulit, hanya butuh komitmen saja. Komitmen untuk tidak membuang sampah sembarangan, komitmen untuk patuhi peraturan lalu lintas, komitmen untuk menjajga lingkungan, dan komitmen akan melakukan itu semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau sudah begitu, saya membayangkan akan santai menikmati kopi hangat di depan rumah dan menghirup udara segar&#8230;. ahhhhh nikmat sekali&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2012/01/ECO-CULTURE.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-40779" title="ECO BLOGGER" src="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2012/01/ECO-CULTURE.png" alt="ECO BLOGGER" width="497" height="274" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogerbenteng.com/2012/01/03/mulai-terpikir-hidup-ramah-lingkungan-di-tangerang-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prihatin : Kondisi Wisata Tanjung Pasir</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2011/09/16/prihatin-kondisi-wisata-tanjung-pasir/</link>
		<comments>http://blogerbenteng.com/2011/09/16/prihatin-kondisi-wisata-tanjung-pasir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 04:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Em Zanu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keliling Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Pasir]]></category>
		<category><![CDATA[teluknaga]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/?p=40055</guid>
		<description><![CDATA[Tanjung Pasir adalah Wisata pantai yang ada di Tangerang. Mau tau kondisi saat ini ? silahkan lihat info lokasi &#038; fotonya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halo bentengers,<br />
Siapa yang suka dengan pantai ? jika mendengar kata pantai, pasti kita suka membayangkan kondisi pantai yang bersih, indah dan nyaman. Dan Tangerang juga punya wisata pantai lho. Mungkin beberapa bentengers sudah tidak asing dengan <strong>Wisata Pantai Tanjung Pasir</strong> yang berlokasi di kec. Teluknaga, kab. Tangerang <em>(sekitar 30 menit jika ditempuh dari bandara Internasional Sukarno Hatta)</em>.</p>
<p>Kemarin ketika ada waktu kosong, saya dan beberapa teman kantor berkunjung ke Pantai Tanjung Pasir. Sekedar untuk refershing dan iseng untuk mancing di pinggiran <img src='http://blogerbenteng.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  hehehe. Untuk masuk ke kawasan Tanjung Pasir harus membayar Rp. 10.000,- untuk satu motor <em>(isi dua orang)</em>. Kondisi wisata pantai tersebut sangat memprihatinkan, selain air laut yang keruh juga banyak sampah berserakan membuat tidak nyaman untuk dipandang apalagi berenang. Lalu cetetuk teman saya &#8221; ini Tanjung Pasir apa Tanjung <del>Sampah</del> &#8221;</p>
<p>Lihat saja penampakan dibawah ini :</p>
<p><a href="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/09/Tanjung-Pasir-1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-40057" title="Tanjung Pasir (1)" src="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/09/Tanjung-Pasir-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/09/Tanjung-Pasir-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-40058" title="Tanjung Pasir (2)" src="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/09/Tanjung-Pasir-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/09/Tanjung-Pasir-3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-40059" title="Tanjung Pasir (3)" src="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/09/Tanjung-Pasir-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Wah, kalo seperti ini bagaimana yah nasib alam kita?</p>
<div id="attachment_40056" class="wp-caption alignnone" style="width: 436px"><a href="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/09/Peta-Tanjung-Pasir.png"><img class="size-full wp-image-40056" title="Peta Lokasi Wisata Tanjung Pasir" src="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/09/Peta-Tanjung-Pasir.png" alt="Peta Lokasi Wisata Tanjung Pasir" width="426" height="379" /></a><p class="wp-caption-text">Peta Lokasi Wisata Tanjung Pasir</p></div>
<p>Tapi selain itu Tanjung Pasir juga memiliki Resort yang mungkin pemandangannya jauh lebih baik, saya sendiri belum pernah memasuki Resortnya <img src='http://blogerbenteng.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  <em>(konon sering dikunjungi oleh artis Ibu Kota) </em> tapi jika temen-temen ingin tahu tentang Tanjung Pasir Resort langsung saja buka website-nya di www.tanjungpasirresort.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogerbenteng.com/2011/09/16/prihatin-kondisi-wisata-tanjung-pasir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Landmark of Tangerang</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2011/07/09/landmark-of-tangerang/</link>
		<comments>http://blogerbenteng.com/2011/07/09/landmark-of-tangerang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 07:20:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agusprast</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keliling Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[landmark]]></category>
		<category><![CDATA[masjid raya al adzom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/?p=39930</guid>
		<description><![CDATA[Menurut wikipedia, awalnya landmark adalah suatu obyek geografis yang digunakan oleh petualang sebagai titik penanda untuk menentukan jalan mereka kembali. Dalam dunia modern ini, landmark tidak terbatas pada obyek alam saja semisal gunung atau sungai. Semua objek yang dapat dengan mudah dikenali semisal bangunan, monumen juga bisa menjadi landmark. Bangunan yang memiliki bentuk yang unik, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut wikipedia, awalnya <em>landmark</em> adalah suatu obyek geografis yang digunakan oleh petualang sebagai titik penanda untuk menentukan jalan mereka kembali.</p>
<p>Dalam dunia modern ini, <em>landmark</em> tidak terbatas pada obyek alam saja semisal gunung atau sungai.<br />
Semua objek yang dapat dengan mudah dikenali semisal bangunan, monumen juga bisa menjadi <em>landmark.</em><br />
Bangunan yang memiliki bentuk yang unik, yang membedakannya dari bangunan lain.<br />
Sehingga dengan melihatnya, kita dapat langsung mengenalinya.</p>
<p>Contoh bangunan yang menjadi <em>landmark</em> adalah Tugu Monas di Jakarta, Jam Gadang di Bukittinggi, atau Tugu Pahlawan di Surabaya. Untuk <em>landmark</em> di luar negeri, semisal patung Merlion di Singapura,  Sidney Opera House di Sidney, dan juga Menara Eiffel di Paris.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/07/landmark-indonesia.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-39931" src="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/07/landmark-indonesia-1024x458.jpg" alt="" width="620" height="277" /></a>Tugu Pahlawan, Tugu Monas dan Jam Gadang</p>
<p><em>Landmark</em> juga menjadi identitas suatu tempat dimana <em>landmark</em> itu berada.<br />
Yang pada akhirnya bisa menjadi daya tarik  bagi wisatawan saat berkunjung ke tempat tersebut.<br />
Semisal, saat kita beriwisata ke Singapura, kita pasti ingin berfoto dengan latar patung Merlion.<br />
Sebagai bukti bahwa kita sudah pernah berkunjung ke Singapura.</p>
<p>Bagaimana dengan Tangerang ?<br />
Apakah ketiga daerah di Tangerang ( Kota, Kabupaten dan Tangerang Selatan ) sudah mempunyai <em>landmark </em>?</p>
<p>Mungkin kita bisa menyebut sungai Cisadane sebagai <em>landmark</em> Tangerang.<br />
Namun tidak ada hal yang unik dari sungai Cisadane yang membuatnya mudah dikenali.</p>
<p>Untuk bangunan fisik, menurut saya, baru kota Tangerang yang mempunyai <em>landmark</em>.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/07/DSCN3678.jpg"><img class="size-large wp-image-39932 aligncenter" src="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/07/DSCN3678-1024x768.jpg" alt="" width="503" height="377" /></a>Masjid Raya Al Adzom</p>
<p>Bangunan yang bisa menjadi <em>landmark</em> kota Tangerang adalah Masjid Raya Al Adzom.<br />
Masjid Raya Al Adzom mempunyai arsitektur khas berupa kubah bertumpuk, yang membuatnya mudah dikenali.<br />
Hal ini membuat Masjid Raya Al Adzom memenuhi kriteria untuk  sebagai <em>landmark</em> dari Kota Tangerang.</p>
<p>Untuk Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel, apakah ada bangunan yang bisa menjadi <em>landmark</em> ?</p>
<p>Referensi dan foto :</p>
<p>1. http://en.wikipedia.org/wiki/Landmark<br />
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Monas<br />
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Tugu_Pahlawan<br />
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Jam_Gadang</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogerbenteng.com/2011/07/09/landmark-of-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menelusuri Kepahlawanan Daan Mogot Di Tangerang : Remaja Panutan Berprestasi</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2011/03/24/menelusuri-kepahlawanan-daan-mogot-di-tangerang-remaja-panutan-berprestasi/</link>
		<comments>http://blogerbenteng.com/2011/03/24/menelusuri-kepahlawanan-daan-mogot-di-tangerang-remaja-panutan-berprestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 06:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>payjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fasilitas & Bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Rekreasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/?p=39204</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari sebuah tulisan yang menyebutkan sebuah tempat yang jujur baru saya dengar keberadaannya di Tangerang. Padahal saya sudah tinggal di Tangerang selama 10 tahun lebih. Memalukan memang. Nama tempat itu adalah Monumen Lengkong. Terletak di kawasan elite BSD City di Tangerang Selatan, monumen ini adalah salah satu monumen bukti perjuangan di tanah Tangerang dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berawal dari sebuah <a href="http://nilla.keritikentang.com/?p=1713">tulisan</a> yang menyebutkan sebuah tempat yang jujur baru saya dengar keberadaannya di Tangerang. Padahal saya sudah tinggal di Tangerang selama 10 tahun lebih. Memalukan memang. Nama tempat itu adalah Monumen Lengkong. Terletak di kawasan elite BSD City di Tangerang Selatan, monumen ini adalah salah satu monumen bukti perjuangan di tanah Tangerang dari sekian monumen yang keberadaannya juga tidak diketahui banyak orang.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2010/09/04/monumen-lengkong-bukti-keberanian/"><img class="aligncenter" title="Monumen Lengkong" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/monumen_lengkong1.jpg" alt="" width="359" height="238" /></a>Setelah menelusuri berbagai sumber dari internet, inilah rangkuman mengenai sejarah Monumen Lengkong dan kaitannya dengan Daan Mogot, pemuda 17 tahun dengan kisah heroiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Monumen Lengkong dibangun untuk memperingati peristiwa heroik pada tanggal 25 Januari 1946. Ketika itu Mayor Daan Mogot memimpin 70 pasukannya dari <a href="http://prov.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/729">Akademi Militer Tangerang</a> untuk melucuti senjata dari sebuah markas Jepang di Desa Lengkong. Pelucutan senjata ini dikarenakan Indonesia sudah merdeka dan Jepang sudah menyerah. Tetapi ketika proses pelucutan senjata sedang dilakukan dan tanpa ada halangan, tiba-tiba saja dari arah luar pasukan Mayor Daan Mogot diserang dengan senapan mesin dan memicu pertempuran dengan tentara Jepang yang senjatanya baru saja dilucuti. Untuk kisah heroik ini, silahkan baca di <a title="Daan Mogot di Wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daan_Mogot">Wikipedia</a> saja ya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 389px"><a href="http://aci.detik.com/read/2010/10/20/202344/1470466/1001/monumen-lengkong-daan-mogot-bukan-sekadar-nama-jalan"><img src="http://images.detik.com/content/2010/10/20/1001/detik_131.jpg" alt="" width="379" height="284" /></a><p class="wp-caption-text">Markas Jepang Di Desa Lengkong</p></div>
<p>Lalu siapa Mayor Daan Mogot? Sebelumnya, saya tahu nama ini karena kebetulan lokasi kampus saya di Jl. Daan Mogot. Dari Wikipedia disebut bahwa Daan Mogot terlahir dengan nama Elias Daniel Mogot lahir di Manado, 28 Desember 1928. Daan Mogot memperoleh jabatan Mayor ketika masih berumur 16 tahun. Jadi geli untuk bertanya, di umur 16 tahun anda sudah jadi apa? Melakukan apa? <img src='http://blogerbenteng.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Tanggal 18 November 1945 Mayor Daan Mogot menjadi direktur Akademi Militer Tangerang yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan untuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Sayang sekali jabatn direktur hanya bisa dipegang kurang dari 2 tahun oleh Mayor Daan Mogot karena beliau meninggal di usia kurang lebih 17 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi masyarakat lengkong, setiap tahun biasanya diadakan upacara untuk mengenang peristiwa Lengkong. Tapi bagi masyarakat Tangerang luas, saya kira tidak banyak yang mengetahui peristiwa Lengkong dan sosok Mayor Daan Mogot. Mayor Daan Mogot sebagai sosok pemuda yang berprestasi begitu tinggi dengan rasa cinta tanah air begitu besar seharusnya bisa menjadi tokoh panutan bagi remaja Tangerang. Hal ini yang harusnya bisa ditangkap oleh pemerintah daerah maupun kota Tangerang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangerang mempunyai sebuah Lembaga Permasyarakatan khusus anak, secara tidak langsung menunjukkan tingginya angka kriminalitas yang dilaukan oleh kaum remaja sehingga perlu dibuatkan sebuah Lapas Anak. Remaja perlu contoh tauladan dalam proses mencari jatidirinya, tokoh panutan yang patut dicontoh dan ditiru,  sehingga mereka tidak salah meniru. Yang paling dekat tentu saja orang tua, walau kebanyakan remaja mencari contoh panutan dari luar rumah. Lalu, kenapa tidak Mayor Daan Mogot saja?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogerbenteng.com/2011/03/24/menelusuri-kepahlawanan-daan-mogot-di-tangerang-remaja-panutan-berprestasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situ Bulakan Menjadi Tempat Rekreasi Murah Meriah</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2011/03/13/situ-bulakan-menjadi-tempat-rekreasi-murah-meriah/</link>
		<comments>http://blogerbenteng.com/2011/03/13/situ-bulakan-menjadi-tempat-rekreasi-murah-meriah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 20:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hermawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Periuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Gembor]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Kutajaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Periuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kotabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Rekreasi Murah Meriah]]></category>
		<category><![CDATA[Sangiang]]></category>
		<category><![CDATA[Situ Bulakan Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Rekreasi Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Tomang Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Vila Mutiara Pluit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/?p=39097</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya tempat ini adalah daerah rawa, yang dipenuhi oleh tumbuhan eceng gondok. Pada malam hari daerah ini cukup menakutkan, selain gelap gulita, karena tidak ada penerangan jalan, jalanan nyapun jelek, dan juga ngeri ama ular rawanya. Sayang sekali saya tidak mempunyai dokumentasi daerah ini, sebelum adanya perubahan seperti saat ini. Tetapi entah mulai sejak kapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebelumnya tempat ini adalah daerah rawa, yang dipenuhi oleh tumbuhan eceng gondok. Pada malam hari daerah ini cukup menakutkan, selain gelap gulita, karena tidak ada penerangan jalan, jalanan nyapun jelek, dan juga ngeri ama ular rawanya. Sayang sekali saya tidak mempunyai dokumentasi daerah ini, sebelum adanya perubahan seperti saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi entah mulai sejak kapan dan dari ide siapa, sekarang daerah ini sudah berubah total. Daerah yang dahulunya menakutkan tetapi sekarang banyak dikunjungi orang. Daerah ini cukup mengasyikkan bagi warga setempat. Selain tempat untuk rekreasi, juga sebagai tempat untuk menambah mata pencarian dengan berdagang makanan ataupun jasa. Jalannyapun sekarang sudah bagus, seperti terlihat pada foto yang diambil pada saat ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh4.googleusercontent.com/_eEvRmJKFFAA/TXvL5rNCxKI/AAAAAAAAABs/ScgJihWedSQ/s640/DSC02889.JPG" alt="" width="512" height="384" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/_eEvRmJKFFAA/TXvMSSHyyvI/AAAAAAAAAB4/e7Nd6VE64qY/s640/DSC02893.JPG" alt="" width="512" height="384" /></p>
<p>Berdasarkan dari keterangan yang tertulis pada papan informasi yang dibuat oleh Departemen Pekerjaan Umum Tangerang, daerah ini termasuk wilayah Kota Tangerang, Kecamatan Periuk, dan tiga (3) kelurahan yaitu kelurahan Kutajaya, Gembor, serta kelurahan Periuk.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/_eEvRmJKFFAA/TXvNm9ojIuI/AAAAAAAAACI/bbk-G8oHBhc/s640/DSC02892.JPG" alt="" width="512" height="384" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh5.googleusercontent.com/_eEvRmJKFFAA/TXvMBl67O0I/AAAAAAAAABw/cTrpkTCtjJc/s640/DSC02890.JPG" alt="" width="512" height="384" /></p>
<p>Kalau mau berkunjung ke Situ Bulakan, dari arah Sangiang atau dari Jl. Moh. Toha bisa melalui jalan Perumahan Vila Mutiara Pluit  atau bisa melalui jalan perum Vila Regensi dan dari arah Kotabumi bisa masuk melalui jalan perumahan Tomang Baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Didaerah tersebut terdapat juga tempat pemancingan untuk umum yang berbayar, kalau mau mancing gratis silahkan mancing di Situ Bulakan nya. Disepanjang jalan yang melintasi Situ Bulakan terdapat banyak tempat untuk makan dan pedagang makanan. Kalau ingin mengelilingi Situ Bulakan, tersedia juga perahu gowes yang berbentuk bebek yang disewakan untuk para pengunjung.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/_eEvRmJKFFAA/TXvMIxDPyPI/AAAAAAAAAB0/GgCuD9ToRQM/s640/DSC02891.JPG" alt="" width="512" height="384" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/_eEvRmJKFFAA/TXvLwqAN_lI/AAAAAAAAABo/bVA1yZy8Yq0/s640/DSC02888.JPG" alt="" width="512" height="384" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="https://lh6.googleusercontent.com/_eEvRmJKFFAA/TXvLl8gPp6I/AAAAAAAAABk/i15f50jt9EU/s640/DSC02887.JPG" alt="" width="512" height="384" /></p>
<p style="text-align: justify;">Menikmati pesona Situ Bulakan, dengan duduk-duduk dipinggiran Situ,  sambil makan jagung bakar, wah nikmat bener tuh, bener-bener rekreasi yang murah meriah.</p>
<p style="text-align: justify;">Gambar foto diambil beberapa bulan yang lalu pada siang hari, tentunya pada saat ini, suasana daerah Situ Bulakan sudah lebih ramai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogerbenteng.com/2011/03/13/situ-bulakan-menjadi-tempat-rekreasi-murah-meriah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Cangkir, Potensi objek wisata yang tidak terawat</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2011/02/13/pulau-cangkir-potensi-objek-wisata-yang-tidak-terawat/</link>
		<comments>http://blogerbenteng.com/2011/02/13/pulau-cangkir-potensi-objek-wisata-yang-tidak-terawat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Feb 2011 01:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>calimem</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Rekreasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/?p=38806</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 12 Februari 2011. Saya dan teman-teman saya pergi jalan-jalan ke Pulau Cangkir, sebuah pantai yang terletak di Desa Kronjo Kabupaten Tangerang. Sebelum berangkat, saya sempat dilarang oleh Ibu saya, beliau berkata &#8220;ngapain ke pulau cangkir? ngga ada apa-apa, mana pantai nya kotor&#8221;. Tetapi justru saya penasaran, se-kotor apa pulau cangkir? saya belum pernah kesana, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sabtu, 12 Februari 2011</strong>. Saya dan teman-teman saya pergi jalan-jalan ke Pulau Cangkir, sebuah pantai yang terletak di<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kronjo,_Tangerang" target="_blank"> Desa Kronjo</a> Kabupaten Tangerang. Sebelum berangkat, saya sempat dilarang oleh Ibu saya, beliau berkata <em>&#8220;ngapain ke pulau cangkir? ngga ada apa-apa, mana pantai nya kotor&#8221;</em>. Tetapi justru saya penasaran, se-kotor apa pulau cangkir? saya belum pernah kesana, hanya mendengar dari cerita teman SMP saya tentang Pulau Cangkir. Saya pun tetap berangkat.</p>
<p>Kami berangkat naik motor, dari Citra Raya, perjalanan sekitar 1 jam-an, termasuk berhenti-berhenti. Sampai kami di gerbang Desa Kronjo, yang bertuliskan <strong>&#8220;Selamat Datang di Desa Kronjo&#8221;</strong>. Tak jauh dari situ, ada sebuah tugu yang diatasnya ada cangkir raksasa, mungkin ini tugu cangkir. Dari sana kami melanjutkan perjalanan, sampai tercium aroma <em>ikan dimana-mana</em>, ditemukan hamparan jemuran ikan asin dengan baunya yang khas di sisi jalan, sementara di sisi satu lagi terlihat banyak kapal nelayan sedang diparkir, rupanya inilah desa Kronjo, semacam kampung nelayan, pikir saya.</p>
<p>Menuju lokasi pulau cangkir, kami harus membayar tiket untuk masuk ke <em>Kawasan Pantai dan TPI Kronjo</em>, atas nama <strong>Dana Pembangunan dan Sosial Desa</strong>. Tiket untuk motor seharga <strong>Rp.3.000,-</strong></p>
<p>Melanjutkan perjalanan, di sisi jalan terlihat ada hutan bakau, tempat pembuatan perahu, dan tempat budidaya kepiting atau apa, yang jelas banyak kepiting-kepiting kecil. Ingin memasuki kawasan pulau cangkir, kami kembali harus membayar karcis, kali ini untuk mendapat <strong>jaminan asuransi</strong>. Di karcis itu tertulis :</p>
<blockquote><p>Pemegang karcis ini adalah peserta Asuransi Kecelakaan Diri Pengunjung dengan Polis Induk No. ASK 1000000.00015. Untuk kecelakaan yang dialami sejak memasuki pintu masuk. Selama berada didalam lokasi dan berakhir saat keluar.</p>
<p>Besarnya jaminan Asuransi</p>
<p>a. Meninggal karena kecelakaan (1&#215;24 Jam)    Rp. 10.000.000,-</p>
<p>b. Santunan Cacat tetap akibat kecelakaan maksimum Rp. 20.000.000,-</p>
<p>c. Biaya Perawatan / Pengobatan kecelakaan maksimum Rp. 3.000.000,-</p></blockquote>
<p>Saat memasuki kawasan pantai, memang benar kata Ibu saya, kesan pertama yang saya dapat adalah <strong>&#8220;kotor&#8221;</strong> banyak sampah plastik dimana-mana, dan menimbulkan bau yang tidak sedap, bahkan mengalahkan bau ikan yang banyak dijual disini. Kami jalan terus sampai menemukan semacam tempat istirahat, disini lebih baik, sampahnya lebih sedikit dibandingkan dengan didepan tadi. Kami pun bisa beristirahat, sekedar tidur-tiduran melepas pegal akibat terlalu lama duduk di motor. Bahkan teman saya yang sudah pernah kesini bilang <em>&#8220;Liat kan tempatnya kaya gini? jangan ada yang nyesel&#8221;</em></p>
<p><em><a href="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/02/180041_200327713317836_100000218278618_848065_6972675_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-38807" src="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/02/180041_200327713317836_100000218278618_848065_6972675_n-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></em></p>
<p>Keadaan pantainya itu tenang, tidak ada ombak, ada beberapa karang, dan sejauh mata memandang ke arah laut, kita bisa melihat keramba-keramba ikan dan sesekali terlihat perahu yang melintas.</p>
<p><a href="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/02/182426_200328006651140_100000218278618_848073_7220440_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-38808" src="http://blogerbenteng.com/wp-content/uploads/2011/02/182426_200328006651140_100000218278618_848073_7220440_n-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Jika ingin makan, disini juga tersedia warung-warung yang menyediakan makanan, ada yang lesehan dan ada pula yang memakai meja makan. Saya memesan Mie Ayam Bakso seharga Rp.10.000,- untuk minuman, Teh Botol seharga Rp.5.ooo,-</p>
<p><strong>Oh ya, sepertinya disini juga terdapat lokasi ziarah, tetapi kami tidak tau dan tidak menemukan dimana. Soalnya banyak ibu-ibu pengajian yang datang ke tempat ini.</strong></p>
<p><em>Menurut saya, jika dimaksimalkan lagi, lokasi ini bisa menjadi objek waisata yang menarik, tidak hanya pantai, pengunjung bisa melihat objek lainnya seperti kepiting, pembuatan perahu, hutan bakau, tambak ikan, dan lain-lain.</em></p>
<p><em>Saran saya : Petugas kebersihan sangat diperlukan di lokasi pantai untuk membersihkan sampah yang banyak berserakan.</em></p>
<p><em>Sebaiknya jalan menuju lokasi pantai dibetulkan, karena sangat tidak nyaman untuk dilewati, sudah rusak parah.</em></p>
<p><strong>NB : Maaf, tidak sempat foto jalan dan sampahnya, karena yang ambil gambar teman, saya tidak bawa kamera, kalau ingin lihat foto kami selengkapnya disana, silahkan ke <a href="http://calimem.posterous.com/nge-bolang-part-2" target="_blank">sini</a></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogerbenteng.com/2011/02/13/pulau-cangkir-potensi-objek-wisata-yang-tidak-terawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malam Mingguan Di Tangerang Sampai Pukul 23.00 WIB</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2011/01/24/malam-mingguan-di-tangerang-sampai-pukul-23-00-wib/</link>
		<comments>http://blogerbenteng.com/2011/01/24/malam-mingguan-di-tangerang-sampai-pukul-23-00-wib/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 14:18:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beatlesmuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Rekreasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/?p=38761</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya bercerita soal perjalanan saya di Tangerang pada malam hari. Sabtu (22/1/20110) lalu, saya dan beberapa teman memutuskan untuk keluar malam. Selain ingin menyegarkan pikiran dan &#8216;membunuh&#8217; rutinitas kerja, kami juga ingin melupakan Jakarta untuk semalam. Kami pun memilih Tangerang sebagai sasaran utama penyegaran itu. Al hasil dari kawasan Karawaci saya start menuju [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini saya bercerita soal perjalanan saya di Tangerang pada malam hari. Sabtu (22/1/20110) lalu, saya dan beberapa teman memutuskan untuk keluar malam. Selain ingin menyegarkan pikiran dan &#8216;membunuh&#8217; rutinitas kerja, kami juga ingin melupakan Jakarta untuk semalam.</p>
<p>Kami pun memilih Tangerang sebagai sasaran utama penyegaran itu. Al hasil dari kawasan Karawaci saya start menuju kota. Karena saya yang tahu tempat-tempat asik di Tangerang, maka kali ini saya jadi <em>leader</em> jelajah malam di Tangerang. Padahal, jujur saya belum pernah mutar-mutar Tangerang di malam hari, apalagi malam minggu. Saya lebih suka sore atau siang untuk menjelajahi Tangerang.</p>
<p>Tujuan pertama adalah kawasan Kisamaun, pukul menujukan pukul 22. 00 WIB, kami berangkat. Saya berpikir akan mekan sate atau nasi uduk di pinggir jalan Kisamaun, Pasar Lama. Begitu sampai di sana, ehm <em>tukang jajanan</em> sudah kosong. Jangankan saya, teman-teman saya lainnya pun garuk-garuk kepala karena merasa aneh, pukul 22.00 WIB <em>sudah hampir berakhir di Tangerang</em>.</p>
<p>Tapi masih ada beberapa tukang jualan yang berdagang, seperti jajanan nasi uduk dan sate. Tapi nasi uduk sudah habis, tersisa nasi putih dan lauk ayam. Begitu juga sate, tidak ada nasi, tinggal lontong. Sedangkan jajanan lain sudah gulung tikar.</p>
<p>Kawasan Kisamaun <em>drop</em>, kami pun memutuskan untuk ke bantaran Kali Cisadane, saya tahu di sana ada pempek enak dan beberapa jajanan biasa seperti ketoprak, nasi goreng. Lagi pula di sana bisa makan sambil mengobrol. Kami pun berangkat.</p>
<p>Dari Kisamaun ke sana, kami melewati Pasar Baru dan Koang. Toko-toko di sana pun sudah tutup, termasuk toko makanan seperti seafood. Saat itu waktu hampir pukul 22.30 WIB. Sesampainya di Kali Cisadane, kami bengong. Mengapa? Jajanan yang saya tahu sudah gulung tikar, begitu juga nasi goreng dan ketoprak.</p>
<p>Semakin aneh saja, nongkrong sebentar akhirnya kami munuju kawasan BSD, sepanjang jalan BSD pun sudah sepi. Warung-warung makan sudah tutup. Ahhh&#8230; ternyata saya baru tahu kalau malam mingguan di Tangerang begitu pendek&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogerbenteng.com/2011/01/24/malam-mingguan-di-tangerang-sampai-pukul-23-00-wib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Seperti di Belanda atau Sungai Nil di Mesir&#8217;</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2010/11/10/seperi-berada-di-belanda-atau-sungai-nil-di-india/</link>
		<comments>http://blogerbenteng.com/2010/11/10/seperi-berada-di-belanda-atau-sungai-nil-di-india/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 12:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beatlesmuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Rekreasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/?p=35675</guid>
		<description><![CDATA[Yah, sudah tahu di mana lokasi masjid yang sebelumnya saya posting? Itu adalah masjid di tepi Sungai Cisadane (saya lebih senang menyebut Sungai Cisadane daripada Kali Cisadane). Masih teringat salam benak saya sekitar 6 tahun lalu di sungai itu. Mungkin 3 kata yang saya ungkapkan saat itu, yaitu kotor, kumuh, dan menyeramkan. Maaf kalau berlebihan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yah, sudah tahu di mana lokasi masjid yang sebelumnya saya <a href="http://blogerbenteng.com/2010/11/10/masjid-di-mana-ini/">posting</a>? Itu adalah masjid di tepi Sungai Cisadane (saya lebih senang menyebut Sungai Cisadane daripada Kali Cisadane).</p>
<p>Masih teringat salam benak saya sekitar 6 tahun lalu di sungai itu. Mungkin 3 kata yang saya ungkapkan saat itu, yaitu kotor, kumuh, dan menyeramkan. Maaf kalau berlebihan, tapi memang itu yang saya rasakan. Waktu saya masih berkuliah, tidak sengaja melewati tempat itu dan singgah.</p>
<p>Banyak cerita mengenai Cisadane yang saya dengar 6 tahun lalu, mulai dari tempat <em>cabul</em>, sampai kisah misteri. Misal saja, saya banyak mendengar saat itu banyak muda mudi yang pacaran dan berbuat mesum. Atau cerita tentang penunggu Cisadane yang berwujud naga. Ehm&#8230; praktis cerita kedua membuat saya enggan melewati kawasan jalan di belakang Plaza Tangerang atau Robinson.</p>
<p>Apalagi saat itu kawasan tersebut tidak terawat. Memang sih ada banggu-banggu untuk tempat duduk dan beberapa titik tempat bermain anak. Kalau tidak salah memang di sana untuk taman bermain. Seperti hutan kota dekat Taman Makam Pahlawan Tangerang (Saya belum update masih ada atau tidak). Tapi tetap saja, suasana di sana kala itu tidak mengenakan.</p>
<p>Tapi sekarang,</p>
<p>Ehm&#8230; mungkin ada 1000 kata yang bisa saya ungkap untuk Sungai Cisadane saat ini, di antaranya muantab, maknyus, bagus, jempol, dan . . . . nyaman!</p>
<p>Paling tidak saat berada di sana, terbayang sungai di Belanda dan nyamannya bersantai di Sungai Nil India. Itu tidak berlebih dan lebay, itu kenyataan. Bahkan paling tidak seminggu sekali saya ke sana untuk sekadar olahraga sore (karena tidak bisa bangun pagi).</p>
<p>Hembusan angin, suara angin, &#8216;dans&#8217; aliran sungai, dan sesekali terlihat burung gereja. Itu yang membuat mata saya terus betah memandang sepanjang sungai.</p>
<p>Kekasih saya, Sandika Dwi Putri pun suka. Sekitar 2 atau 3 kali kami sudah ke sana (tidak bisa terlalu sering karena kesibukan kami berdua sebagai anak rumahan, hehehe). Kami menikmati.</p>
<p>Apalagi saat untuk yang ketiga kalinya, kami sempat mengabadikan foto-foto di sana. Romantisme begitu kental, apalagi tidak banyak kendaraan yang berseliweran di tepi sungai. Tapi yah tetap saja ada orang-orang yang menaiki motornya ke trotoar, ya sudahlah mudah-mudahan dia sadar dengan kelakuan &#8216;bejatnya&#8217;.</p>
<p>Lalu, apalagi yah? oh ya, ada makanan pelengkap saat saat berkunjung ke sana., yaitu cimol dan es podeng. Emmm&#8230; segar dan klasik sekali. Sambil menyusuri sungai, sambil menikmani es podeng, <em>maknyus pemirsa</em>!</p>
<p>Saat berjalan-jalan di sana, saya sempat berbincang dengan Sandika, bagaimana kalau saat malam terdapat lampion-lampion di pohonnya. Lampu-lampu berkedipan dengan didukung suasana yang sejuk kala malam. Wah, kami sebut itu &#8216;romantisme malam di Cisadane&#8217;. Katanya seperti suasana di Jepang.</p>
<p>Lalu, bagaimana pula jika di tepi sungat ada meja-meja untuk sekadar makan malam. Tentu dengan hidangan tradisional, seperti roti bakar, laksa, siomay, batagor pastinya, dan tak ketinggalan kopi hitam. Wah, <em>maknyus pemirsa</em>!  Dan tentu dengan kocek dangkal alias murah&#8230; Semoga aja khayalan ini terwujud.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogerbenteng.com/2010/11/10/seperi-berada-di-belanda-atau-sungai-nil-di-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Wisata Kota Tangerang</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2010/11/05/tempat-wisata-kota-tangerang/</link>
		<comments>http://blogerbenteng.com/2010/11/05/tempat-wisata-kota-tangerang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 16:29:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amintea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[tempat wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/?p=35311</guid>
		<description><![CDATA[Kota Tangerang memiliki beberapa lokasi objek wisata, baik wisata alam, wisata budaya, maupun wisata rohani. Beberapa tempat wisata, seni dan budaya yang dimiliki Kota Tangerang adalah sebagai berikut : GEDUNG PUSAT PEMERINTAHAN Dibangun di atas tanah seluas 49 hektar dengan luas halaman 6.612,24 m2 terdiri dari lima lantai dan menghabiskan biaya sebesar Rp. 60 Milyar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Tangerang memiliki beberapa lokasi objek wisata, baik wisata alam, wisata budaya, maupun wisata rohani.</p>
<p>Beberapa tempat wisata, seni dan budaya yang dimiliki Kota Tangerang adalah  sebagai berikut :</p>
<p><strong>GEDUNG PUSAT PEMERINTAHAN</strong></p>
<p>Dibangun di atas tanah seluas 49 hektar dengan luas halaman 6.612,24 m2 terdiri dari lima lantai dan menghabiskan biaya sebesar Rp. 60 Milyar dalam 3 tahun anggaran, gedung ini dirancang oleh Ir. Slamet Wirasonjaya.<br />
<img class="alignnone" src="http://img64.imageshack.us/img64/1047/puspem.png" alt="puspem tangerang" width="384" height="179" /></p>
<p><strong>MASJID RAYA AL-A’ZHOM</strong></p>
<p>Dibangun di atas tanah seluas 2,25 hektar dengan luas bangunan 5.775 m2 terdiri dari lantai bawah 4.845,08 m2 dan lantai atas 909,92 m2 berkapasitas 15.000 jamaah, dirancang oleh Ir. Slamet Wirasonjaya menelan biaya sebesar Rp. 28,3 Milyar. Masjid ini dapat berfungsi sebagai tempat Sholat Wajib, Sholat Sunah, Sholat Jum’at dan Sholat Ied juga sebagai pusat penyiaran pengkajian dan informasi Agama Islam dengan majelis ta’lim dan kegiatan kuliah subuh serta pusat kegiatan sosial umat Islam.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img703.imageshack.us/img703/6976/385048753516a03b4a7ez.jpg" alt="" width="500" height="349" /></p>
<p><strong>MESJID KALI PASIR</strong></p>
<p>Tahun 1700 : Dibangun oleh Tumenggung   Pamitwidjaya   dari Kuripan (11 Agustus) Tahun 1904 : Diurus dan diperbaiki serta dibangun menara oleh RD Jasin Judanegara Putra dari Nyi.   RD. Djamrut keturunan dari Tumenggung   Pamitwidjaya dari Kuripan.<br />
Tahun 1918 : Diubah bagian dalamnya oleh RD. Jasin Judanegara, M. Muhibi. H. Abdul Kadir   Banjar dan Masjid merupakan Masjid tertua di Kota Tangerang.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img703.imageshack.us/img703/9909/foto014k.jpg" alt="" width="432" height="576" /></p>
<p><strong>MESJID PINTU SERIBU</strong></p>
<p>Masjid Pintu Seribu &#8220;Nurul Yaqin&#8221;, terletak di Kampung Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Merupakan Masjid yang mempunyai keunikan tersendiri, yaitu dengan memiliki seribu pintu.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img233.imageshack.us/img233/7576/mesjidpintu1000.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p><strong>VIHARA/KELENTENG</strong></p>
<p>Kedatangan orang Cina, pertama kali ke Tangerang belum diketahui secara pasti. Dalam kitab sejarah Sunda yang berjudul &#8220;Tina Layang Parahyangan&#8221; (Catalan Dari Parahyangan) disebut tentang kedatangan orang Tionghoa ke daerah Tangerang, di muara Sungai Cisadane yang sekarang diberi nama Teluk Naga pada tahun 1407. Gelombang kedua kedatangan orang Tionghoa ke Tangerang diperkirakan terjadi setelah peristiwa pengusiran orang Tionghoa di Batavia pada tahun 1740, VOC mengirimkan orang-orang Tionghoa ke daerah Tangerang, disekitar Tegal Pasir (Kali Pasir), Belanda mendirikan perkampungan Tionghoa yang dikenal dengan nama Petak Sembilan yang menjadi pusat perdagangan terletak disebelah timur Sungai Cisadane, daerah Pasir Lama sekarang. Para penghuni perkampungan Petak Sembilan secara gotong royong mendirikan sebuah kelenteng pada tahun 1684 yang diberi nama Boen Tek Bio dan berdirilah kelenteng-kelenteng lainnya seperti Boen San Bio pada tahun 1689 yang merupakan tempat beribadat Umat Budha dan Konghucu. Kelenteng tersebut merupakan kelenteng tertua di Wilayah Banten dan terkenal dengan tradisi pecunnya.<br />
<img src="http://img99.imageshack.us/img99/7728/pariwisata6.jpg" alt="" /><br />
<strong>BENDUNGAN PINTU AIR SEPULUH</strong></p>
<p>Bendungan ini dibangun tahun 1928 dan mulai dioperasikan tahun 1932 di masa penjajahan Belanda. Bendungan tersebut mampu mengairi kurang lebih 1.500 Ha sawah yang berada di daerah Kota dan Kabupaten Tangerang. Bendungan ini lebih dikenal dengan sebutan &#8220;Bendungan Pintu Air Sepuluh &#8221; atau &#8220;Sangego&#8221;.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img249.imageshack.us/img249/1091/pintusepuluh02.jpg" alt="" width="480" height="320" /></p>
<p><strong>SITU CIPONDOH</strong></p>
<p>Obyek wisata ini terletak 10 km dari pusat kota, berada di Wilayah Kecamatan Cipondoh. Selain sebagai obyek wisata, Situ ini juga berfungsi untuk konservasi air. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan adalah wisata air, memancing ikan, menikmati panorama Situ dengan latar belakang pemandangan alam yang indah.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img526.imageshack.us/img526/2483/2canib.jpg" alt="" width="400" height="265" /></p>
<h6><em>sumber : dari berbagai sumber</em></h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogerbenteng.com/2010/11/05/tempat-wisata-kota-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ember Tumpah di Water World Citra Raya Tangerang</title>
		<link>http://blogerbenteng.com/2010/01/03/ember-tumpah-di-water-world-citra-raya-tangerang/</link>
		<comments>http://blogerbenteng.com/2010/01/03/ember-tumpah-di-water-world-citra-raya-tangerang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 02:53:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kombor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[rekreasi]]></category>
		<category><![CDATA[water world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogerbenteng.com/2010/01/03/ember-tumpah-di-water-world-citra-raya-tangerang/</guid>
		<description><![CDATA[Sudahkan Anda berkunjung ke Water World Citra Raya Tangerang yang berada di Mardi Grass, sebuah area rekreasi dan hiburan di Citra Raya Tangerang? Apabila belum berkunjung, di bawah ini sebuah video tentang ember tumpah yang berada di sebuah kolam di Water World Citra Raya Tangerang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudahkan Anda berkunjung ke Water World Citra Raya Tangerang yang berada di Mardi Grass, sebuah area rekreasi dan hiburan di Citra Raya Tangerang?</p>
<p>Apabila belum berkunjung, di bawah ini sebuah video tentang ember tumpah yang berada di sebuah kolam di Water World Citra Raya Tangerang.</p>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/WltYRJ7kGqk&amp;hl=en&amp;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/WltYRJ7kGqk&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogerbenteng.com/2010/01/03/ember-tumpah-di-water-world-citra-raya-tangerang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

